Dendam Pemuda yang Hajar Ayah Kandungnya Hingga Babak Belur

Dendam Pemuda yang Hajar Ayah Kandungnya Hingga Babak Belur
Ilustrasi - ist

MALANG, dawainusa.com Maraknya aksi nekat anak menggebuk orang tua kandung menjadi catatan buruk bagi pendidikan akhlak di Indonesia.

Tentu banyak alasan, mengapa sang anak tega menghajar orang tua yang telah dengan susah payah melahirkan dan bahkan membesarkannya. Bisa karena alasan ekonomi, tak diperhatikan orang tua atau karena faktor lain.

Baca juga: Bunuh Diri Bersama, Suami Istri Ini Titip Uang dan Surat untuk Anak

Tapi apapun alasannya, melakukan kekerasan terhadap orang tua adalah tindakan yang tidak terpuji. Persis, hal inilah yang dilakukan pemuda di Lamongan, Jawa Timur.

Indra Irawan, pemuda  36 tahun itu tega menggebuki ayah kandungnya yang berusia 65 tahun hingga babak belur.

Dari pengakuannya seperti yang dilansir Tribunnews.com, Kamis (12/3/2020), pemuda Lamongan ini melakukan kekerasan tersebut karena balas dendam yang sudah berlangsung lama. Dia juga merasa selama ini tidak diperhatikan oleh ayahnya, Askur.

Pemuda asal Dusun Bunder, Desa Margoanyar, Kecamatan Glagah Lamongan itu mengaku menghajar ayahnya dengan cara memukulkan batu gunung berukuran 12 sentimeter kali 28 sentimeter, tebal 8 sentimeter.

Ketika belum puas memukulkan batu tersebut, dia juga memukul korban menggunakan tangkai sapu ijuk hingga kayu itu patah menjadi dua bagian.

Karena kondisi korban parah, Askur pun dibawa ke Rumah Sakit Muhammadiyah, Lamongan.

“Pelaku sudah diamankan di Polsek dan sedang dalam pendalaman,” kata Kasubag Humas Polres Lamongan, AKP Djoko Bisono, Rabu (11/3/2020).

Dendam Pemuda yang Hajar Ayah Kandungnya Hingga Babak Belur
Dendam Pemuda yang Hajar Ayah Kandungnya Hingga Babak Belur

Dendam Pemuda ke Ayah Kandungnya

Kepada petugas pelaku mengaku menghajar korban karena merasa dendam karena orang tuanya dianggap kurang perhatian kepada pelaku.

Saat kejadian di rumah tersebut diketahui lansung oleh anggota keluarga, yakni Patimah (61) istri korban, dan Fitri Ariani (20) adik kandung tersangka.

Baca juga: Kisah Siswi SMP di Kupang yang Dijadikan Budak Pamannya

Namun anggota keluarga tidak berani melerai. Dua saksi reflek berteriak minta tolong dan didengar tetangga terdekat, Wahib (60) .

Kejadian itu dilaporkan ke Polsek Glagah dan pelaku berhasil diamankan saat masih berada di lokasi kejadian yang selanjutnya dilaporkan ke pihak berwenang.

Menurut Kapolsek Glagah, AKP M Kosim, mengatakan jika kejadian tersebut adalah murni tindak kekerasan.

Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal 44 ayat (1) dan 2 UU nomot 23 tahun 2004 tentang penghapusan KDRT.

Disinggung terkait tersangka yang mengalami gangguan jiwa, Kapolsek Glagah tidak bisa diyakini.

Berulang kali tersangka mengaku melakukan karena merasa kesal dan balas dendam terhadap korban.

“Perkara ini kami menunggu dari pihak keluarga korban, kalau tidak ada pencabutan, ya proses kita lanjutkan, ” kata Kosim.*

Artikel SebelumnyaBunuh Diri Bersama, Suami Istri Ini Titip Uang dan Surat untuk Anak
Artikel BerikutnyaPolemik Warisan Lina Jubaedah, Sule Enggan Berkomentar Banyak