Diduga Kecewa dengan Hasil Pemilu, Keluarga Caleg Ini Tutup Jalan

Diduga Kecewa dengan Hasil Pemilu, Keluarga Caleg Ini Tutup Jalan

Aksi tersebut terjadi lantaran sang caleg gagal meraih suara terbanyak dalam pemilihan anggota legislatif saat Pemilu yang telah dilaksanakan pada 17 April 2019 lalu.

 Dawainusa.com – Pesta demokrasi Pemilu 2019 telah usai.  Beragam reaksi mucul atas hasil yang telah diperoleh. Dalam pemilu 2019 ini ada banyak kejadian yang menghiasi pemberitaan media.

Mulai dari klaim kemenangan pasangan capres dan cawapres, meninggalnya para petugas KPPS, kecurangan saat pencoblosan, higga berita tentang caleg gagal.

Salah satu kejadian yang tak luput dari pemberitaan media yakni aksi dari keluarga salah seorang caleg DPRD di Desa Nangadhero, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Aksi tersebut terjadi lantaran sang caleg gagal meraih suara terbanyak dalam pemilihan anggota legislatif saat Pemilu yang telah dilaksanakan pada 17 April 2019 lalu.

Karena gagal meraih suara terbanyak, anggota keluarga caleg Daerah Pemilihan (Dapil) 1 itu lantas menutup akses jalan lingkungan dengan bebatuan dan pasir di Desa Marapokot dan Desa Nangadhero pada Selasa (23/4/2019).

Tumpukan Pasir dan Bebatuan Menutupi Badan Jalan di Dua Desa

Dikutip dari Kumparan.com, berdasarkan pantuan florespedia, ada 10 titik tumpukan pasir dan bebatuan yang menutupi akses jalan di dua desa itu.

Sepuluh titik tumpukan pasir tersebut yakni 4 titik berada di wilayah Desa Marapokot yakni di RT 01 dan RT 02. Sedangkan 6 titik lainnya berada di Desa Nangadhero khususnya di RT 08, RT 09, dan RT 10.

Diduga Kecewa dengan Hasil Pemilu, Keluarga Caleg Ini Tutup Jalan

Jalan yang ditutup dengan tumpukan material batu oleh tim keluarga Caleg di Nagekeo, NTT – Foto florespedia/kumparan.com

Tumpukan pasir dan bebatuan tersebut menutupi jalan yang menjadi akses utama untuk kegiatan ekonomi, sosial, tempat ibadah dan pendidikan warga Desa Marapokot dan Desa Nangadhero.

Jalan yang ditutup merupakan salah satu jalur akses transportasi yang paling dekat dan paling mudah bagi masyarakat di wilayah itu.

Aksi penutupan jalan ini dibenarkan oleh Idul Yusuf, warga Desa Marapokot. Ia mengatakan bahwa aksi penutupan jalan tersebut merupakan dampak dari kekecewaan salah satu caleg DPRD Nagekeo dari Dapil 1 yang gagal meraih suara terbanyak.

“Saat mereka kasih turun material, saya ada di tempat. Mereka-mereka yang turun material saya kenal baik. Mereka itu adalah adalah keluarga dari salah satu calon DPRD Nagekeo,” ungkap Idul.

Warga Sulit Melakukan Aktivitas

Idul mengungkapkan penutupan jalan itu menyebabkan warga setempat sulit melakukan aktivias. Dia berharap agar pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Nagekeo dan aparat keamanan bisa secepatnya menyelesaikan persoalan yang meresahkan warga tersebut.

Selain Idul, ada juga seorang warga, Ketua RT 08 Desa Nangadhero, Petronela Aso yang menyaksikan aksi penutupan itu. Petronela Aso mengatakan bahwa penutupan jalan tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WITA pada Selasa (23/4/2019).

“Kami hanya nonton saja karena masa lebih dari 10 orang. Mereka keluarga dari salah satu calon anggota DPRD Nagekeo dari Dapil 1,” ungkap Petronela.

Terkait persoalan ini, Kepala Desa Nangadhero, Muhamad Roslang, mengaku belum mengetahui identitas para pelaku yang menutup jalan itu.

“Saat kejadian itu saya lagi di luar. Saya tahu ada laporan dari warga. Dan siapa dan dari mana yang tutup jalan itu, saya belum tahu orangnya,” demikian kata Muhamad Roslang.

Sementara itu pihak Kepala Polsek Aesesa, AKP Ahmad, mengatakan pihaknya akan memanggil pelaku aksi penutupan jalan di dua desa tersebut.

“Besok saya akan panggil orang-orang yang tutup jalan untuk melakukan klarifikasi. Kalau material untuk sumbang kerja jalan tidak apa-apa. Tapi kalau karena kecewa kalah politik saya akan tindak tegas pelaku yang tutup jalan itu,” tegas Ahmad.*

COMMENTS