Wajib Tahu, Ini Daftar Daerah Zona Merah di Indonesia
Ilustrasi - ist

JAKARTA, dawainusa.com – Sejumlah daerah di Indonesia telah ditetapkan sebagai zona merah karena angka penambahan kasus Covid-19 yang sangat tinggi.

Sejumlah daerah zona merah tersebut paling banyak berada di Pulau Jawa seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah DI Yogyakarta, Jawa Timur.

Baca juga: Jelang PPKM Darurat Berakhir, Jumlah Tambahan Kasus Covid-19 Menurun

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI per Senin (19/7) hingga pukul 12:00 WIB, tercatat bahwa DKI Jakarta mengalami penambahan kasus sebesar 5.000 kasus.

Untuk daerah Jawa Barat terjadi penambahan kasus sebanyak 7.287 kasus, Jawa Tengah ada tambahan 4.042 kasus, DI Yogyakarta terdapat tambahan 1.992 kasus, dan Jawa Timur memiliki tambahan 4.423 kasus.

Tidak hanya memiliki tambahan kasus positif Covid-19, lima daerah tersebut juga mempunyai tambahan jumlah kasus kematian terbanyak. Untuk Jawa Timur misalnya, tambahan kasus kematian ada 359 orang.

Sementara DKI Jakarta memiliki tambahan 250 kasus dalam waktu sehari dan Jawa Barat dengan 82 kasus. Sedangkan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah masing-masing bertambah 56 dan 278 kasus.

Sejumlah Daerah Jadi Zona Merah, Warga Tetap Waspada

Adapun terkait tinggi kasus Covid-19 di daerah zona merah tersebut, selama ini pemerintah telah memberlakukan kebijakan PPKM Darurat.

Namun, PPKM Darurat tersebut akan berakhir pada hari ini Selasa (20/7) dan belum ada pemberitahuan apakah akan diperpanjang atau tidak.

Meski demikian, mengingat Covid-19 masih terus menjadi momok, warga diharapkan untuk tetap berusaha mengatasinya.

Baca juga: Di Tengah Covid-19, Kawasan Wisata Pulau Padar dan TN Komodo Kembali Dibuka

Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman pada Senin (19/7) kemarin mengatakan bahwa salah satu langkah penting yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah Covid-19 ini ialah dengan menerapkan 3T, yakni tes, tracing, dan treatment.

Ia mengatakan, penerapan 3T ini sangat penting ditekankan lagi karena kapasitas hal tersebut di Indonesia belum maksimal dilakukan.

“Dua minggu ini tingkatkan 3T, sehingga kita putuskan (misalnya) dilonggarkan (PPKM Darurat), 3T terus ditingkatkan,” kata Dicky.

“Ini yang harus dijadikan strategi utama. Ini berhasil di beberapa negara lain, termasuk di Sidney. Enggak perlu lockdown-lockdown lagi. Tapi, sekali lagi kuncinya ada di 3T,” lanjut dia.

Selain menerapkan secara maksimal 3T tersebut, demikian Dicky melanjutkan, hal penting lainnya yang mesti dilakukan ialah dengan tetap memperhatikan standar protokol kesehatan yang ada.*