Detik-detik Penyerangan di Gereja St Lidwina Sleman

Detik-detik Penyerangan di Gereja St Lidwina Sleman

Beginilah kronologi detik-detik penyerangan yang terjadi di Gereja St. Lidwina Sleman - Yogyakarta pada Minggu (11/2) pagi. (Foto: Pelaku Penyerangan - Tempo.co)

YOGYAKARTA, dawainusa.com Seorang pria bersenjata tajam masuk ke dalam gereja dan melakukan teror membabi-buta. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 07.30 WIB, di Gereja St Lidwina Bedog Sleman, Yogyakarta, Minggu (11/2).

Saat itu, jemaat di Gereja St Lidwina sedang khsusuk mengikuti ibadah Misa Pagi. Untuk melumpuhkan pelaku, polisi melepaskan tembakan peringatan dan juga melepas sebutir peluru ke tubuh korban yang nekat menyerang polisi.

Kejadian ini menyebabkan dua umat mengalami luka sobek di belakang kepala. Pemimpin misa, Romo Prier juga menderita luka sobek di kepala bagian belakang. Korban langsung dibawa ke rumah sakit Panti Rapih, RS Ludiro, dan RS UGM.

Baca juga: Penyerangan di Gereja Santa Lidwina, Ini Pernyataan Sikap PMKRI

Suasan Gereja Luiwina

Suasan Gereja Lidwina (foto: CNNindonesia)

Detik-detik Penyerangan pada Minggu Pagi

Andhi Cahyo, seorang saksi mata, menerangkan, aksi nekat pria berpedang itu terjadi ketika awal Misa Pagi. Saat itu, semua umat sedang fokus berdoa. Salah seorang pastor yang hendak memimpin perayaan sudah berada di altar.

Pelaku yang membawa pedang langsung masuk dan menuju altar sembari menyabetkan pedangnya. Dua orang jemaat pun terluka karena sabetan pedang. Romo Prier SJ yang memimpin misa juga turut terluka terkena sabetan pedang.

Baca juga: Pembubaran Baksos, SETARA Institute Kritisi Pernyataan Sri Sultan

“Umat fokus berdoa, dan Romo sudah di altar. Saat itu pelaku masuk lewat pintu depan dan langsung menuju altar. Ternyata sebelumnya, dia sudah melukai seorang umat yang ada di teras depan,” kata Andhi seperti dikutip dari CNNindonesia, Minggu (11/12).

Tak hanya itu, pelaku juga mengayunkan pedangnya ke sekeliling dan menghancurkan patung Yesus dan Bunda Maria yang berada di mimbar.

Andhi menerangkan, saat terjadi serangan tersebut, jemaat di dalam gereja pun kocar-kacir dan mencoba menyelamatkan diri keluar. Namun, pelaku tak keluar dari gereja sekitar 15 menit. Di luar gereja, warga  pun sudah berkumpul.

Sekitar 20 menit kemudian, aparat kepolisian masuk ke dalamgereja sambil mengeluarkan tembakan peringatan, namun pelaku malah menyerang balik petugas. Petugas yang terluka adalah Ajun Inspektur Satu Munir, personel Polsek Gamping yang terluka di bagian tangannya.

Saksi mata lain, Danang Jaya mengatakan meski pelaku sudah ditembak kakinya namun tetap berusaha menyerang anggota polisi.

“Petugas polisi tersebut sampai jatuh dan hampir terkena sabetan pedang,” kata Danang seperti dikutip dari Antara.

Sementara itu, Kapolres Sleman Ajun Komisaris Besar Firman Lukmanul Hakim mengatakan pelaku saat ini mendapat perawatan intensif di rumah sakit. Sempat dirawat di RS Akademik Universitas Gadjah Mada, pelaku kemudian dibawa ke RS Bhayangkara.

Selain Romo Prier dan Munir, korban luka dalam kejadian ini adalah dua jemaat gereja, Budijono dan Martinus Parmadi Subiantara.

Gereja St Lidwina

Gereja St Lidwina (foto: CNNindonesia)

Tanggapan Keuskupan Agung Semarang

Komisi Keadilan, Perdamain, dan Keutuhan Ciptaan (KPKC) Keuskupan Agung Semarang mengutuk keras tindakan kekerasan yang terjadi saat perayaan ekaristi tersebut.

Dalam pernyataan sikap yang diterima dawainusa.com, KPKC Keuskupan Agung Semarang menyebutkan, peristiwa pagi ini menambah duka kita semua di tengah keprihatinan bersama atas situasi Yogyakarta beberapa waktu terakhir ini.

Baca juga: Baksos Gereja Dibubarkan, Sultan dan Bupati Bantul Beda Pendapat

Gereja Katolik ikut berduka dan bersolidaritas bagi segenap umat, aparat, dan Romo Karl Edmund Prier, SJ yang mengalami luka-luka dalam peristiwa ini. Kami berdoa semoga para korban dapat segera pulih seperti sedia kala.

Sementara Uskup Agung Semarang Mgr. Robertus Rubyatmoko Pr meminta masyarakat tidak terprovokasi aksi tersebut. Penyerangan menggunakan senjata tajam tersebut dinialinya harus menjadi momentum untuk mempererat kerukunan di Yogyakarta.

“Saya mengimbau semua untuk tidak terpancing, hadapi dengan hati yang adem, ayem, tenang, jangan sampai terpancing sehingga membuat suasana semakin gelisah. Jadilah pembawa damai dan kerukunan hidup bersama”, kata Mgr. Rubyatmoko.

Mgr. Rubyatmoko mengatakan, selama ini Yogyakarta adalah wilayah toleran. Karena itu penyerangan ini diharapkan tidak menciderai kerukunan dan kedamaian yang selama ini terbina.

“Justu kejadian-kejadian seperti itu menambah perekat kerukunan dan kedamaian bagi semua”, ujarnya.*

Patung Yesus

Kondisi Patung Yesus di Gereja St. Lidwina (foto: CNNindonesia)

Berikut Press Release dari KPKC Keuskupan Agung semarang:

[pdf-embedder url=”http://www.dawainusa.com/wp-content/uploads/2018/02/Press-Release-KKPKC-KAS-11-02-18.pdf” title=”Press Release KKPKC-KAS 11-02-18″]