Indonesia Darurat Narkoba, Ini yang Dilakukan  GANN Jakarta Barat

Indonesia Darurat Narkoba, Ini yang Dilakukan GANN Jakarta Barat

Indonesia dikategorikan sebagai negara yang darurat narkoba. Sindikat regional, nasional bahkan internasional terus melancarkan strategi pemasaran narkoba. (Foto: Ketua Divisi Penyuluhan GANN, Wahyu handoko bersama Ketua Umum GANN, Sangaji Bima - doc.ist)

JAKARTA, dawainusa.com Indonesia saat ini dapat dikategorikan sebagai negara yang darurat bahaya penyalahgunaan narkoba. Menurut data Badan Narkotika Nasional (BNN), saat ini penyalahguna narkoba di seluruh Indonesia mencapai 5 juta orang, diantaranya yang berada di Ibukota negara sebanyak 600.000 s/d 1.000.000 orang.

Sebagai respon atas kondisi tersebut, Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Jakarta Barat, bersama timnya melakukan sosialisasi anti narkotika melalui penyebaran brosur mulai dari Monas sampai Bundaran HI Jakarta, Minggu (18/11).

Baca juga: Mahasiswi Turki Gigit Lidah Tukang Ojek Sampai Putus

Ketua Divisi Penyuluhan GANN Jakarta Barat, Wahyu Handoko mengaku, gerakan ini diharapkan dapat mengajak generasi muda dan semua pihak memerangi penyalahgunaan narkotika yang semakin meningkat khususnya di Provinsi DKI Jakarta dan sekitarnya.

“Data Badan Narkotika Nasional saat ini penyalahguna narkotika hampir 5 juta orang. 600.000 – 1 juta orang berada di Jakarta. Bagaikan fenomena gunung es, yag nampak di permukaan hanya 5 juta orang korban, tetapi yg tidak nampak bisa jauh lebih besar,” ungkap Wahyu kepada dawainusa.com, Minggu (18/11).

Menurutnya, sindikat regional, nasional bahkan internasional terus melancarkan strategi pemasaran dengan target korban semua kalangan yang merusak masa depan bangsa dan negara.

“Korbannya anak-anak dari tingkat TK, SD, SMP, SMU, mahasiswa, pekerja, artis, pejabat, aktifis organisasi dan lain sebagainya,” ujar alumnus Kriminologi FISIP UI ini.

GANN Jakarta Barat, kata Wahyu, satu hati satu komando terpanggil turut memerangi penyalahgunaan narkotika khususnya di Ibukota negara dan sekitarnya.

“Kalau kita lemah atau mengalah maka akan semakin rusak generasi muda masa depan bangsa,” ungkapnya.

sosialisai narkoba

Ketua Divisi Penyuluhan Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Jakarta Barat, Wahyu Handoko, saat mengadakan sosialisasi di Jakarta, Minggu (18/11)

Bahaya Narkoba Bagi Kesehatan

Penyalahguna narkoba biasanya mati sia-sia karena overdosis, bunuh diri akibat sakao, terinfeksi penyakit seperti Hepatitis B/C, HIV/AIDS, siphilis, gangguan fungsi jantung, paru-paru dan lain-lain termasuk akibat terlibat kriminalitas.

Narkoba sesedikit apapun penggunaannya, sangat berbahaya bagi kesehatan. Karena penggunaan yang sedikit biasanya tidak akan bertahan lama. Dilansir halosehat.com, secara umum, penyalahgunaan narkoba memberikan empat dampak bagi kesehatan, yaitu :

Baca juga: Kabar Wawancara Eksklusif Novanto, Ini Tanggapan Metro TV

Dampak depresan. Dampak yang menyebabkan pemakai tertidur atau tidak sadarkan diri. Dalam tahap ini, tidurnya pengguna narkoba tidak sama dengan tidur orang biasa. Tidurnya tidak berarti istirahat. Karena beberapa organ tubuh masih bekerja.

Dampak halusinogen. Dampak ini menyebabkan pemakai narkoba berhalusinasi atau melihat sesuatu yang tidak ada. Halusinasi atau khayalan ini, bisa berupa sesuatu yang menakutkan baginya sehingga bisa berteriak-teriak histeris atau berupa sesuatu yang menyenangkan dan selama ini diinginkannya.

Dampak stimulan. Dampak yang menyebabkan organ tubuh seperti jantung dan otak pengguna narkoba bekerja lebih cepat. Pada saat ini, orang tersebut akan merasa lebih bertenaga dan mempunyai energi tambahan untuk berpikir dan berkreasi.

Dampak narkoba jenis ini biasanya digunakan oleh para pekerja kreatif, pebisnis, dan semua orang yang merasa bahwa dia hanya bisa berkarya jika di bawah pengaruh narkoba. Akibatnya, organ tubuh dan otak yang dipaksa bekerja terus menerus melebihi batas kemampuan akan rusak dan dapat mengakibatkan kematian.

Dampak adiktif. Pada dasarnya, semua jenis narkoba menyebabkan dampak ketagihan atau kecanduan. Dalam waktu lama si pemakai tidak mengkonsumsinya, maka tubuh akan merasa sakit. Bahkan, tubuh bisa menjadi kondisi kritis (sakaw).* (AT)