‘Dag Dig Drugs’, Sebuah Upaya Memerangi Bahaya Narkoba

‘Dag Dig Drugs’, Sebuah Upaya Memerangi Bahaya Narkoba

FOKUS, dawainusa.com – ‘Dag Dig Drugs’, demikian judul naskah teater yang akan dipentaskan oleh Kelompok Teater Gunadarma dalam pertunjukan tunggalnya di Gedung Kesenian Jakarta, Kamis (20/12) nanti.

Dalam pertunjukan tunggal itu, naskah ‘Dag Dig Drugs’ ditampilkan dalam bungkusan sebuah tema besar, yakni “Seni Melawan Narkoba”.

Naskah ‘Dag Dig Drugs’ yang ditulis dan disutradari oleh Sarah Oktaviani ini berkisah tentang kondisi hidup di sebuah kampung bernama Kampung Sekut.

Baca jugaSofisme di Era Digital, Siapa yang Mendikte Kebenaran?

Diceritakan, Kampung Sekut merupakan sebuah wilayah yang berada di pinggiran Ibu Kota. Kehidupan masyarakatnya sangat akrab dengan hal-hal kriminal seperti kekerasan dan narkoba. Nyaris tidak ada hal positif yang dijumpai di dalam kampung tersebut.

Dag Dig Drugs di panggung FTJ 2018

Teater TEMA Gunadarma – Foto: Muhaimin

Dalam menafkahi kehidupannya, kebanyakan orang-orang Kampung Sekut bekerja sebagai kurir, pengedar dan bandar narkoba, mulai dari skala paling kecil hingga yang terbesar.

Dalam situasi hidup perkampungan seperti itu, sangat sulit dan bahkan mustahil untuk membayangkan, bagaimana caranya membawa anak-anak Kampung Sekut ke masa depan yang lebih baik.

Mimpi akan kehidupan yang layak sangat tidak mungkin akan dicapai jika warganya tidak berani dan tidak berusaha untuk keluar dari wilayah kampung.

Sayangnya, untuk dapat menghirup udara segar di luar Kampung Sekut, sangatlah tidak mudah. Meski demikian, Kampung Sekut selalu aman karena mereka menyewa beberapa oknum pengaman dengan jumlah yang tak tanggung-tanggung.

Demikianlah latar cerita ‘Dag Dig Drugs‘ yang nantinya akan dipentaskan Teater TEMA Gunadarma di panggung Gedung Kesenian Jakarta, Kamis (20/12) nanti.

Proses Kreatif di Balik Pertunjukan ‘Dag Dig Drugs

Dalam sebuah kesempatan berbincang-bincang dengan Pemimpin Produksi (Pimpro) Teater TEMA Gunadarma, Mayla Putri, dawainusa.com sempat menggali cerita di balik pembentukan atau proses kreatif terbentuknya naskah ini.

Putri menjelaskan, karya ini merupakan hasil dari penelitian yang telah mereka lakukan atas fenomena sosial terkait pertumbuhan dan peredaran narkoba di tengah kehidupan masyarakat.

Baca jugaSoal Putusan MK Terkait Batas Ideal Usia Nikah Perempuan

Dari penelitian itu, mereka menemukan, banyak anggota masyarakat yang telah menjadi pelaku sekaligus korban peredaran narkoba. Kebanyakan diantaranya berasal dari kalangan anak muda.

Pementasan Teater TEMA Gunadarma

Teater TEMA Gunadarma – Foto: Muhaimin

Karena itu, cerita yang akan ditampilkan dalam pertunjukan teater ‘Dag Dig Drugs‘ ini sesungguhnya bukan semata-mata sebuah cerita fiksional atau fiktif yang tidak merujuk pada fakta kehidupan sehari-hari.

Pertunjukan teater ‘Dag Dig Drugs‘ justru merupakan sebuah upaya menarasikan kembali kenyataan hidup di tengah masyarat secara lebih sistematis dan terstruktur, yakni dalam kemasan teater.

“Tema yang diambil berdasarkan sebuah riset dan fakta pertumbuhan narkoba yang semakin marak, khususnya yang saat ini menyerang generasi-generasi muda,” jelasnya.

Pesan di Balik Pertunjukan ‘Dag Dig Drugs

Lebih lanjut, Putri menuturkan, ‘Dag Dig Drugs‘ hendak menegaskan kepada setiap orang bahwa masa depan merupakan sesuatu yang bisa dikendalikan.

Menurutnya, setiap orang dengan segala potensi atau kemampuan yang ada di dalam dirinya, berkemampuan untuk menentukan dan merancang sendiri masa depan yang diimpikannya.

Teater TEMA Gunadarma di panggung FTJ 2018

Teater TEMA Gunadarma – Foto: Muhaimin

“Ada beberapa pesan yang ingin disampaikan dari pertunjukan ini. Salah satunya ialah bahwa masa depan dapat kita tentukan sendiri, dengan caranya masing-masing. Namun, ketika memutuskan untuk mencoba, mendekati bahkan menggunakan obat-obatan terlarang, di saat itu pula masa depan bisa gagal dengan mudahnya,” terang dia.

Baca jugaBocah 12 Tahun Tewas Diterkam Buaya di Belakang Rumahnya

Terkait “Seni Melawan Narkoba” yang menjadi tema besar kegiatan ini, Putri menuturkan bahwa pertunjukan teater ‘Dag Dig Drugs‘ merupakan bagian dari cara  mengkampanyekan bahaya narkoba kepada masyarakat umum.

“Pertunjukan ini dilakukan untuk memberikan penyuluhan terkait bahaya narkoba melalui metode yang berbeda, yakni pertunjukan teater,” jelasnya.

Seni Melawan Narkoba” sengaja dibungkus dalam konsep pertunjukan teater agar stigma masyarakat terhadap para seniman dan dunianya perlahan-lahan terkikis.

Sebab, menurut Putri, dalam pandangan publik atau masyarakat umum selama ini, para seniman dan dunianya selalu dianggap akrab dengan narkoba.

“Ingin memberitahukan kepada masyarakat luas bahwa ternyata orang-orang seniman itu seperti pegiat teater, artis-artis, musisi dan segala jenis seniman itu tidak selalu dekat dengan narkoba. Seni tidak selamanya dekat dengan narkoba,” tegasnya.*

COMMENTS