Dawainusa.com – Kisah seorang pria yang rela jadi pasien lantaran jatuh cinta dengan seorang dokter gigi viral di media sosial.

Bahkan demi mendapatkan cinta wanita idamannya itu, pria yang diketahui bernama Muhamad Ikra tersebut rela kehilangan gigi grahamnya.

Dilansir dari TribunNews pada Selasa (1/9/2020), pria tersebut nekad melakukan aksinya menjadi pasien demi memiliki dang dokter gigi.

Baca jugaViral Pria Mengaku Polisi Maki-maki hingga Ludahi Pesepeda, Begini Kronologinya

Jatuh Cinta dengan Dokter Gigi   

Kisah cinta Muhamad Ikra yang rela mencopot gigi gerahamnya sontak menjadi viral di media sosial.

Betapa tidak, perjuangan pria tersebut untuk mendapakan wanita pujaannya harus melewati cara yang mengejutkan.

Ia rela menjadi pasien dan kehilangan gigi gerahamnya demi sebuah perasaan yang menggebu-gebu dalam hatinya.

Menariknya, dengan ‘modus’ periksa gigi, Ikra kini telah menikahi perempuan bernama Ditta Intan Carlany tersebut.

Kisah tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah Ikra mengunggah video TikTok berisi perjalanan cintanya pada 13 Agustus 2020 lalu.

Ikra pun berbagi kisahnya dalam perbincangan bersama Tribunnews.com yang disiarkan melalui YouTube, Selasa (1/9/2020).

“Jadi awal mula kenal sama istri kebetulan udah lama, sekitar 3 tahun yang lalu,” ujarnya.

Awalnya ia mendapatkan kontak Intan, sapaan istrinya, melalui temannya.

Bermodal link kontak media sosial Line, Ikra memberanikan diri untuk mendekati Intan.

“Saya cuma memperkenalkan diri dan direspons hai hai aja, responsnya standar, cuma iya enggak iya enggak,” ujarnya.

Dokter Gigi
Kolase Foto/TribunNews

Baca jugaViral Pria Mengaku Polisi Maki-maki hingga Ludahi Pesepeda, Begini Kronologinya

Selama empat bulan, Ikra mengakui jika Intan tidak peduli padanya. Oleh karena itu, Ikra pun mencari ide untuk bisa mendekati Intan.

“Kebetulan saya tahu nama lengkapnya, lalu saya cari di Google, muncullah itu jadwal dan tempat praktiknya,” ujarnya.

Kemudian, Ikra menelepon klinik tempat Intan menjalani praktik dokter gigi.

“Lalu saya survei kliniknya, sekitar 10-15 km dari tempat tinggal saya,” ujarnya.

Ikra kemudian memberanikan diri untuk mem-booking jadwal periksa. Padahal, gigi Ikra tidak sakit.

“Hanya saja kebetulan gigi geraham kiri saya kalau makan agak nyangkut,” ungkapnya.

Tibalah saat di mana Ikra diperiksa Intan. Selama diperiksa, Ikra tidak mengaku jika ialah orang yang menghubungi Intan melalui Line.

“Saya nggak bilang kalau saya datang,” ujarnya.

Ikra menjelaskan, dari awal dirinya berencana agar momen ia diperiksa menjadi berkesan dan diingat oleh Intan.

“Saya bermain peran sebagai pasien yang reseh lah, saya tanya detil segala macem, sampai terkesan sebel, setidaknya dia inget saya,” ungkapnya.

Saat diperiksa, geraham Ikra mendapatkan tindakan untuk dibor dan ditambal.

“Karena saya saat itu menyebalkan mungkin ngerjain gigi saya kurang maksimal,” tuturnya.

“Saya nggak bilang kalau saya Ikra. Pas udah pulang, udah di rumah baru saya chat kalau saya Ikra yang selama ini nge-chat,” ujar Ikra.

Ikra menyebut, Intan hanya merespons kenapa tidak bilang, masih cuek.

“Dari situ saya coba ngechat lagi, saya mau coba ke klinik lagi, dia bilang lagi nggak praktik,” ungkapnya.

Sampai pada akhirnya gigi Ikra mengalami sakit dan bertanya kepada Intan kapan ada jadwal, namun tak ada respons.

“Akhirnya setelah saya terus bilang lalu di-oke-in sama dia, setelah dicek ternyata bener gigi saya emang bengkak.”

“Dari situ ngobrol lagi, pulang dari sana tetep nggak respons,” ungkapnya.

Bahkan, Ikra mengaku sempat diusir saat hendak menjemput Intan pulang dari tempat praktik.

“Karena saya tegas pengen ketemu, dia akhirnya mau,” ungkapnya.

Ikra menyebut rintangan terbesar dalam proses pendekatan adalah meyakinkan Intan.

“Tapi saya kekeh, maju terus, akhirnya dia luluh juga, namanya perempuan kalau ngelihat lakinya yakin, serius, akhirnya luluh juga,” ungkapnya.

Hingga akhirnya Ikra pun menikah dengan Intan. Ikra dan Intan kini telah dikarunia dua anak kembar.

Ikra pun berpesan kepada para pria yang sedang mendekati perempuan idamannya.

“Kalau emang serius, perjuangkan, karena perempuan maunya diperjuangkan,” ungkapnya.*