Ditolak Ormas Lokal, Fahri Hamzah Akhirnya Batal ke Kupang

Ditolak Ormas Lokal, Fahri Hamzah Akhirnya Batal ke Kupang

KUPANG, dawainusa.com Rencana kedatangan wakil ketua DPR RI dari Fraksi PKS, Fahri Hamzah, ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam rangka orasi kebangsaan akhirnya dibatalkan.

Pembatalan tersebut dikarenakan adanya penolakan dari sejumlah ormas lokal yang menyebut kehadiran Fahri dapat memicu kegaduhan di NTT.

Ketua Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) NTT, Abdul Kadir Mau sebagai penyelenggara kegiatan itu menyayangkan kegaduhan yang terjadi di tengah masyarakat NTT.

Baca juga: Polda NTT Soal Orasi Kebangsaan yang Libatkan Fahri Hamzah

Menurut kadir, informasi yang mengatakan GARBI NTT berafiliasi dengan ormas radikal tidaklah benar. “Tidak benar GARBI berafiliasi dengan ormas radikal,” katanya dalam jumpa pers di Kupang, Rabu (17/10).

Meski begitu, demikian Kadir, pihaknya menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi dan telah menyampaikan ke pihak Fahri Hamza untuk membatalkan kedatangannya.

“Kami telah sampaikan ke abang Fahri untuk batal datang ke Kupang, namun karena terlanjur ada kegaduhan, maka kami sampaikan permohonan maaf kepada pihak kepolisian dan masyarakat NTT umumnya,” ungkap Kadir.

Ditolak Ormas Lokal, Fahri Hamza Akhirnya Batal ke Kupang

GARBI NTT – ist

Dugruduk Massa Aliansi Tolak Fahri Hamza 

Diakhir kegiatan konfresi pers, tiba-tiba sekelompok aktivis lokal yang menamai diri Aliansi Tolak Fahri Hamza masuk ke ruangan dan mencoba meminta penjelasan pihak GARBI NTT.

Situasi sedikit tegang karena massa yang datang mengeluarkan nada tinggi dan meminta wartawan untuk keluar dari ruang tersebut.

Baca juga: Garda Pemuda Nusantara: Penolakan Fahri Hamzah di NTT Cederai Toleransi

“Kami minta wartawan keluar dulu. Wartawan keluar dulu karena ada yang penting mau kami omong,” kata salah satu dari massa tersebut.

Anggota Aliansi Masyarakat Tolak Fahri Hamza, Laurens Ratu Wewo yang ditemui di lokasi kepada Dawainusa mengatakan, pihaknya tidak menolak keberadaan GARBI NTT, namun yang ditolak adalah kedatangan Fahri Hamza.

“Kami bukan tolak GARBI NTT. Yang kami tolak adalah Fahri Hamza. Kami beranggapan Fahri Hamza adalah tokoh nasional pemecah belah bangsa,” kata Laurens.* (Juan Paseu)