Diduga Kenakan Pin Bergambar Bintang Kejora, Filep Karma Sempat Diamankan

Diduga Kenakan Pin Bergambar Bintang Kejora, Filep Karma Sempat Diamankan

Diduga mengenakan pin bergambar bintang kejora, eks tahanan politik Filep Karma sempat diamankan polisi di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa malam (2/1). (Foto: Filep Karma - ist)

JAKARTA, dawainusa.com Gara-gara pin yang diduga bergambar bintang kejora yang menempel di bajunya, bekas tahanan politik (eks-tapol) Filep Karma sempat diamankan polisi di Bandara Soekarno – Hatta, Selasa (2/1).

Ada pun lambang bintang kejora itu merupakan lambang bendera kelompok separatis di Papua yakni Organisasi Papua Merdeka (OPM); sebuah organisasi yang memperjuangkan kemerdekaan Papua dengan memisahkan diri dari NKRI.

Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Ahmad Yusep Gunawan membenarkan adanya kejadian tersebut pada Selasa (2/1) pukul 21.00 WIB. Yusep mengatakan, pihaknya hanya menerima pelimpahan dari pihak Avsec dan Pom AU yang mencurigainya.

Baca juga: Jangan Biarkan Politik Identitas di DKI Terjadi Dalam Pilkada Serentak 2018

“Dia dibawa Pom AU dan Avsec, setelah diminta keterangan terkait adanya atribut dari kertas diduga ada lambang bintang kejora,” kata Yusep kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, sebagaimana dilansir detik.com (Rabu (3/1).

Menurut Yusep, ketika ditanya mengenai motif mengenakan pin bergambar bintang kejora tersebut, Filep Karma yang singgah di Jakarta dalam rangka mengikuti konfrensi HAM di Jerman, mengaku tidak ada motif politis dan hanya sekadar senang saja.

Kronologi Peristiwa

Aktivis Civil Liberty Defender Uchok Sigit Prayogi yang datang bersama rekan-rekannya dari Civil Liberty Defender menjumpai Filep Karma menuturkan kronologi peristiwa yang menimpa pria 58 tahun tersebut.

Menurut keterangan Uchok, Filep Karma mulai dicurigai saat di Bandara Adi Sucipto-Yogyakarta oleh seorang personel TNI yang kebetulan sama-sama sebagai penumpang di pesawat tersebut. Personel TNI tersebut sempat menegur Filep karena pin yang ada di bajunya.

Baca juga: Anies Baswedan: Agama Sesungguhnya Membawa Kesejukan

Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 21.00 WIB, Filep kembali dicurigai dan digelandang ke Ruang Tunggu kedatangan oleh beberapa personel TNI baik yang berpakaian dinas maupun yang berpakaian sipil.

“Saat pak Filep sampai di bandara kurang lebih pukul 21.00 WIB, kemudian dihadang beberapa anggota TNI berpakaian sipil maupun pakaian dinas dan kemudian membawa pak Filep ke ruang tunggu kedatangan,” kata Uchok, sebagaimana dilansir cnnindonesia.com, Rabu (3/1).

Diruang tunggu itulah, personal TNI mempersoalkan PIN yang dikenakan Filep. Saat interogasi terkait pin tersebut, Filep sempat dibentak bahkan sampai mendapat gerbakan meja. Interogasi berlangsung sampai pukul 23.00 WIB.

Filep baru dilepaskan setelah Uchok dan kawan-kawan datang dan mempertanyakan kapasitas polisi dan TNI AU untuk melakukan interogasi yang tidak dapat dijelaskan oleh pihak kepolisian. Filep dilepas sekitar pukul 01.00 WIB.

Sejumlah Kontroversi Filep Karma

Filep Karma bukanlah figur biasa. Ia adalah sosok yang dicintai sekaligus dibenci. Ia dicintai oleh mereka yang pro-kemerdekaan Papua karena perjuangannya untuk kemerdekaan Papua dan dibenci oleh mereka yang pro-integrasi dengan Indonesia.

Sejumlah kontroversi mewarnai perjalanan hidup Filep Karma. Keluar masuk penjara dilakoninya. Pertama, Dia sempat memimpin pengibaran bendera Bintang Kejora di Biak pada 1998 dan akhirnya dipenjara. Namun dua tahun kemudian dia dibebaskan.

Baca juga: Pengamat: Pengganti Setya Novanto Tak Boleh Ada Cacat Moral

Kedua, Pada 2004, dia kembali melakukan aksi serupa sehingga dituduh makar. Filep dihukum 15 tahun penjara namun akhirnya dibebaskan pada 19 November 2015.

Pasca mendapat remisi dari presiden Jokowi tahun 2015, pria berjenggot panjang itu tetap giat memperjuangkan kemerdekaan papua tetapi dengan jalan damai.* (RSF)