Cerita Pria yang Memperkosa Bayinya Hingga Patah Tulang

Cerita Pria yang Memperkosa Bayinya Hingga Patah Tulang

TEXAS, dawainusa.com Perbuatan bejat dilakukan oleh seorang pria asal Texas, Patricio Medina. Pria berusia 27 tahun itu tega memperkosa bayinya yang baru lahir saat berada di bawah pengaruh obat-obatan.

Mengutip Tribune-Herald, pelecehan seksual pada putrinya dilakukan Patricio pada tahun 2014 lalu. Patricio mengaku selain memperkosa, dirinya juga meremas tulang rusuk bayi kecil itu sampai tulangnya patah.

Baca juga: Perkosa Bule Inggris di Bali, Pria Asal NTT Ini Dibekuk Polisi

Akibat perbuatan tersebut kepolisian menangkap Patricio pada pada 14 Maret 2014, di sebuah rumah di Delano Avenue di Waco, setelah mendapat laporan pelecehan fisik pada bayi berusia satu bulan.

Saat itu, Patricio mengaku kepada polisi bahwa dia menggunakan obat-obatan. Kepada polisi, ia juga mengatakan, bahwa dirinya sudah meremas tulang rusuk bayi kecil itu sampai tulangnya patah. Ia juga mengguncang-guncang bayi itu dan terus menganiayanya bahkan ketika sedang bertengkar dengan ibu anak itu.

Pria yang Memperkosa Bayinya Itu Dijatuhi Tiga Pelanggaran

Setelah Patricio memberi kesaksiannya pada persidangan Kamis (11/10/), dirinya dijatuhi tiga pelanggaran. Yang mana masing-masing pelanggaran dijatuhi hukuman 80 tahun penjara.

Tuduhan pertama yakni pelecehan seksual terhadap anak di bawah usia 6 tahun. Kedua, tuduhan atas melakukan kekerasan yang menyebabkan cedera pada seorang anak. Dan terakhir, tuduhan sudah membahayakan seorang anak.

Menurut kantor Jaksa Wilayah McLennan, hakim menjatuhi hukuman penjara pada Medina selama 80 tahun dan denda sebesar 10 ribu dollar. Patricio harus terus mendekam di penjara selama 80 tahun penuh, sebelum dia mengajukan pembebasan bersyarat.

Baca juga: Baru Jadian, Gadis Ini Diperkosa Pacar dan 6 Temannya

Tidak hanya Patricio Medina, ibu anak itu Lisa Montoya, juga dijatuhi hukuman. Dikarenakan sudah membahayakan nyawa anaknya dengan tidak melaporkan pelecehan kepada pihak berwenang.

Menurut Jaksa Gabrielle Massey melalui asisten pribadinya, bayi malang beserta dua saudara kandungnya itu kini tengah dalam perlindungan seorang keluarga yang sudah mengadopsinya.

Gadis itu sekarang empat tahun dan baik-baik saja, katanya. “Keputusan juri memastikan bahwa balita ini dan semua anak-anak akan aman dari predator ini selama 80 tahun ke depan,” ucap asisten Jaksa Distrik Gabrielle Massey. Dengan kondisi patah tulang yang dialaminya, bayi itu masih dalam proses pengobatan.

Kata Psikolog

Terlepas dari foktor pemerkosaan dalam kasus di atas, Psikolog Universitas Indonesia, Tika Bisono pernah menjelaskan kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh orang terdekat, seperti oleh orang tua terhadap anak kandung merupakan penyimpangan sosial yang bisa jadi disebabkan oleh depresi yang kemudian menyebabkan rusaknya pola pikir pelaku.

“Bisa saja pelaku frustrasi dengan kehidupannya sendiri, kemudian mencari pelampiasan, dan anggota keluarga yang jadi target,” ujar Tika saat dihubungi Tempo, Selasa, 13 Februari 2013.

Baca juga: Diajak Jadi Model, Dua Wanita Ini Malah Diperkosa Fotografer

Selain itu, Tika menambahkan, banyaknya perceraian yang terjadi juga menjadi sebab pemerkosaan terhadap anggota keluarga terdekat. “Kan jadi banyak ayah tiri. Ya, ini memang enggak bisa dipukul rata, tapi ini juga salah satu sebab,” kata dia.

Tika menambahkan, anggapan harus menurut kepada orang tua kadang ditelan bulat-bulat sehingga ini menjadi alasan anak harus selalu menuruti apa pun perintah orang tua, termasuk memenuhi nafsu seksualnya. Kebanyakan kasus pemerkosaan oleh orang terdekat ini dipaksa secara psikologis atau bentuknya berupa rayuan.

“Kadang juga kan diiming-imingi hadiah,” ujarnya. Kata-kata “harus nurut orang tua” inilah, menurut Tika, menyebabkan ada masa-masa diam dahulu, sebelum korban akhirnya melapor kepada ibunya. “Bentuknya jadi soft terror,” kata Tika.*