MAUMERE, Dawainusa.com – Seorang ibu muda berinisial MM (23) asal Flores Timur, NTT terpaksa harus menjalani perawatan intensif di ICU RSUD dr. TC. Hillers Maumere setelah ia dianiaya oleh suaminya sendiri.

Dilansir dari POS KUPANG pada Senin (16/12/19), ibu muda tersebut diduga diinjak oleh sang suami pada bagian perut dan dada. Dari keterangan pihak RSUD Maumere, korban masuk RS sejak pekan lalu, yakni pada Selasa (10/12/19).

“Katanya korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Hanya kami tidak tahu lebih lanjutnya seperti apa kasusnya. Ibunya juga masih muda,” jelas Direktris RSUD dr.TC. Hillers Maumere, dr. Clara Francis.

Ilustrasi
Ilustrasi – Foto: ist

Baca juga: Viral Ceraikan Istri, Ini 7 Dugaan Chat Mesra UAS dengan Wanita Lain

Ibu Muda Ini Masih Dirawat di ICU

Lebih lanjut dr. Clara Francis menjelaskan bahwa sampai saat ini, ibu muda tersebut masih dirawat di ICU. Kondisinya sejauh ini, jelas dr. Clara Francis, sudah sedikit membaik walaupun mesti tetap dirawat secara maksimal.

“Sampai hari ini, korban masih dirawat di ICU. Pasiennya sadar, hanya butuh penanganan yang agak khusus, setiap hari dilakukan observasi perkembanganya,” kata dr. Clara Francis.

Untuk diketahui, kasus kekerasan terhadap istri oleh sang suami memang sering terjadi di daerah Flores, NTT. Pada Oktober lalu misalnya, kejadian seperti itu juga terjadi di daerah tersebut tepatnya di Kampung Pau, Desa Galang, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat.

Saat itu, seorang suami yang diketahui bernama Marselus Habun (31) ditangkap karena menganiaya istrinya AAS (29) hingga meninggal dunia.

Dari informasi yang disampaikan oleh pihak kepolisian, adapun alasan sang suami melakukan tindakan demikian kepada sang istri ialah karena dirinya cemburu.

“Pelaku merasa cemburu terhadap korban, karena itu pelaku memukul korban hingga tewas,” jelas Kapolsek Lembor Kapolsek Lembor Yoga Darma Susanto.

Susanto mengatakan, setelah memukul korban dengan kayu api yang sedang menyala, pelaku kemudian memegang sebuah linggis dan sabit untuk mengantisipasi amukan tetangga.

Adapun terkait dengan tindakannya itu, demikian Susanto menjelaskan, pelaku mengakui bahwa saat menganiaya korban, ia sedang dalam kondisi sadar.

Ilustrasi
Ilustrasi – ist

Baca juga: Soal Isu Gugat Cerai Suami, Ini Jawaban Aura Kasih

Akibat dari perbuatannya itu, pelaku kemudian dikenai Pasal 44 ayat (1) ayat (2) ke 1 dan ayat (3) ke 2 undang-undang No 23 tahun 2004 tentang penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga atau pasal 338 KUHP atau Pasal 351 ayat 3 KUHP dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara.*