Detik-detik Preman Berkedok Sekuriti Diciduk Polisi

Detik-detik Preman Berkedok Sekuriti Diciduk Polisi

VIDEO, dawainusa.com Sebuah video yang mempertontonkan aksi polisi sedang membekuk sekelompok preman berkedok sekuriti viral di jagat media sosial facebook.

Video tersebut menjadi viral ketika pemilik akun bernama Rendi Puguh Gumilwang mengunggahnya di facebook, yakni pada Minggu (26/8) lalu. Dalam unggahannya itu, Rendi juga sempat menuliskan keterangan atas video tersebut.

Ia menuliskan, para preman yang diciduk oleh polisi seperti yang terlihat di dalam video itu telah lama melakukan tindakan sewenang-wenang terhadap warga di kompleks ruko Seribu Cengkareng.

Baca juga: Alasan Pesilat Malaysia Rusaki Dinding Ruang Altlet

“Para preman berkedok sekuriti ini ditengarai memeras hingga puluhan juta rupiah selama bertahun-tahun di kompleks ruko Seribu Cengkareng. Apabila tidak membayar maka akan dirusak fasilitas ruko bahkan bangunan yang ada. Hingga akhirnya team jatanras polres metro Jakarta Barat melakukan penangkapan terhadap para begundal ini,” tulis Rendi.

Seperti yang terlihat, dalam video pertama yang berdurasi 1 menit 16 detik yang diunggah Rendi itu, tampil seorang preman sedang menuduh seorang pemilik ruko bahwa ia tidak memiliki izin resmi dari pihak RT/RT setempat untuk membangun sebuah jembatan kecil di depan rukonya.

Tuduhan tersebut dibantah oleh pemilik ruko. Ia mengatakan bahwa pembangunan jembatan kecil itu sebenarnya sudah mendapat izin dari pihak RT/RW setempat.

Meski demikian, para preman tersebut tetap tidak menerima jawaban pemilik ruko itu. Mereka justru kemudian membongkar secara paksa jembatan kecil yang telah dibangun oleh pemilik ruko tersebut.

Diketahui Polisi

Aksi para preman tersebut kemudian diketahui oleh pihak kepolisian. Kasat Reskrim Jakarta Barat AKBP Edy Suranta Sitepu mengatakan, tindakan premanisme tersebut diketahui oleh pihak mereka dari informasi atau laporan warga setempat.

Menanggapi laporan tersebut, Polres Jakarta Barat kemudian mencari kepastian dan kebenaran dari hal tersebut. Mereka mengirimkan salah satu anggota menuju tempat kejadian dengan cara menyamar sebagai warga biasa, yakni pada Jumat (25/8).

Baca juga: Gerakan #2019GantiPresiden akan Mendongkrak Partisipasi Politik

Sesampai disana, polisi tersebut masuk ke dalam lokasi dengan mengikuti warga yang datang ke dalam kompleks ruko yang diketahui akan membangun jembatan di situ.

“Jadi untuk memastikan benar atau enggak, pada saat si pemilik ruko akan memasukkan bahan bangunan dengan pekerjanya, kita mengikutkan salah satu anggota kita,” terang Edy.

Pada saat penelusuran, anggota kepolisian tersebut juga hampir mendapat tindakan penganiayaan dari para preman itu.

Akan tetapi, dengan cepat, polisi tersebut langsung memberikan tindakan yang tegas, yakni dengan mengeluarkan tembakan peringatan sekitar enam kali dan kemudian menangkap para preman itu.

Sejauh ini, Polres Metro Jakarta Barat sementara mengamankan para pelaku tersebut serta terus melakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih dalam kepada mereka.*