Dari Rencana Selingkuh Hingga Alat Vital Beredar di Medsos

Dari Rencana Selingkuh Hingga Alat Vital Beredar di Medsos

JAKARTA, dawainusa.com Kehidupan rumah tangga yang sudah tidak harmonis mendorong Siswanto untuk melakukan selingkuh dengan perempuan lain.

Keputusannya untuk berpindah ke lain hati berujung masalah. Gambar berisi alat vital Siswanto disebarkan ke media sosial oleh wanita selingkuhannya.

Baca juga: Pesan Terakhir Thoriq ke Sang Pacar Sebelum Bunuh Diri

Kapolsek Tembelang AKP Ismono Hadi menjelaskan, kasus beredarnya foto alat vital dari Kepala Urusan Perencanaan Desa Kedungotok, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang bermula dari perkenalan Kaur tersebut dengan seorang wanita. Keduanya berkenalan melalui telepon.

“Setelah diangkat, telepon itu dari seorang perempuan mengaku dari Kecamatan Diwek (Jombang). Perempuan itu meminta nomor WhatsApp Siswanto,” kata Ismono di Jombang, Selasa,(18/9)

Diketahui, komunikasi keduanya melalui WhatsApp berlanjut dengan percakapan mesra. Sang wanita pun mengirimkan foto setengah telanjang kepada Siswanto. Setelah itu, Siswanto diminta oleh wanita tersebut untuk menunjukan alat kelaminnya.

“Dia (Siswanto, red) menurutinya dengan membuka resletingnya. TKP di kantor Desa Kedungotok,” jelas Ismono.

Tanpa disadari oleh Siswanto, video call tersebut direkam oleh perempuan tersebut. Setelah itu, wanita tersebut menebar ancaman kepada Siswanto untuk mengedarkan video tersebut apabila tidak mengirimkan sejumlah uang.

Siswanto Diminta Transfer Uang 10 Juta

Cerita perselingkuhan Siswanto pun berubah menjadi tindakan pemerasan. Wanita yang hendak berselingkuh dengan dirinya meminta mengirimkan sejumlah uang oleh Kaur desa tersebut.

Permitaan pertama, Sang wanita ini meminta dikirimkan uan oleh Siswanto sebesar Rp.300 ribu. Karena merasa takut dan terus diancam oleh wanita ini, Siswanto pun mengikuti permintaan tersebut. Uang tersebut dikirim Siswanto sebuah rekening bank atas nama Nurul Arifin.

Baca juga: Gara-Gara Sandal, Seorang Ibu di Medan Diarak dan Ditelanjangi

Diketahui, Wanita tersebut melakukan permintaan uang dan disertai ancaman untuk kedua kalinya. Untuk yang kedua ini, sang wanita meminta uang kepada Siswanto sebesarnya 10 juta. Namun, permintaan tersebut tidak bisa dilayani oleh Siswanto.

“Permintaan uang serupa terus dilakukan oleh perempuan dimaksud, tapi sudah tidak dipenuhi oleh yang bersangkutan,” jelas Kapolsek Tembelang AKP Ismono Hadi.

Karena permintaan untuk mengirim uang sebesar 10 juta tersebut tidak dipenuhi oleh Siswanto, sang wanita pun mengunggah rekaman dan foto alat vital dari perangkat desa ini ke akun facebook. Foto ini pun beredar luas dan diketahui oleh masyarakat.

“Foto dan video itu akhirnya beredar ke warga Kedungotok dan sekitarnya,” jelas Ismono.

Hingga kini, warga desa melakukan aksi protes ke kantor desa setempat. Mereka menilai Siswanto tidak layak lagi dipertahankan sebagai perangkat desa. Mereka juga meminta yang bersangkutan untuk segera diganti.*