Dua Kasus Korupsi Ini Tidak Diusut Tuntas oleh Kejari Manggarai

Dua Kasus Korupsi Ini Tidak Diusut Tuntas oleh Kejari Manggarai

RUTENG, dawainusa.com Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng Santu Agustinus menegaskan bahwa Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Manggarai, NTT gagal mengusut secara tuntas berbagai macam kasus korupsi yang terjadi di daerah Manggarai dan Manggarai Timur.

Hal itu disampaikan oleh Presidium Gerakan Kemasyarakatan (Germas) PMKRI Ruteng, Ignasius Padur saat memberikan orasi pada peringatan “Hari Anti Korupsi Sedunia” di depan Kantor Kejari Manggarai, Ruteng, Sabtu (8/12).

Padur mengungkapkan, sampai saat ini, masih banyak kasus korupsi di kedua daerah tersebut yang tidak diselesaikan dengan baik oleh pihak Kejari Manggarai.

Baca juga: Apa Kabar Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Pasar Rakyat Ruteng?

Satu contoh kasus korupsi yang dimaksudkan itu, demikian Padur, ialah dugaan korupsi pembangunan Pasar Rakyat Ruteng yang berlokasi di Jalan Ruteng-Reo. Contoh lain juga, lanjut Padur, ialah kasus dugaan korupsi Dana Desa Sisi yang dilakukan oleh Kepala Desa Sisir, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur.

Dalam proses pengusutan kedua kasus tersebut, demikian Padur, pihak Kejari Manggarai terkesan lamban. Bahkan ada dugaan bahwa pihak Kejari Manggarai melakukan konspirasi dengan para pelaku yang terlibat di dalam kedua kasus korupsi tersebut.

Tidak hanya itu, Padur juga mengatakan bahwa selama ini, Kejari Manggarai telah melakukan pembohongan  terhadap publik, yakni dengan memberikan informasi palsu terkait dengan penanganan kedua kasus tersebut.

“Penanganan yang lamban dari Kejari Manggarai dan penyebaran informasi-informasi palsu ke publik Manggarai mengindikasikan kegagalan Kejari dalam mengusut dugaan korupsi di daerah ini. Hal ini memperkuat dugaan kami bahwa Kejari sudah berkonspirasi dengan pelaku-pelaku korupsi tersebut,” ujar Padur.

Kebohongan Kejari Manggarai ke Publik Manggarai

Soal pembohongan publik tersebut, Padur menjelaskan, pada Juli lalu, Kejari Manggarai pernah mengeluarkan pernyataan kepada pihak media bahwa kasus korupsi ini sudah hampir rampung. Bahkan saat itu, mereka mengatakan bahwa sejumlah tersangka di dalam kasus tersebut akan segera diumumkan.

Akan tetapi, sampai saat ini, hal tersebut tidak juga disampaikan oleh pihak Kejari. Publik Manggarai, demikian Padur menjelaskan, sama sekali belum mengetahui kelanjutan kasus ini dan siapa saja tersangka di baliknya.

Baca juga: Soal Korupsi di NTT, Wakil Gubernur Nae Soi Akan Datangkan KPK

Selain itu, Padur juga mempertanyakan keputusan Kejari yang menghadirkan tim ahli berbeda dalam proses penanganan uji konstruksi bangunan pada kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Rakyat Ruteng.

Awalnya, tim ahli yang didatangkan oleh Kejari Manggarai ialah tim ahli dari Universitas Flores (Unflor) Ende. Tetapi, dalam proses selanjutnya, tim ahli tersebut diganti oleh tim ahli dari Politeknik Kupang.

Terkait alasan digantinya tim ahli ini, dalam audiensi dengan PMKRI Ruteng pada Jumat (30/11) lalu, Kejari Manggarai menjelaskan bahwa keputusan itu terjadi karena tim ahli dari Uniflor tidak mampu mempertanggungjawabkan hasil pengujiannya di meja persidangan.

Alasan Kejari Manggarai Dinilai Palsu

Alasan yang disampaikan oleh Kejari Manggarai tersebut dinilai Padur sangat palsu. Ia mengatakan demikian karena tim ahli dari Uniflor sendiri telah membantah klaim yang disampaikan oleh Kejari tersebut.

Tim ahli dari Uniflor menyampaikan bahwa mereka telah melakukan uji konstruksi dan mendapatkan hasil bahwa kerugian negara di dalam kasus tersebut sebesar Rp580 juta. Sedangkan tim ahli dari Politeknik Kupang memperoleh hasil bahwa kerugian negara sebesar Rp57 juta.

“Bisa dipastikan bahwa Kejari sengaja mendatangkan tim ahli yang kedua dari Politeknik Kupang karena “dekat” dengan Kejari. Apalagi menurut pengakuan tim ahli dari Uniflor bahwa mereka sempat ditawarkan uang Rp100 juta tetapi mereka memilih untuk menolak,” ungkap Padur dalam aksi tersebut.

Baca juga: Mengenal Kode-Kode Rahasia yang Dipakai Pejabat untuk Korupsi

Adapun terkait kasus dugaan korupsi Dana Desa Sisir di Kecamatan Elar Manggarai Timur, pada Selasa (5/6) lalu, “Masyarakat Peduli Desa Sisir” mendatangi kantor Kejari Manggarai untuk menyampaikan dugaan korupsi yang dilakukan oleh Kepala Desa Sisir.

Namun sampai saat ini, laporan terkait kasus tersebut belum diurus oleh Kejari Manggarai. Bahkan Padur mengatakan bahwa Kejari Manggarai sangat konyol, karena ia mengaku bahwa dirinya tidak mengetahui kasus  korupsi yang dilaporkan warga tersebut dengan alasan, saat itu ia belum menjabat sebagai Kejari Manggarai.

“Itu alasan yang konyol dan tidak layak disampaikan oleh seorang Kepala kajari. Mana mungkin pada acara serah terima jabatan tidak disertai dengan penyerahan kasus-kasu yang belum diurus tuntas?” kata Padur.

Padur kemudian menduga bahwa kedua kasus ini sengaja tidak diselesaikan dengan baik oleh Kejari Manggarai. Hal itu dilakukan agar mereka dapat menjadikan kasus ini sebagai kesempatan untuk melakukan praktik pemerasan.*(Patrisius Jenapa).

COMMENTS