Di Sumba Timur, Seorang Lurah Terjaring OTT

Di Sumba Timur, Seorang Lurah Terjaring OTT

Seorang Lurah Terjaring OTT tim sapu bersih Pungutan liar (Saber Pungli) Kabupaten Sumba Timur Kecamatan Kota Waingapu Kabupaten Sumba Timur. (Ilustrasi Pungli - detik.com)

WAINGAPU, dawainusa.com Korupsi itu bagai wabah. Ia menjangkit dan melumpuhkan sendi-sendi kehidupan di republik ini. Mulai dari kalangan konglemerat setingkat politisi, birokrat, pengusaha kelas nasional hingga kalangan kelas ‘teri’ di tingkat desa atau kelurahan.

Kabar tak sedap terkait “wabah” korupsi berhembus dari Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang lurah berinisial  UM di Kecamatan Kanatang,umtim terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Siber Pungli)  kepolisian resor Sumba Timur, Rabu (14/3).

Kapolres Sumba Timur, AKBP Victor M.T Silalahi, SH.MH, Kamis (15/3) sebagaimana diberitakan tribunnews.com, membenarkan hal itu.

Baca juga: OTT, KPK Ciduk Wali Kota Kendari

“Benar OTT oknum Lurah Temu, tangkapnya kemarin setelah tim Saber Pungli turun lansung dan melakukan OTT. Kita masih mendalami nanti kalau sudah matang baru kita sampaikan ke Media,” ungkap Victor.

Victor menerangkan, saat ini, oknum UM masih ditahan di Polres Sumba Timur. Pihak kepolisian Sumba Timur sedang dan akan terus mendalami tindakan oknum lurah tersebut.

Oknum Lurah Pungli Sertifikat Tanah

Menurut Kapolres Viktor, oknum lurah tersebut terjaring tim Siber Pungli karena melakukan pungutan liar (pungli) sertifikat tanah. Pihak Siber Pungli mendapat laporan dari masyarakat terkait tindakan tak terpuji dan terlarang dari oknum lurah tersebut.

Pasca mendapat laporan dari masyarakat itu, oknum lurah itu menjadi target pihak kepolisian. Namun, sambung AKBP Viktor, mereka belum bisa menjelaskan secara rinci terkait OTT kepada UM tersebut, sebab pihaknya masih melakukan pendalaman dan pengembangan pemeriksaan terhadap UM dan sejumlah pihak terkait kasus tersebut.

Baca juga: Romo Benny: Calon Kepala Daerah Kena OTT, Tragedi yang Memilukan

Menanggapi berita OTT oknum lurah tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumba Timur, Juspan mengaku menyesalkan peristiwa tersebut.

“Saya kaget, saya belum tahu belum ada laporan, tapi saya sangat menyesalkan Oknum Lurah kena OTT itu, saya sangat menyesalkan karena Lurah atau Kepala desa yang melakukan perbuatan tidak sesuai dengan aturan”,ungkap Juspan di Gedung Nasional Umbu Tipuk Marisi Waingapu, Kamis (15/3).

Terhadap oknum lurah itu, Sekda Juspan menyerahkan proses hukumnya kepada pihak kepolisian. Menurut dia, jika yang bersangkutan terbukti melanggar aturan hukum maka silakan diproses secara hukum seadil-adilnya.

Sejumlah Peristiwa Lurah Kena OTT

Peristiwa lurah kena OTT karena kasus pungutan liar bukan pertama kali terjadi dan tidak hanya di Sumba Timur. Di sejumlah tempat di Tanah Air, peristiwa itu sering terjadi. Berikut dawainusa.com menghimpun sejumlah peristiwa lurah kena OTT:

Tahun lalu, Lurah di Kecamatan Garum, terciduk tim saber pungli Polres Blitar. Tersangka menjadi target operasi tangkap tangan (OTT), saat menerima sejumlah uang yang diduga pungutan liar.

Baca juga: OTT, Siapa Kepala Daerah Baru yang Diciduk KPK?

Uang yang diduga pungutan liar itu dalam pengurusan pemecahan dan balik nama letter C sebidang tanah. Saat ditangkap di rumahnya, polisi mengamankan enam berkas pemecahan tanah dan uang tunai Rp 9 juta yang diduga hasil pungutan liar.

Sementara dari keterangan awal saksi yang diperiksa, pelaku meminta uang sebesar Rp 1,5 juta. Katanya uang itu sebagai syarat pemecahan dan balik nama sebidang tanah.

Selain itu, Tim Saber Pungli Jakarta Barat pernah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kelurahan Pegadungan. Tim berhasil menangkap tangan MM, selaku lurah Pegadungan.

Tim menyita sejumlah uang sebagai barang bukti, dari tangan sang lurah uang sebesar Rp 2 juta sementara dari hasil penggeladahan tim menemukan uang sebesar Rp 5 juta.

Yang terakhir adalah oknum Lurah Jepara Kecamatan Bubutan yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) di akhir tahun 2017 lalu. Dalam peristiwa itu, tim saber pungli dengan barang bukti uang Rp 1.080.000.*