Curhatan Istri Pasha Soal Gempa Susulan di Palu

Curhatan Istri Pasha Soal Gempa Susulan di Palu

PALU, dawainusa.com Gempa susulan kembali mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (2/10) pagi tadi sekitar pukul 07.40 WITA. Gempa yang berdurasi selama kurang lebih 1 menit itu membuat warga panik dan berhamburan mencari tempat yang aman.

Hal tersebut salah satunya dirasakan oleh istri dari Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Syamsuddin Said alias Pasha ‘Ungu’, Adelia Wilhelmina, yang masih berada di sana memberikan bantuan kepada warga setempat.

Baca juga: Penjarahan Gempa Palu, Polisi Tetapkan 45 Tersangka

Tak hanya merasakan gempa, Adelia juga melalui unggahan di Instagram Story pribadinya, memberikan kabar terkini bahwa situasi di lokasi sudah mulai tidak kondusif. Warga mulai mengeluarkan amarahnya akibat lapar dan haus.

“Masyarakat mulai marah-marah mungkin dampak dari kelaparan dan kehausan. Kami sudah berusaha sebaik mungkin, kita sama-sama berjuang di sini dan juga korban… Mudah-mudahan masyarakat bisa meredam dan jangan berbuat kerusuhan,” tulis Adelia.

Adel berharap, warga dapat meredam amarahnya dan tak membuat kerusuhan di lokasi tersebut. Menurutnya, ini adalah ujian dari Allah dan harus dihadapi dengan pasrah. Ia pun yakin, dari musibah tersebut Allah akan menolong seluruh warga yang menjadi korban di sana.

Perempuan yang lebih dikenal dengan Adelia Pasha ini juga mengatakan, pesawat kecil sudah mulai beroperasi dan sudah banyak penerbangan. Sang suami, Pasha ‘Ungu’ juga telah memintanya untuk kembali ke Jakarta. Namun, Adel sepertinya tak rela meninggalkan suami bertugas sendiri di Kota Palu.

“Hari ini sudah ada pesawat kecil yang beroperasi… Dan banyak penerbangan dan suami suruh untuk pulang… Tapi berat hati ini bilang enggak enggak. Kasihan suamiku,” tulis Adelia Pasha.

Pengungsi Masih Berada di Posko Pemkot Palu

Sementara itu, Pasha ‘Ungu’ juga sempat memberikan laporan kondisi dirinya dan warga Palu yang masih berada di posko pengungsian, melalui video yang diunggah ke akun Instagram miliknya.

“Indonesia sekarang kita masih berada di posko komando Pemerintah Kota Palu, Pak Wali Kota baru saja menyelesaikan makan malam setelah rapat. Bersama Kadis Pertanian, Kasat Pol PP,” kata Pasha dalam Instagram Story miliknya, pada Senin (1/10) malam.

Baca juga: Presiden Jokowi Soal Kabar Penjarahan Usai Gempa Palu

Sebelum menutup video singkat itu, vokalis Pasha ‘Ungu’ ini juga memohon doa yang terbaik dari seluruh rakyat Indonesia agar kondisi di Donggala, Palu, dan sekitarnya bisa segera pulih usai gempa dan tsunami.

“Masih sampai detik ini, membahas untuk langkah-langkah kerja besok berkaitan dengan pendistribusian bantuan logistik baik dari pusat mau pun pemerintah daerah. Mohon doanya Indonesia,” ungkap Pasha ‘Ungu’.

Pemerintah Indonesia Kirimkan bahan Makanan dalam Jumlah Besar

Presiden Joko Widodo mengatakan, Pemerintah Indonesia telah mengirimkan bahan makanan dalam jumlah yang besar melalui pesawat Hercules.

“Bantuan makanan hari ini kita akan kirim, sebanyak-banyaknya dengan pesawat Hercules,” ujar Presiden Joko Widodo di Kompleks Monumen Pancasila Sakti, Lobang Buaya, Jakarta, Senin (1/10).

Baca juga: Daerah NTT Diguncang Gempa Bumi dengan Magnitudo di Atas 6

Bahan makanan itu katanya dikirim dari beberapa daerah. “Dari Jakarta langsung ada beberapa pesawat. Kemudian dari sana di ambil lagi dari Makassar, Balikpapan yang ada lebih dekat. Karena problem di lapangan keluhan seperti itu (kurangnya pasokan makanan),” tutur Jokowi.

Adapun saat ini, toko-toko masih tutup. Ketersediaan air bersih juga menipis lantaran aliran listrik yang mati.

Matinya listrik disebabkan karena dari tujuh gardu yang ada, hanya dua yang hidup. Pemerintah pun terus berupaya agar hal ini bisa diselesaikan.

“Tapi juga tidak bisa dalam waktu singkat. Kemarin kita perintah didatangkan gardu yang mobile sehingga segera ditangani, air bisa kembali mudah didapatkan,” tutur Jokowi.

Hal lain yakni ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). Penyaluran terhambat lantaran bandara di Palu pun rusak. Menempuh dengan jalur darat juga terkendala karena jembatan banyak runtuh dan jalan tertutup material longsor.*