Di Nagekeo, Haji Selamatkan Seorang Biarawati

Di Nagekeo, Haji Selamatkan Seorang Biarawati

Seorang biarawati atas nama Sr. Prudensia Gaudensia Nona CS diselamatkan oleh seorang Haji ketika dianiaya oleh seorang yang diduga mengalami gangguan jiwa. (Foto Ilustrasi: Haji Selamatkan Sr di Nagekeo/bbc)

NAGEKEO, dawainusa.com Peristiwa naas menimpa seorang biarawati Sr. Prudensia Gaundensia Nona CS di Desa Waekokak, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Flores-NTT, pada Minggu petang (5/11). Biarawati Scalabrinian tersebut dianiaya oleh seorang yang diduga mengalami gangguan jiwa bernama Hans.

Dilansir tribunews.com, Selasa (7/11), akibat penganiayaan tersebut, Sr. Prudensia mengalami memar dan luka di lutut dan benturan di dada kiri. Untungnya, saat kejadian tersebut ada seorang Haji dari kampung Bekek yang menolong korban sehingga tidak terjadi akibat yang sangat luar biasa.

(Baca juga: Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Butuh Perhatian Gereja)

Peristiwa tersebut menuai kemarahan dari keluarga Sr. Prudensia CS. Tarsisius Nong, saudara kandung korban tidak menerima tindakan pelaku terhadap adik perempuan satu-satunya itu.

“Saya tidak terima karena dia melukai adik perempuan saya satu-satunya. Dia datang libur mengunjungi keluarga. Malah ditimpa masalah seperti ini. Sekarang adik saya menderita memar dan luka di lutut, benturan di dada kiri karena diseret. Yang bersangkutan sempat mengangkat batu mau pukul adik saya namun adik saya menghindar dan muncul Pak Haji dengan mobil pick up menyelamatkannya,” ujar Nong di Polsek Aesesa saat melaporkan kejadian tersebut.

Pelaku Membantah

Pelaku yang pasca kejadian tersebut dikejar oleh keluarga korban dan warga membantah dirinya menganiaya biarawati asal kampung Danga tersebut. “Saya punya keluarga pastor dan suster. Saya sangat menghormati mereka. Tidak mungkin saya menyakiti suster,” ujar Hans membantah setelah dirinya berhasil mengamankan diri dari amukan keluarga korban di Polsek Aesesa, Senin petang (6//11).

Menurut pelaku, saat itu dia hanya mau mengetok kepala tukang ojek yang membocengi Sr. Prudensia karena dirinya tersinggung dengan perkataan tukang ojek tersebut yang mengatainya gila.

(Baca juga: Frogs in a Well; Etnografi Perempuan Pirzadah India)

“Siapa yang tidak tersinggung dikatakan gila. Saya punya perasaan. Saya mau ketok kepalanya. Dia menarik gas sepeda motor untuk menghindar. Suster terjatuh dari sepeda motor dan terseret,” ungkapnya kesal.

Hans meminta pihak kepolisian Aesesa untuk mengkonfrontasikan pernyataannya tersebut dengan meminta keterangan dari Sr. Prudensia sendiri dan juga tukang ojek yang mengatainya gila.

“Pak polisi harus panggil suster dan tukang ojek itu kemarin, bukan hanya dengar keterangan dari Tarsi Nong karena dia tidak ada di tempat kejadia tersebut,” harap pelaku.

Polsek Aesesa Upayakan Rekonsiliasi

Pihak kepolisian Polsek Aesesa sedang mengupayakan rekonsiliasi antara pelaku, korban dan keluarga korban sendiri. Hal itu dikonfirmasi Kopolsek Aesesa, Ahmad, S.E.

“Kita upayakan mediasi untuk rekonsiliasi antara mereka. Tapi semuanya kembali ke keluarga korban,” ujar Ahmad.

Dirinya juga menghimbau seluruh masyarakat untuk berhati-hati ketika melintasi di daerah Towak sampai Waekokak, Maki Paket, Nila, Kelurahan Mbay 2.

“Segera menghindar jika melihat pelaku dengan ciri berperawakan kurus, tinggi, rambut ikal dikuncir,” ujarnya.* (RSF)