Dawainusa.com – Pada momen Idul Adha tahun 2020 ini, Presiden Jokowi kembali membeli sapi kurban yang disumbangkan di beberapa daerah di Indonesia.

Seperti yang sudah diketahui, Presiden Jokowi memang sering membeli hewan kurban setiap tahun.

Bahkan orang nomor satu Indonesia ini membeli hewan kurban lebih dari satu dengan harga yang sangat mahal.

Selain mahal, hewan kurban yang dibeli Jokowi juga harus memiliki bobot yang besar dan sudah diperiksa oleh dinas peternakan.

Sapi-sapi yang dibeli Jokowi itu kemudian disumbangkan kepada masyarakan melalui panitia penyembelihan hewan kurban.

Untuk mengetahui deretan sapi kurban yang dibeli Jokowi, berikut ulasannya sebagaimana dikutip Kliktrend.com dari berbagai sumber pada Sabtu (1/8/2020).

Baca jugaPendaftaran Ulang Peserta SKB CPNS Dimulai Hari Ini, Begini Prosesnya

Deretan Sapi Kurban Pembelian Jokowi

Sapi Rp 72 juta untuk warga Sumbar

Presiden Jokowi menyumbangkan seekor sapi seberat 1,1 ton seharga Rp 72 juta untuk warga Sumatera Barat.

Sapi kurban yang dibeli orang nomor satu Indonesia dengan nama Andang itu dibeli Istana dari peternak lokal Solok.

Sapi Rp 79 juta untuk warga Sumut

Di Sumatera Utara, Istana membeli sapi dari peternak Kabupaten Langkat seharga Rp 79 juta.

Sapi yang dibeli Jokowi tersebut memiliki berat 1,1 ton dan dikurbankan di Masjid Agung Medan.

Sapi Rp 79 juta untuk warga Kaltim

Di Kalimantan Timur atau Kaltim, Presiden Jokowi menyumbangkan sapi seberat 968 ton untuk dipotong di Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda.

Harga sapi jenis limosin tersebut dijual seharga Rp 79 juta.

Sapi Rp 80 juta untuk warga Jatim

Untuk Provinsi Jawa Timur, Jokowi menyumbangkan sapi seberat 1,2 ton yang dibanderol seharga Rp 80 juta.

Sapi jenis ongole ini didatangkan dari peternak asal Kabupaten Gresik.

Gambar Sapi
Gambar Ilustrasi/Ist

Baca jugaMenabung 15 Tahun, Nenek Sumiyati Kurban Sapi dan Kambing

 Sapi Rp 89 juta untuk warga Sulawesi Barat

Presiden Jokowi juga menyumbangkan sapi seberat 1,2 ton untuk warga di wilayah Sulawesi Barat.

Sapi kurban yang dibeli Jokowi itu diberi nama Puang Tedong.

Sapi yang berwarna hitam kecoklatan itu masih berusia 4 tahun dan dibanderol harga hingga Rp 89 juta.

Lantaran dianggap sangat istimewa, sapi ini bahkan ditempatkan di atas karpet seharga Rp 2 juta.

“Ada banyak upaya yang saya lakukan agar Puang Tedong tetap sehat dan bisa diserahkan utuh ke Presiden Jokowi.

Saya sudah beri dua lembar karpet hitam, menjaga mandi, dan makannya tiga kali sehari,” kata peternak lokal yang sapinya dibeli Istana, Rahman, dikutip dari Tribunnews.

Sapi Rp 90 juta untuk warga Yogyakarta

Di Idul Adha tahun ini, Jokowi membeli sapi seberat 1 ton dari seorang peternak di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul Joko Waluyo, mengatakan sapi yang dibeli Jokowi dari peternak dihargai Rp 90 juta.

“Jadi sapi yang dicari di DIY kemarin ada lima titik, Bantul tiga dan Sleman dua, yang lolos seleksi dari yang Sedayu.

Harga sapi sebesar Rp 90 juta dengan berat badan kurang lebih satu ton,” kata Joko dikutip dari Antara.

Menurut dia, tiga sapi milik peternak di Bantul yang diseleksi itu berada di Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kecamatan Pajangan, dan Desa Wonokromo, Kecamatan Pleret.

“Setelah dicek oleh teman-teman Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta yang lolos satu, di Sedayu.

Sudah clear, tapi mau dipotong di mana kami tidak tahu, yang jelas Presiden Jokowi sudah membeli sapi dari Bantul satu ekor,” kata dia.

Sapi Rp 130 juta untuk warga NTB

Presiden Jokowi menyumbangkan sapi kurban untuk masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat berupa sapi jenis simental ini dengan memiliki berat 1 ton lebih, dan merupakan sapi kurban Jokowi terbesar se-Indonesia.

“Berat sapi Pak Presiden itu 1,3 ton ya, itu terberat se-Indonesia,” kata Sekretaris Dinas Peternakan NTB Iskandar, saat dikonfirmasi.

Adapun sapi tersebut dibeli oleh Jokowi dari Herman warga Desa Sukamulia, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur, seharga Rp 130 juta.

Iskandar mengatakan, sapi tersebut telah melalui proses seleksi dan pemeriksaan kesehatan oleh Balai Besar Veteriner (BBVET) Denpasar dengan hasil pemeriksaan sapi tersebut dalam keadaan sehat.

“Sapi tersebut dalam keadaan sehat setelah kami ambil sampel darahnya kemudian dikirimkan ke BBAVET diperiksa dan hasilnya sapi itu sehat,” kata Iskandar.