Dawainusa.comHasil rapid test Covid-19 seorang pria asal Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) dinyatakan positif hamil.

Pria yang diketahui bernama Ariyanto Boik ini sedang melakukan masa isolasi di Rusun Ne’e, Desa Sanggaoen, Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao, NTT.

Baca juga: Hasil Rapid Test Covid-19 Seorang Pria di NTT Positif Hamil

Berdasarkan informasi yang dihimpun, hasil laporan yang dikeluarkan oleh Laboratorium RSUD Ba’a, bukanlah hasil tes Covid-19 melainkan hasil test kehamilan.

Kakak kandung Ariyanto, Ferdinan Boik mengatakan, keluarga kecewa dengan kinerja Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Rote Ndao. Sebab, pihak keluarga mendapatkan tiga kali hasil rapid test yang berbeda.

“Kok bisa satu sampel darah hasilnya dikeluarkan tiga kali dan berbeda pula,” kata Ferdinan seperti dilansir Kompas.com, Minggu (14/6/2020).

Ferdinand menjelaskan, hasil rapid test Covid-19 pertama diterima keluarga pada Jumat (12/6/2020) sekitar pukul 23.00 WITA. Surat hasil rapid test itu menyatakan Ariyanto reaktif hamil.

Tapi, keluarga kembali menerima surat keterangan hasil rapid test sekitar satu jam kemudian. Hasil yang tertulis dalam surat itu reaktif Covid-19 dan nilai rujukan nonreaktif.

Dalam surat keterangan kedua itu, umur Ariyanto ditulis 27 tahun. Padahal, usia Ariyanto kini 32 tahun. “Dan tidak ada dokter penanggung jawab yang bertanda tangan di hasil rapid test itu,” kata Ferdinan.

Sementara hasil rapid test ketiga diterima pihak keluarga pada Sabtu (13/6/2020) sekitar pukul 15/00 WITA. Surat keterangan itu diterima setelah keluarga protes dan mendatangi lokasi karantina di Rumah Susun Ne’e di Desa Sanggaoean, Kecamatan Lobalain, Rote Ndao.

Keluarga mengaku tak percaya dengan tiga hasil rapid test tersebut. Ferdinan meminta tim medis mengambil ulang sampel darah adiknya dan melakukan rapid test Covid-19 di hadapan keluarga.

“Kecuali dokter ambil ulang sampel darah dan disaksikan keluarga baru kita percaya. Tapi selagi belum ambil sampel darah dan keluarin surat rapid test yang ketiga, ini sebenarnya apa? Kok penyakit kayak gini dipermainkan,” kata dia.

Ia heran dengan hasil berbeda yang diterima adiknya itu. Keluarga, kata dia, akan melaporkan masalah ini ke polisi dan DPRD setempat.

“Kata pemerintah, tidak boleh main-main dengan penyakit ini. Tapi buktinya sekarang yang main-main siapa,”sambung Ferdinan.

Hasil Rapid Test Reaktif

Sementara itu, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Rote Ndao Widyanto P Adhy mengatakan, hasil rapid test Covid-19 Ariyanto reaktif.

“Pada RDT reaktif dan akan dilanjutkan PCR,” kata dia.

Adhy membenarkan ada kekeliruan dalam penerbitan hasil pemeriksaan rapid test Covid-19 Ariyanto pada Jumat (12/6/2020).

“Hari ini (13 Juni), kita mengakui kesalahan itu dan mengoreksinya dengan menerbitkan hasil pemeriksaan laboratorium yang benar,” ujar Adhy.

Adhy enggan menjelaskan bagaimana hasil rapid test itu bisa berbeda dan keliru.

“Menurut saya, tidak penting diberitakan bagaimananya. Tapi yang sudah dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kesalahan yang sama lagi,” ujar Adhy.

Gugus tugas, kata dia, akan membina staf agar kekeliruan itu terulang.

“Pembinaan staf, konsolidasi internal staf, dan penguatan pengawasan sudah dilakukan,”kata Adhy.

Sebelumnya diberitakan, Ariyanto Boik, pria asal Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjalani rapid test saat diisolasi di rumah susun setempat.

Ariyanto merupakan pelaku perjalanan dari area risiko. Di luar dugaan, yang keluar bukannya hasil rapid test Covid-19 melainkan reaktif hamil.*