Di Sikka, Polisi Tangkap Dosen yang Diduga Miliki Ganja

Di Sikka, Polisi Tangkap Dosen yang Diduga Miliki Ganja

MAUMERE, dawainusa. com Di Kabupaten Sikka Provinsi NTT, pihak kepolisian berhasil menangkap seorang dosen yang diduga miliki narkoba jenis ganja.

Melansir Pos Kupang, dosen yang berinisiai SK itu ditangkap di rumahnya di Jalan Patirangga nomor 7 RT 003/RW 002, Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka.

Baca juga: Pileg 2019, Ini Daftar 38 Eks Koruptor yang Ditetapkan Jadi Caleg

“Anggota kami dari Satuan Reserse Narkoba Polres Sikka yang dipimpin Kasatres Narkoba Iptu Anas mengamankan seorang pria berinisial SK di rumahnya. Saat diamankan, SK yang merupakan seorang dosen ini kedapatan memiliki 1 linting ganja yang menyerupai tembakau yang disimpan dalam bungkus rokok bersama 1 batang rokok,” kata Kepala Kepolisian Resor Sikka, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Rickson PM Situmorang, Jumat (21/9).

AKPB Rickson mengatakan, saat penggeledahan di tubuh tersangka, SK mengaku masih menyimpan barang bukti berupa ganja di dalam kamarnya. Dan atas pengakuannya, petugas Sat Narkoba Polres Sikka bersama SK masuk dan menggeledah kamarnya.

“Dalam kamar kami mengamankan 1 linting ganja dan 1 paket ganja yang masih ada di dalam kantung plastik bening. Anggota kemudian membawa tersangka dan barang bukti tersebut ke kantor Sat Narkoba Polres Sikka untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Ada Keterlibatan Pihak Lain

Rickson pada kesempatan yang sama mengatakan, pihaknya akan mengembangkan kasus ganja yang menyeret dosen SK. Dengan pengembangan kasus itu kata Rickson, kemungkinan besar ada keterlibatan pihak lain.

Untuk sementara, dari hasil pemeriksaan tersangka SK, polisi mengumpulkan barang bukti berupa 2 lintingan rokok warna putih yang diduga sebagai narkotika jenis ganja, 1 bungkus kantung plastic klip warna bening yang berisikan serbuk ganja, 1 bungkus rokok yang digunakan untuk menyimpan lintingan ganja, 1 buah pemantik gas warna merah dan 1 telpon genggam merk Oppo F1 warna putih.

Baca juga: Disebut Masuk di Lingkaran Prabowo-Sandi, Ini Komentar Yenny Wahid

Polisi juga mengamankan dua orang saksi yakni Wayan Kesso dan Adi Bos. Tersangka SK kata Rickson dijerat menggunakan pasal 111 ayat (1) dan/atau pasal 114 ayat (1) Unadang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba yang menyatakan:

“Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hokum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Gol 1 dalam bentuk tanaman dan/atau setiap orang yang tanpa hak atau melawan hokum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan 1, bukan tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas ) tahun dan dipidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar,” ungkapnya.*