Di Malaka, Kakek 82 Tahun Meninggal Diterkam Buaya

Di Malaka, Kakek 82 Tahun Meninggal Diterkam Buaya

Seorang kakek berusia 82 tahun meninggal diterkam buaya, di Sungai Benenain, Kab. Malaka, Kamis siang (4/11). (Ilustrasi diterkam buaya - ist)

BETUN, dawainusa.com Duka dialami keluarga Yeremias Seran. Pasalnya, kakek berusia 82 tahun itu meninggal secara tak wajar diterkam buaya di anak sungai Benenain, Kabupaten Malaka, Kamis (4/1).

Menurut keterangan Kepala Desa (Kades) Umatoos, Yuliana Hoar, pada Kamis malam (4/1), kepastian warganya meninggal diterkam buaya disampaikan seorang warga lain yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut.

“Ada seorang warga yang melihat korban saat dibawa buaya di dalam kali. Korban sudah tidak bisa berbuat apa-apa selain melambaikan tangannya ke atas untuk meminta tolong. Warga tersebut langsung berlari ke kampung untuk menginformasikan kejadian tersebut,” tutur Yuliana, sebagaimana dilansir tribunnews.com, Jumat (5/1).

Baca juga: Apresiasi Para Sultan Hingga Curhat Raja Kupang ke Jokowi

Pasca mendengar informasi tersebut, sejumlah polisi dari Polsek Malaka Barat mencari korban dengan menyusuri sungai tempat kejadian tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi terbaru terkait keberadaan jenasah korban.

Kapolsek Malaka Barat, Ipda Samsul Bahri mengaku, pihaknya mencari korban untuk memastikan apakah masih ada sisa atau semua jasadnya habis ditelan buaya.

Saat Hendak Mengambil Air untuk Masak Ubi

Seharian korban bekerja sebagai petani ladang. Walaupun usianya sudah tidak muda lagi, sang kakek tetap kuat bekerja. Siang hari pada saat kejadian tersebut, sang kakek pergi sungai menimba air untuk memasak ubi.

Tanpa disangka, ternyata hari itu menjadi hari terakhir baginya. Ia pergi untuk selamanya dengan cara mengenaskan. Kades Yuliana menduga, rupanya pria usia senja itu tidak menyadari dirinya sedang dipantau buaya di sungai tersebut, sehingga dirinya tidak waspada.

Baca juga: Tren Kemiskinan Menurun, NTT Tetap Bertengger di Posisi Ketiga Daerah Termiskin

Kakek Yeremias Seran alias Be Uku Weklak bukan korban pertama yang diterkam buaya khususnya di Kabupaten Malaka dan di NTT umumnya. Sebelumnya di kabupaten yang sama dan juga daerah-daerah lain di NTT pernah terjadi peristiwa yang sama.

Pada 21 Juni 2016 lalu, seorang warga Kabupaten Malaka tewas diterkam buaya. Korban yang bernama Paulus Nahak Ulu (65) itu diterkam saat dirinya sedang memperbaiki tambak bandeng miliknya, warga Desa Badarai, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka.

Peristiwa serupa pernah juga terjadi di kabupaten Lembata. Warga Desa Atanila Napo, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Lazarus Ua Kolek (67) tewas dimangsa buaya saat dia mandi di pantai desa tersebut.

Sementara itu, Camat Amfoang Timur, Kabupaten Kupang Anisitus Kase, S.E, pada 27 Juli 2016 lalu menuturkan , buaya merupakan leluhur orang Timor. Pernyataan Kase kala itu menanggapi peristiwa seorang warga yang diterkam buaya, di muara Pantai Sombiko, perbatasan Districk Oecuse, Timor Leste.

Dalam peristiwa naas itu, Geraldo Hale Bauk (23), warga RT 01 RW I Dusun I, Desa Netemnanu Utara, Kecamatan Amfoang Timur menjadi korban.* (RSF)