Dua Personel Polisi di Papua Ditembak Kelompok Bersenjata

Dua Personel Polisi di Papua Ditembak Kelompok Bersenjata

Dua orang polisi di Papua yaitu Briptu Ronaldus Abar dan Bripka Abraham Balagaise menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). (Ilustrasi penembakan - ist)

PAPUA, dawainusa.com Dua orang polisi di Papua yaitu Briptu Ronaldus Abar dan Bripka Abraham Balagaise menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Insiden itu terjadi pada Kamis, (2/8) saat keduanya berangkat menuju Mapolres Puncak Jaya.

Kabidhumas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, akibat tragedi itu kedua korban mengalami luka berat.

“Akibat kejadian tersebut, Bripka Abraham Balagaise mengalami luka tembak pada paha sebelah kiri dan pada tangan bagian lengan sebelah kiri sedangkan Briptu Ronaldus Abar mengalami luka tembak pada tangan bagian lengan sebelah kiri,” kata kamal seperti dilansir Merdeka.com, Jumat (3/8).

Kamal mengatakan, pasca kejadian itu korban menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mulia. Namun untuk mendapat perawatan yang maksimal, keduanya kemudian diterbangkan ke Jayapura untuk dirawat secara intensif di RS Bhayangkara Polda Papua. “Semalam perjalanan dari Puncak Jaya ke Jayapura untuk dirawat di RS Bhayangkara Jayapura,” kata dia.

Baca juga: Ketika PKS Tak Berkutik di Hadapan Fahrih Hamzah

Meski demikianm polisi memastikan kondisi Puncak Jaya kondusif usai insiden tersebut. Hingga kini polisi masih memburu pelaku.

“Tindakan kepolisian yang dilakukan yakni mendatangi TKP, mengamankan TKP, membawa korban ke RSUD Mulia guna perawatan medis, melakukan pengejaran terhadap pelaku dan melakukan penyelidikan,” tandasnya.

sebelum insiden penembakan dua polisi di atas, kejadian yang sama terjadi pada 27 Juli lalu. 9 orang polisi di  daerah yang sama dihadang dan ditembak oleh KKB. Insiden itu terjadi saat 9 orang anggota polisi melakukan  perjalan pulang setelah mengamankan pilkada serentak di Distrik Torere, Kabupaten Puncak jaya.

Akibat kejadian itu dua personel tewas, yaitu Ipda Jesayas H Nusi dan Brigpol Sinton Kabarek. Keduanya anggota  Polres Puncak Jaya. Sedangkan 7 personel lainnya, yakni Bripka Maks Anjonderin, Brigpol Steven Auparay, Bripda  Daniel Tambunan, Bripda Firmansah, Brigpol Yusuf Toding, Brigpol Mulyadi dan Briptu Petrus Imbiri berhasil lolos dari hadangan tersebut.

Dapat Kenaikkan Pangkat Luar Biasa

Keberanian pihak kepolisian menghadapai serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua mendapat apresiasi yang tinggi dari Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar. Kepada 9 personel polisi yang terlibat dalam insiden 27 Juli kemarin, Kapolda Boy menganugerahkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB).

Upacara pemberiaan KPLB itu dipimpin langsung oleh Kapolda Boy yang digelar di halaman Mapolda Papua, Kota Jayapura, Rabu (1/8/2018).

“Dalam kegiatan pengamanan pilkada telah mengakibatkan 2 anggota kita meninggal, yaitu Iptu Luar Biasa Anumerta Jesajas H Nussy dan Bripka RO Kabarek SH. Dan, kita telah menganugerahkan berupa kenaikan pangkat luar biasa,” kata Boy dalam arahannya.

Baca juga: Perbedaan Kriteria Cawapres Joko Widodo dan Prabowo Subianto

Menurut Boy, KPLB tidak diberikan secara tiba-tiba atau serta merta, namun melalui proses administrasi dan penilaian pimpinan Polri atas perjuangan, pengabdian dan dedikasi tinggi.

“Yang telah saudara tunjukkan selama dalam bertugas yang dianggap melampaui panggilan tugasnya serta semangat berkorban,” kata dia.

Pada kesempatan tersebut, Boy juga mengingatkan kepada seluruh personel Polda Papua untuk tetap bekerja profesional dan displin dalam menjalankan tugas. Disiplin sebagai anggota Polri, menurut Boy, adalah sebuah kewajiban karena Polri mempunyai kode etik tersendiri.

Untuk itu, Boy berharap seluruh personel secara ke atas dan berjenjang mampu memahami tugasnya masing-masing. Sebab, banyak orang yang ingin menjadi anggota Polri, tetapi tidak dapat diterima.

“Profesionalitas dan disiplin wajib dalam diri kita, karena kita menerima fasilitas dari negara,” tandas dia.*

COMMENTS