Doa Qunut dalam Islam, Bahasa Arab dan Terjemahannya
Foto Instagram/@familyapplestore

Dawainusa.com – K.H. Drs. Muchtar dalam pengantar bukunya yang berjudul Tafsir Ayat-ayat Qunut menuliskan bahwa, qunut adalah kata yang sering digunakan Al-Quran dalam menunjukkan ketaatan dan penghambaan kepada Allah Swt.

Doa Qunut dapat dibaca dengan bersuara nyaring (jahr) dan bisa juga dibaca tanpa suara (sirr).

Selain itu, dalam Islam, doa Qunut adalah doa yang diucapkan sambil berdiri tegak yang hukumnya sunnah.

Berikut ini jenis-jenis doa Qunut sebagaimana dirangkum Dawainusa.com dari berbagai sumber, Selasa (13/4/2021).

Baca jugaBanjir Adonara, Maria Kehilangan 11 Anggota Keluarga dalam Semalam

Jenis-jenis Doa Qunut

Doa Qunut Subuh

Menurut Imam Nawawi hukum membaca doa qunut setelah salat subuh adalah Sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan. Namun, meninggalkan doa qunut tidak membatalkan salat subuh.

“Allaahumahdinii fiiman hadait, Wa aafinii fiiman aafait, Watawallani fiimantawallait, Wabaariklii fiimaaa toit, Waqini birahmatika syaramaa qadhait, Fainnakataqdhi walayuqdha alaik, Wainnahu layadzillu mawwalait, Walaya idzuman aadait, Tabarak tarabannaa wata aalait, Falakal hamdu alamaa qadhait, Astagfiruka wa atuubu ilaik, Washallalloohu ala sayyidinaa muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ala aalihi washahbihi wabaarik wasallam”

Artinya: Ya Allah semoga Engkau memberikan petunjuk kepadaku dengan orang yang telah Engkau berikan petunjuk, Dan semoga Engkau memberikan keselamatan kepadaku dengan orang yang telah Engkau berikan keselamatan, Dan semoga Engkau memberikan pertolongan kepadaku dengan orang yang telah Engkau berikan pertolongan, Dan semoga Engkau memberikan berkah kepadaku dari hal yang telah Engkau tetapkan, Dan semoga Engkau memeriksa kami dari rahmat-Mu dari keburukan yang telah Engkau tetapkan, Dan sesungguhnya Engkaulah yang Maha Menghukumi dan tidak ada yang bisa menghukummu, Dan sesungguhnya Engkau tidak bisa hina, orang yang Engkau sayang, Dengan tidak memuliakan orang yang di musuhi oleh-Mu, Dan Mahatinggi Allah maka tetap segala puji bagi-Mu, Oleh hal yang sudah Engkau hukum, aku memohon pengampunan dan taubat kepada-Mu, Dan semoga Engkau menambahkan rahmatnya kepada gusti kita nabi muhammad yang menjadi nabi, dan semua umat Nabi Muhammad dan para sahabatnya, Semoga Allah menambahkan keberkahan dan keselamatan.

Doa Qunut Witir

Qunut Witir merupakan doa yang dibaca pada rakaat terakhir shalat witir. Hukum dari membaca Qunut Witir adalah sunnah.

Bacaan Qunut Witir:

“Allahhummahdinii fiiman hadait. Wa’a finii fiman ‘aafait. Wa tawallanii fiiman tawal-laiit. Wa baarik lii fiimaa a’thait. Wa qinii syarra maa qadhait. Fainnaka taqdhii walaa yuqdha ‘alaik. Wa innahu laayadzilu man walait.”

“Wa laa ya’izzu man ‘aadait. Tabaa rakta rabbanaa wata’aalait. Falakalhamdu ‘alaa maaqadhait. Astaghfiruka wa’atuubu ilaik. Wasallallahu ‘ala Sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi. Wa’alaa aalihi washahbihi wasallam.”

Artinya:

“Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk, maafkanlah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau maafkan, tolonglah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau tolong, berkatilah aku dalam semua pemberian-Mu, dan peliharalah aku berkat karunia-Mu dari keburukan qada-Mu. Karena sesungguhnya Engkaulah yang memberi keputusan dan tiada seorang pun yang menetapkan keputusan terhadap-Mu, dan sesungguhnya tidak akan terhina orang yang Engkau musuhi.

Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami lagi Maha tinggi, bagi-Mu segala puji atas semua keputusan-Mu. Aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu, dan segala salawat dan salam terlimpahkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW dan juga segenap keluarga dan para sahabatnya.”

Masjid
Gambar/Ist

Baca jugaDampak Pandemi Covid-19, Pembangunan Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur Ditunda 

Qunut Nazilah

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, doa kunut nazilah disyariatkan ketika terjadi musibah atau bencana.

Bacaan Qunut Nazilah:

“Allahummaghfir lanaa walilmu’miniina walmu’minaati walmuslimiina walmuslimaati walif baina quluubihim wa aslih dzata bainihim wanashurhum ‘alaa adzuwwika wa’adzuwihim”. “Allahummal’an kafarata ahlal kitaabi alladzina yashudduna ‘an sabiilika wayukadzibuuna rusulaka wayuqootiluuna auliyaaika”.

“Allahumma kholiif baina kalimihim wazalzil iqdaamahum wainzil bihim ba sakallladzii latarudduhuu ‘anilqaumil mujrimiin”

Artinya:

“Ya Allah! Ampunilah kami, kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat. Persatukanlah hati mereka. Perbaikilah hubungan di antara mereka dan menangkanlah mereka atas musuh-Mu dan musuh mereka. Ya Allah! Laknatlah orang-orang kafir ahli kitab yang senantiasa menghalangi jalan-Mu, mendustakan rasul-rasul-Mu, dan memerangi wali-wali-Mu. Ya Allah! Cerai-beraikanlah persatuan dan kesatuan mereka. Goyahkanlah langkah-langkah mereka, dan turunkanlah atas mereka siksa-Mu yang tidak akan Engkau jauhkan dari kaum yang berbuat jahat”.