Di Nagekeo, Gadis 16 Tahun Hamil Setelah Diperkosa Tiga Kali

Di Nagekeo, Gadis 16 Tahun Hamil Setelah Diperkosa Tiga Kali

Seorang gadis 16 tahun di Nagekeo hamil setelah diperkosa tiga kali oleh seorang laki-laki beristri. (Ilustrasi pemerkosaan)

NAGEKEO, dawainusa.com Kado natal yang pahit diterima seorang gadis berusia enam belas tahun (16), di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gadis berinisial OSB tersebut kini harus memikul tanggung jawab mengandung seorang bayi dalam rahimnya, suatu kenyataan yang ia sendiri tidak kehendaki.

Perempuan itu hamil diperkosa seorang lelaki berusia tiga puluh tahun dan diketahui sudah beristri. Dilansir tribunnews.com, lelaki yang berinisial ML itu memperkosa gadis bawah umur tersebut sebanyak tiga kali sejak Oktober lalu.

Kejadian naas ini diketahui setelah korban yang didampingi keluarganya melaporkan pelaku kepada pihak berwajib, yakni Polsek Aesesa, Kamis (21/12). Kapolsek Aesesa, Ahmad, SH mengkonformasi kebenaran bahwa adanya laporan tersebut dan pihaknya pasca laporan tersebut menangkap pelaku di tempat kerjanya di Kolikapa, Kelurahan Mbay 1.

Baca juga: Menteri Susi: Yang Hari ini Enggak Ingat Ibunya, Tenggelamkan!

“Ia kami sudah menagkap pelaku yang berinisial ML di tempat kerjanya karena berdasarkan keterangan korban, dia memperkosanya dan gadis itu masih di bawah umur. Korban sekarang sedang hamil,” ungkap Ahmad, Jumat (22/12).

Pelaku, menurut Ahmad, terancam dijerat dengan UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Dua Kali di Hutan dan Sekali di Rumah Pelaku

Pelaku menggagahi korban sebanyak tiga kali di tempat dan waktu yang berbeda. Menurut keterangan pelapor, pelaku menyetubuhinya pada Rabu, (4/10).

Saat itu, pelaku mengajak korban mencari kayu bakar di hutan sekitar Pemukiman Translok Aesesa. Sampai di hutan, bukannya mencari kayu bakar tapi malah memaksa untuk menyetubuhinya.

Baca juga: Ini yang Akan Diboikot FPI 25 Desember Nanti

Aksi yang kedua yang dilakukan pelaku, seingat korban, terjadi di rumah terlapor di Pemukiman Translok Blok D, Desa Waekokak, Kecamatan Aesesa. Terlapor menahan korban untuk menginap di rumah. Pada pukul 23.00, Minggu, (6/10), pelaku masuk kamar korban kemudian menyetubuhinya.

Kali terakhir pelaku menyetubuhi korban yakni pada Sabtu (14/10). Seperti kejadian yang pertama, pelaku mengajak korban mencari kayu bakar di hutan. Dan kembali terjadi, pelaku menyetubuhi gadis tersebut.

Rentetan tindakan inilah yang membuat korban kini berbadan dua. Kenyataan itu, yang dari segi usia, belum saatnya ia alami. Bagai menelan pil pahit bagi korban dan keluarganya. Gadis itu harus mengandung dan akan menjadi ibu sebelum ia secara alamiah siap mengandung dan menjadi ibu.

NTT Darurat Kekerasan Sesksual

Peristiwa yang dialami OSB, memperpanjang barisan anak-anak perempaun di NTT yang menjadi korban pemerkosaan.

Dalam dua bulan terakhir ini, dawainusa.com dua kali melansir kejadian pemerkosaan yakni seorang ayah di Kampung Rimon, Desa Ruan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), tega memperkosa putrinya sendiri dan pada 22 November seorang gadis di Ruteng diperkosa oleh seorang mahasiswa dan pegawai koperasi harian.

Baca juga: Pilgub NTT: Internal PDIP Retak, Demokrat Kian Solid

Sementara itu, berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), pada tahun 2016 ada sekitar 50 sampai 70 kasus anak yang berhadapan dengan hukum karena kasus kekerasan seksual di NTT dan jumlah ini meningkat menjadi 80 kasus hingga semester pertama 2017.

Data ini menunjukkan NTT menjadi salah satu daerah yang rawan terjadi kekerasan seksual. Ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi semua pemangku kebijakan di NTT untuk meminimalisir kasus kekerasan seksual terhadap anak. * (RSF)