Di Elar-Manggarai Timur, Ayah Dibacok Anak Kandung

Di Elar-Manggarai Timur, Ayah Dibacok Anak Kandung

Dominggus Ndarung mengalami luka sobek di kepala akibat dibacok EE, anak kandungnya sendiri. Peristiwa naas itu terjadi karena pelaku kesal dengan cara sang ayah membangunkannya dari tidur. (Foto: Ilustrasi Pembacokan - Ist).

BORONG, dawainusa.com Pada Jumat (19/1) menjadi hari kelabu bagi Dominggus Ndarung. Ia mengalami luka sobek di kepala akibat dibacok EE, anak kandungnya sendiri. Lima luka menganga di kepalanya. Darah pun bersimbah di sekujur tubuhnya.

Dominggus pun harus dilarikan ke Puskesmas Elar-Manggarai Timur untuk mendapat pertolongan medis. Namun, karena kondisinya sangat kritis akibat terlalu banyak darah yang keluar, pihak Puskesmas Elar merujuk Dominggus ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ben Mboy – Ruteng. Sekarang, ia masih terbaring lemah di RSUD Ben Mboy.

Baca juga: Kesal dengan Mertua, Seorang Ayah Racuni Anak Kandungnya Sendiri

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Polres Manggarai, Ipda Daniel Jiu, membenarkan adanya peristiwa pembacokan tersebut. Peristiwa ini terjadi di Kampung Selek, Desa Kaju Wangi, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT, Jumat (19/1).

“Ia kemarin ada peristiwa pembacokan Pak Dominggus oleh anak kandungnya sendiri. Korban sedang dirawat RS Ben Mboy,” tutur Ipda Daniel Jiu, Sabtu (20/1).

Karena Kesal Dibangunkan, Ayah Dibacok 

Menurut penjelasan Ipda Daniel Jiu, dari  hasil interogasi pelaku oleh anggota kepolisian yang bertugas di Elar, peristiwa naas itu terjadi karena pelaku kesal dengan sang ayah. Kekesalan pelaku karena sang ayah membangunkannya dari tidur pagi-pagi buta sekitar pukul 05.00 Wita.

Cara membangunkan dari sang ayah membuat pelaku naik pitam. Sang ayah memukul kepala pelaku dan mendorongnya hingga jatuh dari tempat tidur.

“Penyebab kejadian tersebut karena pelaku merasa kesal dan emosi dengan korban karena korban membangunkan pelaku dengan cara mendorong pelaku dan juga memukul pelaku hingga jatuh dari tempat tidur,” jelasnya.

Baca juga: Vonis untuk Mariana, Gadis Asal Sumba yang Aniaya Anak Kandungnya

Sebelum dibacok dengan sebilah parang, pelaku sempat memukul korban dengan tangan. Emosi yang semakin meledak-ledak kemudian pelaku mengambil parang yang disimpan di dapur.

Korban yang sudah tak berdaya dan tenaganya sudah tidak perkasa lagi karena termakan usia pun ditebas sang anak. Luka menganga pun tak terhindarkan. Darah bersimbah mengalir hingga korban dalam kondisi kristis. Beruntung nyawanya masih tertolong.

Peristiwa ini disaksikan sejumlah keluarga. Namun, mereka tidak bisa berbuat-apa. Pelaku yang dalam kondisi emosi susah dilerai apalagi dengan sebilah parang di tangannya.  Pelaku baru berhenti setelah sang ayah terkapar dan semakin banyak orang yang datang ke TKP.

Untuk diketahui,  sebelum peristiwa itu terjadi, pelaku bersama korban tidur di satu tempat tidur. Keduanya tidur bersebelahan. Di tempat tidur yang sama, ada juga paman pelaku yaitu Alo Tambar yang tidur bersama mereka.

Pelaku Sudah Ditahan

Pasca bacok sang ayah, pelaku langsung meminta perlindungan dari pihak kepolisian Polsek Elar- Manggarai Timur. Sesampainya di kantor polisi, pelaku sempat dinterogasi terkait alasannya membacok ayahnya sendiri.

Dari Polsek Elar, pelaku lalu dibawa ke Kantor Kepolisian Resor Manggarai. Polisi dari Ruteng yang mejemput pelaku. Pelaku sedang ditahan di Sel Polres Manggarai di Ruteng.

“Pelaku usai kejadian langsung meminta perlindungan diri ke Pospol. Elar lalu dijemput Aparat Polres Manggarai di Elar. Pelaku sudah ditahan di Sel Polres Manggarai,” ujar Kapolres Manggarai, AKBP Cliffry Steiny Lapian melalui Kasubag Humas, Ipda Daniel Djihu, di Ruteng, Sabtu (20/1) pagi.

Baca juga: Diduga Terbelit Persoalan Asmara, Ibu Ajak Tiga Anaknya Tenggak Racun

Pihak kepolisian akan menjerat pelaku dengan Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman lebih dari 5 tahun penjara. Pihak kepolisian belum memastikan kapan pelaku akan disidangkan.

Sementara itu, pihak keluarga masih fokus menangani korban. Korban masih dalam kondisi tidak sadar. Mereka berharap korban cepat pulih dan terhadap pelaku mereka serahkan pada pihak kepolisian.*