Daerah NTT Diguncang Gempa Bumi dengan Magnitudo di Atas 6

Daerah NTT Diguncang Gempa Bumi dengan Magnitudo di Atas 6

KUPANG, dawainusa.com – Gempa bumi dengan magnitudo (M) di atas 6 mengguncang daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (2/10) pagi. Berdasarkan informasi dari pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut terjadi selama dua kali dan terjadi di wilayah Sumba Timur.

Diketahui, gempa pertama dengan M 6 terjadi pada pukul 06.59.42 WIB dengan titik pusat berada di 66 km barat daya Sumba Timur, dengan kedalaman 10 km.

Sementara untuk gempa kedua dengan M 6,3, terjadi pada pukul 07.16.44 WIB, dengan pusat gempa berada di 66 km barat daya Sumba Timur dan kedalaman 10 km. Kedua gempa tersebut diinformasikan tidak berpotensi tsunami.

Baca juga: Berikut Tiga jenis Gempa yang Menyebabkan Tsunami

Beberapa saat sebelum terjadinya gempa dengan kekuatan di atas M 6 tersebut, daerah itu juga diguncang dengan gempa berkekuatan di atas M 5.

Gempa pertama dengan M 5,2 terjadi pada pukul 06.12.03 dengan pusat gempa berada di laut, 66 km barat daya Sumba Timur, dengan kedalaman 10 km. “Dirasakan [dengan skala MMI] II-III Waingapu, III Tambolaka,” terang pihak BMKG.

Sementara gempa kedua dengan M 5,3 terjadi pada pukul 06.27.06 WIB. Gempa ini berpusat di laut, 56 km barat daya Sumba Timur, dengan kedalaman 10 km.  “Dirasakan [dengan skala MMI] III di Waingapu, [skala MMI] III Tambolaka,” tulis pihak BMKG.

Warga Panik dan Mengungsi

Gempa yang mengguncang daerah tersebut telah menimbulkan kepanikan bagi warga setempat. Pasca terjadinya gempa, para warga yang merasakan dampak dari gempa itu memilih untuk mengungsi ke dataran yang lebih tinggi.

Para warga yang dimaksudkan itu ialah warga dari Kampung Bugis dan warga dari Kampung Kemala Putih. Dari keterangan anggota DPRD asal Kabupaten Sumba Timur bernama Ali Umar Fadaq, para warga tersebut lari dan meninggalkan halaman kampung mereka karena terdapat isu bahwa gempa itu akan disusul dengan tsunami.

Baca juga: Presiden Jokowi Soal Kabar Penjarahan Usai Gempa Palu

Isu terkait adanya tsunami yang menyusul gempa itu diperoleh warga dari berbagai informasi yang beredar di media sosial seperti Facebook  dan WhatApp, yang juga menampilkan foto-foto berisi keterangan akan ada tsunami yang menghantam daerah itu.

“Saya lagi berada di kampung Bugis, tidak ada lagi warga. Rumah-rumah sudah kosong. Warga mengungsi ke kilometer 8 di pegunungan,” kata Ali dari Sumba Timur, Selasa (2/10).

Dari pantauan Ali, gempa tersebut tidak mengakibatkan kerusakan dan korban jiwa bagi warga setempat. “Saya sudah cek camat dan kades, tidak ada kerusakan akibat gempa itu,” kata Ali.

Gempa Bumi Serupa

Seperti diketahui, belakangan ini banyak daerah di Indonesia diguncang gempa bumi dengan kekuatan yang sangat besar sampai harus menelan banyak korban jiwa.

Pada Jumat (29/9) lalu misalnya, sebuah gempa dengan kekuatan 7,7 SR menghantam daerah Sulawesi Tengah tepatnya di daerah Palu dan Donggala. Gempa itu juga disusul dengan adanya tsunami yang menggusur daerah tersebut.

Baca juga: Gempa Bumi Sebanyak Tiga Kali Mengguncang Wilayah Kupang

Dari catatan terakhir yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), akibat dari peristiwa gempa dan tsunami tersebut, sudah ada 1.234 orang yang meninggal dunia.

“Totalnya 1.234 orang meninggal dunia dari daerah terdampak,” terang Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Selasa (2/9).

Selain memakan korban jiwa, gempa dan tsunami tersebut juga telah mengakibatkan berbagai kerusakan dan kerugian di daerah tersebut baik soal infrastruktur maupun dalam bidang perekonomian. Hal tersebut mengakibatkan banyak jenis aktivitas di daerah itu menjadi terganggu dan terpaksa harus dihentikan.*