Dianiaya Orang Tak Dikenal, Ratna Sarumpaet Akhirnya Buka Suara

Dianiaya Orang Tak Dikenal, Ratna Sarumpaet Akhirnya Buka Suara

JAKARTA, dawainusa.com Sebuah foto wajah aktivis Ratna Sarumpaet dengan kondisi bengap dan lebam beredar di media sosial. Aktivis perempuan yang dikenal getol mengkritisi Pemerintahan Jokowi itu dianiaya oleh orang tak dikenal.

Meskipun hingga saat ini belum diketahui motif di balik penganiayaan tersebut, peristiwa yang dialami Ratna telah memantik sisi kemanusiaan kita sebagai sesama anak bangsa.

Baca juga: Presiden Jokowi Soal Kabar Penjarahan Usai Gempa Palu

Ratna sendiri berpesan agar peristiwa pemukulan terhadap dirinya tidak dibesar-besarkan. Pesan itu disampaikannya lewat politisi Partai Gerindra Eka Gumilar.

“Saya baru selesai komunikasi dg Ka Ratna, hanya berpesan mhn kasusnya tidak diperbesar media, krn ckp menggangu u kelgnya. Kita semua ikut prihatin dan sangat menyesalkan kejadian ini. Mari kita doakan beliau sehat selalu dan dalam lindunganNya Amiin,” tulis Eka Gumilar seperti dikutip dari akun Twitternya.

Kicauan Eka Gumilar

Kicauan Eka Gumilar – Twetter

Polisi Didesak Usut Kasus Pemukulan Ratna Sarumpaet

Meskipun an Ratna memilih untuk tidak membesar-besarkan kasus tersebut, tetap saja tindakan kekerasan itu tidak boleh dibiarkan begitu saja.

Ketua Bidang Advokasi dan Hukum Demokrat Ferdinand Hutahaen mendesak pihak kepolisian mengusut peristiwa pemukulan tersebut.

Baca juga: Berikut Tiga jenis Gempa yang Menyebabkan Tsunami

“Kami mendesak Polisi untuk bisa segera menemukan pelakunya dan membongkar motifnya, mengapa Ratna seorang aktivis dan anggota tim pemenangan Prabowo Sandi bisa mengalami kejadian penganiayaan seperti ini,” ujar Ferdinand kepada wartawan, Selasa (1/10).

Wajah lebam Ratna Sarumpaet

Ratna Sarumpaet dengan kondisi bengap dan lebam – ist

Menurut Ferdinand, jangan sampai pemukulan tersebut disebabkan karena aktivitas politik Ratna Sarumpaet. Karena apabila pemukulan tersebut terkait pilihan politik Ratna yang kerap lantang mengkritisi pemerintah, maka menurutnya Indonesia sudah jauh dari rasa aman.

“Apabila ini terkait aktifitas politiknya, maka sungguh negeri ini semakin jauh dari rasa aman dan demokrasi semakin mati,” katanya.

Sebelumnya, Ratna Sarumpaet dikabarkan dipukuli orang tidak dikenal. Beredar di jejaring sosial foto wajah Ratna Sarumpat dengan muka penuh lebam dan luka.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak membenarkan foto tersebut. Sementara itu Anggota Badan Komunikasi Gerindra Andres Rosiade mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya pemukulan tersebut terjadi di dekat bandara Bandung, Jawa Barat pada 21 September 2018.

Hanya saja Andre mengaku tidak tahu penyebab mengapa Ratna Sarumpate dipukuli atau mendapatkan perlakuan seperti itu. “Untuk sebab dan musababnya sebaiknya tanya saja kepada bu Ratna,” pungkasnya.*