Cerita Perempuan Tuban yang Meninggal Usai Berhubungan Intim

Cerita Perempuan Tuban yang Meninggal Usai Berhubungan Intim

Mayat seorang perempuan berinisial NR (48), ditemukan di area persawahan Dusun Sawahgoro, Desa Pakel, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban. (Ilustrasi - ist)

TUBAN, dawainusa.com – Mayat seorang perempuan berinisial NR (48), ditemukan di area persawahan Dusun Sawahgoro, Desa Pakel, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Senin (13/8), sekira pukul 19.00 WIB oleh warga kecamatan setempat.

Kapolsek Montong, AKP Noersento mengatakan, mayat ditemukan dalam kondisi telungkup di bawah gubuk. Diperkirakan dia terjatuh dari ketinggian sekitar 1,5 meter. Menurut keterangan saksi, Kasmari, korban membonceng ke rumah salah satu perangkat desa setempat untuk membantu masak.

Namun, di tengah jalan keduanya yang bukan suami istri itu berniat melakukan hubungan intim. Sehingga keduanya berhenti di gubuk warga setempat untuk melampiaskan nafsunya.

Baca juga: Pilpres 2019, Kicauan Baru Andi Arief di Poros Koalisi Oposisi

“Keduanya berhubungan intim di gubuk, sepeda motornya ditepikan di jalan dengan jarak sekira 50 meter dari gubuk,” ujar Noersento seperti diberitakan Tribunnews.

Dia melanjutkan, usai melakukan hubungan intim satu kali, keduanya mengakhiri. Lalu Kasmari menunggu NR di tepi jalan raya yang berjarak 150 meter. Namun, saat ditunggu perempuan tersebut ternyata tak kunjung datang.

Kemudian Kasmari mengecek ke gubuk, ternyata NR posisi tubuhnya ditemukan telungkup dalam keadaan tak bernyawa. “Usai mengetahui NR telungkup, Kasmari laporan ke polisi, lalu petugas datang untuk melakukan identifikasi,” pungkasnya.

Ia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan. Korban murni terjatuh. Mayat korban selanjutnya dibawa ke RSUD Dr. Koesma Tuban guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sedangkan untuk penanganan perkara akan dikordinasikan dengan Unit Reskrim Polres Tuban. Untuk barang bukti (BB) ada 1 unit motor jenis Yamaha Vega warna hitam orange Nopol S-2561-HE, 1 buah celana dalam warna biru, 1 buah kaos dalam warna putih, 1 buah sarung warna coklat motif kotak-kotak, 1 buah baju warna hitam motif bintik-bintik dan 1 pasang sandal warna coklat.

“Mayat sudah dibawa ke RSUD, sejumlah barang bukti kita amankan,” pungkasnya.

Alasan Psikologis Mengapa orang Punya Otak Mesum

Mengapa orang begitu nekat berbuat mesum, meskipun di tempat-tempat publik? Apalagi dalam konteks insiden di atas hal terlarang itu dilakukan di lokasi yang sedikit agak tersembunyi, jauh dari keramaian. Ditambah keduanya diketahui bukan suami isteri.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim ahli di University of California Los Angeles (UCLA) membuktikan bahwa setiap orang memang memiliki reaksi biologis yang berbeda-beda terhadap seks. Hal ini diungkapkan oleh hasil pemindaian dengan alat rekam otak EEG.

Baca juga: Pilpres, Ini 4 Pengusaha Besar di Barisan Jokowi dan Prabowo

Dalam penelitian ini yang dimuat dalam Social Cognitive and Affective Neuroscience ini, para ahli melihat aktivitas otak para peserta. Ternyata otak beberapa orang peserta memang lebih peka terhadap isyarat seksual seperti foto orang berciuman hingga foto yang mengandung unsur pornografi.

Otak mesum justru lebih dekat hubungannya dengan pengendalian emosi seseorang. Penelitian yang dipimpin oleh dr. Jason Winters dari University of British Columbia ini berhasil menunjukkan bahwa peserta penelitian yang mampu mengendalikan nafsu seksualnya juga pandai mengendalikan diri terhadap berbagai macam pemicu emosi. Maka, semakin mudah terpicu emosi, Anda juga akan semakin mudah terangsang.

Selain itu, dr. Jason Winters juga menjelaskan bahwa orang yang tingkat kecemasannya tinggi cenderung lebih sulit mengendalikan diri ketika terangsang. Ini karena bagian otak yang mengatur gejolak emosi sama seperti bagian otak yang memproses rangsangan seksual, yaitu amigdala.*