Deddy Corbuzier Kehilangan Subscriber Gegara Undang Pasangan Gay di Podcast

Deddy Corbuzier Kehilangan Subscriber Gegara Undang Pasangan Gay di Podcast
Foto: Dawainusa.com - Web/@matamata

Dawainusa.com – Nama Deddy Corbuzier kembali menjadi perbincangan publik usai mengundang pasangan gay dalam podcast di YouTube miliknya.

Akibat dari peristiwa tersebut, nama Deddy Corbuzier sempat menjadi trending topic di Twitter.

Baca: Keterlaluan, Netizen Minta Atta Halilintar Rekam Aurel Hermansyah Saat Pompa ASI

Banyak warganet kecewa lantaran dirinya dinilai memberi panggung bagi kelompok LGBT yang masih dianggap tabu di Indonesia.

Deddy Corbuzier Kehilangan Subscriber


Untuk diketahui, Deddy Corbuzier mengundang Ragil Mahardika dan Frederik Vollert untuk membahas kehidupan mereka sebagai pasangan sesama jenis.

Video yang diunggah pada Minggu (8/5) itu telah ditonton hingga 4,7 juta kali dalam kurun waktu satu hari saja.

Namun, video tersebut juga menuai kritik dan kecaman dari warganet. Podcast-nya kali ini dianggap tidak sesuai dengan nilai yang berlaku di Indonesia.

Baca: Istri Pendiri MURI Diisukan Selingkuh dan Ngamar Bareng Gatot Nurmantyo

Bahkan, Deddy tampaknya terancam kehilangan sejumlah subscriber-nya karena beberapa warganet mengaku akan berhenti subscribe kanal YouTube Deddy Corbuzier.

“Podcast nya mkin sini makin ngelantur. Unsubscribe,” tulis Nur***

“Udah report aja bro simple,” tulis hanya***

Ustaz Felix Ingatkan Deddy Corbuzier

Deddy Corbuzier Kehilangan Subscriber Gegara Undang Pasangan Gay di Podcast
Foto: Dawainusa.com – Web/@tribunnews

Podcast tersebut juga mendapatkan kritik dari salah satu pemuka agama di Indonesia, yaitu Ustaz Felix Siauw.

Dalam laman Instagram miliknya, Ustaz Felix mengutarakan keresahannya akan konten terbaru Deddy Corbuzier itu.

“Karena udah terang-terangan, bahkan dengan judul yang sangat provokatif dan bangga dengah kemaksiatan ngingetinnya juga mesti terang-terangan,” tulis Ustaz Felix.

Baca: Salat di Pinggir Jalan, Atta Halilintar Dihujat Warganet

“Sebab dari judul dan yang diundang aja udah jadi kampanye negatif dan jauh dari tuntunan agama, minimal buat orang merasa wajar dengan keburukan dan dosa,” sambungnya.

Ustaz Felix menjelaskan bahwa ia memiliki kewajiban untuk mengingatkan masyarakat bahwa tidak baik melakukan maksiat, menyebarkan maksiat, dan menganggap sebuah maksiat adalah wajar.*