Dubes RI Ungkap Alasan Intelijen Saudi Tahan Habib Rizieq

Dubes RI Ungkap Alasan Intelijen Saudi Tahan Habib Rizieq

JAKARTA, dawainusa.com – Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel memastikan, pihak intelejen Arab Saudi sempat menahan Habib Rizieq. Penahaan tersebut bukan tanpa alasan yang kuat.

Agus Maftuh Abegebriel menyebutkan, pihak kepolisian menahan Habib Rizieq karena adanya bendera yang dianggap mirip bendera ISIS.

Maftuh menjelaskan, negara Arab Saudi sedang menujukan komitmennnya untuk memberantas gerakan esktrimis yang berkembang di negaranya.

Baca juga: Prabowo Akan Jemput Rizieq Shihab Jika Tak Pulang Sebelum Pilpres

Siapa pun yang diketahui berafiliasi dengan gerakan ekstrimis akan berhadapan dengan hukum. Penahan terhadap Habib Rizieq merupakan upaya untuk memastikan keterlibatan Rizieq dalam gerakan ekstrimis tersebut.

“Karena diketahui adanya pemasangan bendera hitam yang mengarah pada ciri-ciri gerakan ekstremis pada dinding bagian belakang rumah MRS,” kata Maftuh di Jakarta, Rabu (7/11).

Maftuh menambahkan, pihak kepolisian Arab Saudi sempat melakukan pemeriksaan terhadap Rizieq. Namun, ia memastikan, pemeriksaan tersebut berlangsung dalam waktu yang cukup singkat.

Sementara, hasil pemeriksaan terhadap Habib Rizieq belum diketahui karena belum disampaikan oleh pihak kepolisian dan intelejen Arab Saudi.

Habib Rizieq Sempat Ditahan Kepolisan Saudi

Maftuh kemudian menjelaskan kronologis terkait dengan penahanan terhadap Habib Rizieq oleh pihak kepolisian Arab Saudi. Pihak kepolisian Saudi memanggil Rizieq pada tanggal 5 November. Diketahui, pemanggilan tersebut dilanjutkan dengan upaya penahanan terhadap Iman Besar FPI tersebut.

Penahanan tersebut, jelas Maftuh, dilakukan untuk kepentingan penyidikan dan penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh Rizieq.

Ia menambahkan bahwa pihak kepolisian perlu mengetahui dugaan kesalahan dan penyimpangan terhadap ketentuan hukum Saudi terutama karena kepemilikan bendera mirip ISIS.

Baca juga: Ketua DPR: Pencekalan Rizieq Bukan Keputusan Pemerintah Indonesia

“MRS dijemput oleh kepolisian Mekah dan Mabahis ‘Aamah (intelijen umum, General Investigation Directorate GID) lalu dibawa ke kantor polisi. Selanjutnya untuk proses penyelidikan dan penyidikan MRS ditahan oleh pihak kepolisian wilayah Mekah,” jelas Maftuh.

Lebih lanjut, Maftuh menjelaskan, penahanan terhadap Habib Rizieq dilakukan oleh pihak kepolisian Arab Saudi wilayah Mekah. Setelah dilakukan proses pemeriksaan, Rizieq dilepaskan kembali pada tanggal 6 November waktu setempat.

“Setelah selesai menjalani pemeriksaan di Kantor Mabahis ‘Aamah (intelijen umum), HRS diserahkan kepada Kepolisian Sektor Mansyuriah Kota Mekah pada hari Selasa, tanggal 6 Nopember 2018 sekira pukul 16.00 WAS,” ujar Maftuh.

Upaya Mendapat Kepastian Oleh FPI

Sementara itu, Ketua Bantuan Hukum FPI Sugito Atmo menyatakan, pihaknya tidak langsung percaya terhadap keterangan yang disampaikan oleh Kementrian Luar Negeri Indonesia dan pihak Duta Besar Indonesia yang ada di Arab Saudi. FPI sendiri melakukan upaya untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Sugito menjelaskan, banyak pihak yang berusaha untuk menyudutkan keberadaan Habib Rizieq. Upaya seperti ini dilakukan karena perbedaan kepentingan politik. Faktor lain, jelas Sugito, karena ketidaksukaan terhadap ketokohan yang dimiliki oleh Imam besar FPI tersebut.

Baca juga: Prabowo Janji Pulangkan Rizieq, Fadli Zon: Demi Tegaknya Keadilan

Karena itu, lanjut Sugito, pihak FPI sendiri akan memperlajari terlebih berbagi informasi yang ada termasuk keterangan yang disampaikan oleh Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi. Pihak FPI juga akan meminta keterangan secara langsung kepada Habib Rizieq agar mendapat kebenaran informasi yang sudah berkembang di masyarakat.

Pihak FPI juga meminta kepada masyarakat terutama pendukung Habib Rizieq untuk tidak mudah percaya dengan berbagi informasi yang beredar di masyarakat. Mengingat, begitu banyak berita yang sengaja dibuat untuk merusak nama baik Imam Besar FPI tersebut.

“Kalau Kemlu mengatakan bahwa itu karena ada aduan mengenai bendera ISIS sehingga Habib Rizieq diperiksa karena itu, saya belum bisa cek langsung ke beliau. Makanya saya saat ini sedang mau menanyakan sebetulnya ada apa,” pungkasnya.*

COMMENTS