Dawainusa.com Mulai Senin 15 Juni 2020, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menerapkan new normal. Semua akses bakal dibuka.

Layanan publik dan jasa serta bisnis termasuk transportasi darat, laut dan udara antardaerah di wilayah berbasis kepulauan itu ikut dibuka.

Baca juga: Biaya yang Harus Dikeluarkan Warga jika Ingin Lakukan Rapid Tes di NTT

Kepala Dinas Perhubungan NTT, Isyak Nuka mengatakan, khusus untuk layanan transportasi antardaerah tidak perlu dibekali keterangan rapid test.

“Khusus untuk layanan transportasi udara, laut dan darat antardaerah di NTT tak perlu dibekali keterangan rapid tes atau swab. Warga tetap diperbolehkan bepergian tanpa keterangan tersebut,” kata Kepala Dinas Perhubungan NTT, Isyak Nuka, Kamis (4/6/2020).

Biaya Mahal

Dia mengatakan, kebijakan itu diambil pemerintah mengingat biaya untuk mendapatkan keterangan bebas Covid-19 baik melalui rapid test maupun swab sangat mahal.

Meskipun begitu, protokol kesehatan Covid-19 lainnya wajib diterapkan calon penumpang. Seperti menggunakan masker, mencuci tangan serta menjaga jarak wajib dilakukan.

Kebijakan khusus ini lanjut dia, hanya diberlakukan bagi warga NTT yang akan melakukan perjalanan antardaerah di provinsi ini saja.

“Tidak berlaku bagi warga yang akan datang dan masuk ke NTT. Kalau yang akan datang ke NTT tentu masih wajib membawa keterangan (rapid test atau swab) tersebut,” katanya.

Sebagaimana diketahui, biaya pemeriksaan Covid-19 baik melalui rapid test maupun swab sangat mahal.

Di NTT sendiri sesuai Peraturan Gubernur Nomor 25 tahun 2020 tentang Tarif Pelayanan Kesehatan yang diterbitkan pada 2 Juni 2020, menetapkan biaya rapid test Rp350 ribu sekali tes dan tes swab seharga Rp1.500.000 sekali tes dengan biaya pendaftaran di loket Rp35 ribu.*