Dua Kota yang Paling Kotor di NTT Menurut Viktor Laiskodat

Dua Kota yang Paling Kotor di NTT Menurut Viktor Laiskodat

KUPANG, dawainusa.com Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menyebut kota Kupang dan Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), sebagai dua kota sekaligus wilayah terkotor di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal itu dikemukakan Viktor saat menggelar dialog bersama civitas akademi dan pimpinan Perguruan Tinggi sedaratan Timor, Alor dan Rote Ndao di Hotel Aston Kupang, Rabu, (21/11).

Baca juga: Sofisme di Era Digital, Siapa yang Mendikte Kebenaran?

Menurut Viktor, jika dibandingkan dengan kota-kota lain di NTT, kedua kota ini paling kotor dan sampah berserakan di mana-mana.

“Khusus Kota Kupang, sampah berserakan di hampir seluruh ruas jalan utama, terutama sampah plastik. Sedangkan Labuan Bajo itu, sampai lautnya bau akibat banyaknya sampah,” kata Viktor seperti dilansir Kompas.com.

Mantan Ketua Fraksi Partai Nasdem itu menambahkan, kondisi tersebut disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan sehingga membuang sampah secara sembarangan.

Karenanya, pada kesempatan itu ia mengajak seluruh perguruan tinggi yang ada di NTT untuk bersama seluruh masyarakat berpartisipasi penuh dalam menjaga dan melindungi alam NTT dengan tidak membuang sampah di tempat yang salah.

“Dengan kondisi kota yang kotor, akan sulit bagi daerah untuk menjual sektor pariwisata, sehingga kita semua harus bersama-sama mengatasinya,” kata dia.

Sanksi untuk Masyarakat yang Buang Sampah Sembarangan

Sebelumnya, dengan tegas Viktor Laiskodat menyampaikan dirinya akan memberi sanksi bagi masyarakat NTT terutama masyarakat kota Kupang yang membuang sampah sembarangan. Terobosan itu katanya dikonsultasikan dengan Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore.

“Saya sudah perintahkan kepada pak wali kota untuk sampah tidak boleh ada, yang buang sampah sembarangan. Di pantai – pantai pantai tidak boleh ada sampah,” ucapnya.

Baca juga: Apa Kabar Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Pasar Rakyat Ruteng?

Adapun sanksi yang dimaksudkan Viktor adalah setiap masyarakat kota kupang yang kedapatan membuang sampah tidak pada tempatnya akan dikenai sanksi dengan denda Rp 50.000.

“Warga Kota Kupang yang membuang sampah sembarangan didenda Rp 50.000,” katanya.

Untuk itu kata Viktor, setiap 50 meter dari seluruh jalan, harus punya bak sampah. “Kita kenakan denda uang, supaya bersih dan tertib,” ungkap Viktor.*

COMMENTS