Dinas Pariwisata NTT Luncurkan Perpustakaan Berbasis Digital

Dinas Pariwisata NTT Luncurkan Perpustakaan Berbasis Digital

Dawainusa.com – Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTT Wayan Darmawa mengatakan, pihaknya telah menyediakan perpusatakaan berbasis digital. Perpustakaan ini disediakan untuk kepentingan layanan pariswisata di seluruh NTT.

Menurutnya, langkah diambil sebagai bentuk respon pemprov terhadap dunia digital yang semakin maju. Dengan adanya layanaan ini, dunia kepariwisataan  NTT dengan mudah diakses seluruh calon wisatawan.

“Perpustakaan pariwisata digital sedang kami siapkan dan kami sedang melengkapi literasi tentang berbagai informasi detail tentang pariwisata kita di NTT,” kata Wayan di Kupang, Selasa, (26/3/2019)

Baca juga : Potensi Kopi Lokal Tinggi, Ini Rencana Gubernur NTT

Saat ini, lanjut Wayan, pihak tengah menyiapkan kelengkapan data tentang pariwisata di seluruh NTT. Data-data tersebut akan dimasukan dalam perpustakaan digital agar mudah diakses.

Melihat Peluang Promosi Pariwisata

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memang sangat menjanjikan. Menurut Wayan, ini merupakan peluang untuk pengembangan dan peningkatan pariwisata di NTT.

Selama ini, jelas Wayan, upaya promosi pariwisata belum menggunakan media digital. Langkah ini merupakan terobosan karena melihat adanya peluang yang besar.

“Sehingga ketika wisatawan mau datang ke NTT, mereka sudah mendapat informasi awal tentang berbagai kekayaan wisata kita di daerah-daerah yang mau mereka kunjungi,” jelasnya.

Baca juga: Fahri Hamzah Usul Bentuk UU Lembaga Survei Kepada Pemerintah

Ia menegaskan, potensi wisata di NTT sangat tinggi dan menggirukan bagi wisatawan asing. Terbukti, kunjungan wisatawan asing cenderung meningkat setiap tahun.

lebih lanjut, ia menjelaskan, pemprov akan mendorong upaya pengikatan layanan internet. Hal ini penting agar masyarakat yang ingin mendapatkan informasi pariwisata tidak mendapatkan kesulitan.

Manfaat Lain Perpustakaan Digital

Wayan juga menjelaskan, perpusatakaan digital yang telah disediakan memiliki banyak manfaat. Pihaknya berencana akan memanfaat sarana ini untuk kerajinan masyarakat.

Langkah berikutnya, pihak pemprov akan menyiapkan beberapa strategi promosi pada layanan ini. Informasi layanan tempat wisata akan dilengkapi dengan kerajinan tangan masyarakat.

Kerajinan tangan masyarakat, demikian Wayan, begitu besar di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ada kain tenun tradisional,pakaian, dan makanan lokal.

Kelemahan selama ini, kerajinan-kerajinan tersebut belum dipromosikan dengan baik. Dengan demikian, masyarakat tidak mendapatkan penghasilan yang kurang menjanjikan.

“Jadi tidak hanya gambar atau video tentang objek pariwisata saja, namun juga kami lengkapi dengan literasi atau penjelasan tertulis secara rinci,” jelasnya.

Baca juga: Soal Kampanye Terbuka, Ini Pesan Wakil Ketua MPR Mahyudin

Pihak pemprov berharap, upaya promosi melalui perpusatakaan digital berjalan dengan lancar. Upaya tersebut juga sebagai respon menjawab keluhan wisatawan asing maupun domestik.

“Tentunya promosi tetap kami tingkatkan baik secara digital maupun promosi secara langsung lewat berbagai event di daerah hingga mancanegara,” pungkasnya.*

COMMENTS