Dengan Biogas, Susteran PSM Ruteng Kini Menghemat Hingga Rp15 Juta

Dengan Biogas, Susteran PSM Ruteng Kini Menghemat Hingga Rp15 Juta

RUTENG, dawainusa.com – Biogas atau gas yang dihasilkan oleh fermentasi kotoran hewan membawa keuntungan bagi komunitas Susteran Penyembah Sakramen Mahakudus (PSM) di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dari pengolahan limbah kotoran ternak babi milik komunitas biarawati Katolik itu, kini mereka bisa menghemat hingga Rp15 juta  untuk membeli minyak tanah.

Sr. Neves, Kepala Biara Susteran PSM Ruteng kepada Dawai Nusa mengatakan, kehadiran biogas akan membawa banyak dampak positif bagi mereka.

Baca juga: Apa Kabar Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Pasar Rakyat Ruteng?

Menurut dia, selain menghemat biaya membeli minyak tanah hingga belasan juta, saat ini komunitas biarawati Katolik ini tak perlu isi ulang gas dan mengeluarkan biaya tambahan.

Tak hanya itu, dari biogas ini mereka juga mendapatkan pupuk organik berkualitas untuk tanaman mereka.  “Setiap bulan kami menghabiskan satu drum minyak tanah untuk kebutuhan di dapur. Jika kami menghitung selama satu tahun maka kami bisa menghabiskan Rp15 juta untuk membeli minyak tanah,” kata suster Nives di Ruteng, Jumat (23/11).

Dikatakan Sr. Nives, saat ini segala kebutuhan memasak di biara itu dilakukan dengan memanfaatkan energi biogas yang tak ada bedanya dengan api dari gas elpiji serta kompor minyak tanah yang mereka gunakan selama ini.

Kompor Biogas

Kompor Biogas – ist

Bangun Biogas Didukung Robert Soter Marut

Membangun biogas oleh para suster, kata Sr. Nives tidak terlepas dari dukungan Marsekal Muda TNI (Purn) Robert Soter Marut. Pensiunan bintang dua angkatan udara yang kini menjadi caleg DPR RI dari Dapil NTT 1 Partai PSI itu menyumbangkan beberapa kompor biogas untuk mereka.

Di sela-sela launching Biogas di Kompleks Susteran PSM, Jum’at (23/11) lalu, Suster Nives selaku kepala biara di tempat itu mengucapkan terima kasih kepada Robert Marut yang telah mendukung mereka dalam penggunaan biogas itu.

Dia berharap, dukungan dan sumbangan Robert Soter Marut dapat berguna bagi rumah tangga susteran mereka ke depan. “Kami berterima kasih kepada Pak Robert yang telah membantu kami, mendorong kami untuk berani membuat biogas ini, kami merasa berani membuat ini ata dorongan bapak,” kata Suster Nives.

Sementara itu, Robert Soter Marut yang menyaksikan peluncuran biogas saat itu mengatakan, dirinya memotivasi para suster untuk menggunakan biogas karena komunitas gereja seperti susteran bisa menjadi tempat belajar bagi masyarakat lain.

Baca juga: PMKRI Ruteng: Polres Manggarai Jangan Beri Harapan Palsu

“Saya memberikan motivasi untuk para suster supaya masyarakat bisa melihat. Karena komunitas seperti ini pasti sering didatangi masyarakat. Harapannya masyarakat yang bisa melihat bisa meniru apa yang dilakukan oleh para suster disini,” kata Robert Marut.

Selain itu, Marut yang menghabiskan kariernya di TNI AU sebagai teknisi jet tempur ini juga mendorong para suster untuk melestarikan lingkungan hidup dari bahaya polusi.

Menurut dia, dengan adanya biogas maka akan mengurangi dampak polusi udara dari kotoran binatang peliharaan yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Setiap mengampanyekan penggunaan biogas, Robert Soter Marut didukung oleh konsultan dari CV SL Consultan yang selama ini concern mempromosikan teknologi ramah lingkungan di NTT.

Direktur SL Consultant, Adrianus Petrus Lagur yang juga hadir disela-sela peluncuran biogas itu mengapresiasi langkah Robert Soter Marut yang getol mendukung serta mengampanyekan teknologi ramah lingkungan NTT.

Menurut Lagur, apa yang telah dibuat Marut layak dijadikan contoh oleh para politisi lain termasuk oleh para pemerintah baik kabupaten maupun provinsi di NTT.

“Apa yang dibuat Pak Robert ini layak ditiru oleh para politisi maupun pemerintah di NTT. Teknologi yang dipromosi dan dikampanyekan oleh beliau ini harus terus dikembangkan untuk keselamatan lingkungan kita kedepan,” kata Lagur.*(Elvis Yunani).

COMMENTS