Dua Desa Rawan Bencana di Lewoleba Direlokasi

Dua Desa Rawan Bencana di Lewoleba Direlokasi

Dua desa rawan tanah longsor yakni desa Lamagute dan Waimatan, Kecamatan Ile Ape Timur direlokasi Pemda Kabupaten Lembata. (Foto: ilustrasi Longsor - merdeka.com)

LEWOLEBA, dawainusa.com Pemerintah Kabupaten Lembata, NTT merelokasi warga dua Desa rawan tanah longsor. Dua desa rawan bencana tersebut adalah Desa Lamagute dan Waimatan, Kecamatan Ile Ape Timur.

Dilansir republika.co.id, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Lembata, Karel Burin menyatakan dua desa ini masuk dalam wilayah rawan bencana tanah longsor.

(Baca jugaPresiden Bangun Sistem Kurangi OTT)

“Dua desa ini masuk dalam daerah merah yang rentan terhadap bencana tanah longsor karena berada di lereng Gunung Ileape dengan kemiringan 60 derajat,” ujar Karel.

Saat ini, dua desa yang dihuni sekitar 1000 jiwa itu untuk sementara waktu mengungsi ke Lewoleba. Keputusan merelokasi warga dilakukan dalam rapat yang dipimpin langsung Wakil Bupati Lembata.

(Baca jugaPemerintah Kabupaten Lembata Beli 18 Ton Jagung dari Petani)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial setempat akan terus mengidentifikasi lokasi yang aman sebagai tempat relokasi warga.

Sambil menunggu proses relokasi dilakukan, Pemkab Lembata menghimbau warga yang kembali ke desa mereka untuk tetap waspada.* (AK)