Dinas Pariwisata Dorong Pengadaan Kapal Cepat Labuan Bajo-Sumba

Dinas Pariwisata Dorong Pengadaan Kapal Cepat Labuan Bajo-Sumba

KUPANG, dawainusa.com – Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mendorong upaya pengadaan kapal cepat yang akan menghubungkan Kota Labuan Bajo, Manggarai Barat dengan berbagai kota di Pulau Sumba.

Kepala Dinas Pariwisata NTT Marianus Ardu Jelamu mengatakan, langkah tersebut dilakukan agar terciptanya konektivitas antara Labuan Bajo dengan Pulau Sumba. Dengan demikian, aktivitas pariwisata di dua daerah tersebut menjadi lancar.

“Terutama kami mendorong pihak swasta agar bisa mengadakan layanan kapal cepat dari Labuan Bajo menuju Waingapu atau Tambolaka di Pulau Sumba untuk membuka konektivitas pariwisata,” ujar Jelamu di Kupang, Jumat (31/8).

Baca juga: Labuan Bajo akan Mendapatkan Kapal Pengangkut Air dan Sampah

Upaya pengadaan kapal yang menghubungkan kedua wilayah tersebut, demikian Jelamu, juga dilakukan sebagai tanggapan atas berbagai masukan dari sejumlah wisatawan.

Jelamu menerangkan, selama ini, banyak wisatawan yang mengalami kesulitan ketika hendak berwisata ke dua daerah tersebut.

Sebab ketika mereka hendak menuju Pulau Sumba dari Labuan Bajo, mereka terpaksa harus menjalankan penerbangan ke Kupang terlebih dahulu. Karena itu, mereka juga mengusulkan agar konektivitas udara antara kedua daerah itu juga sebaiknya ada.

“Jadi mereka harus memutar lebih jauh, untuk itu kenapa pentingnya kami mendorong ada layanan kapal cepat ini. Kan dekat sekali dari Labuan Bajo ke Tambolaka, Sumba Barat Daya, saya kira kalau kapal cepat hanya satu jam sudah bisa sampai,” tutur Jelamu.

Labuan Bajo sebagai Pintu Masuk Wisatawan

Jelamu mengatakan, saat ini, Labuan Bajo sudah menjadi pintu masuk bagi para wisatawan yang datang ke daerah Nusa Tenggara Timur. Banyak wisatawan, kata dia, yang memiliki daya minat cukup tinggi untuk datang ke wilayah di ujung barat Pulau Flores tersebut.

Setelah dari Labuan Bajo, demikian Jelamu, para wisatawan biasanya langsung menuju Pulau Sumba. Hal itu terjadi karena daerah tersebut juga memiliki daya tarik wisata yang cukup tinggi dan sangat menarik.

“Dari kajian juga menunjukkan bahwa minat wisatawan setelah berkunjung ke Labuan Bajo yaitu ke Pulau Sumba, jadi menggeser minat kunjungan yang sebelumnya ke Taman Nasional Kelimutu di Kabupaten Ende, Flores,” jelas Jelamu.

Baca juga: Soal Penataan Kapal Wisata di Labuan Bajo, Pemerintah Terbitkan Perda

Seperti diketahui daerah Sumba sudah dikenal baik di level nasional maupun internasional karena kekayaan objek wisata di dalamnya. Daerah ini memiliki sejumlah potensi wisata di antaranya ialah Kuda Sandelwood, Kain Ikat, resort terbaik dunia di Nihiwatu.

Hal itu ditambah dengan keberadaan Sumba yang telah dinobatkan sebagai pulau terindah di dunia oleh sebuah majalah di German beberapa waktu lalu.

Dengan peluang ini, Jelamu mengatakan bahwa sudah seharusnya konektivitas antara kedua daerah tersebut terjamin dengan baik.

“Untuk penerbangan memang persiapannya lebih lama, sehingga kami mendorong pihak ketiga membuka layanan kapal cepat. Kalau ini dibuka maka arus wisatawan ke Pulau Sumba tentu menggeliat dengan sendirinya,” terang Jelamu.

Kembangkan Infrastruktur

Dorongan pihak Dinas Pariwisata NTT untuk membuka konektivitas baik laut maupun udara dari Labuan Bajo menuju Pulau Sumba memang semestinya dilakukan.

Akan tetapi, hal itu perlu diikuti dengan pengembangan berbagai infrastruktur yang dapat menjamin hal itu seperti pelabuhan dan bandara.

Baca juga: Buka Rute Penerbangan Surabaya – Labuan Bajo, Lion Air Group Diapresiasi

Untuk infrastruktur bandara di Labuan Bajo, pemerintah pusat sendiri telah menegaskan bahwa pengembangan Bandara Internasional Komodo yang terletak di daerah itu akan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional.

“Bandara Komodo merupakan prioritas pemerintah untuk dikembangkan karena merupakan salah satu dari 10 daerah wisata unggulan nasional,” jelas Jelamu di Kupang, Jumat (8/6).

Landasan pacu Bandara Komodo ini, jelas Jelamu, akan diperpanjang sehingga pesawat berukuran besar dimungkinkan mendarat di sana. Dengan demikian, wisatawan mancanegara dapat terbang secara langsung ke daerah tersebut.*