Cerita Dady, Bocah ‘Komentator MotoGP’ asal NTT yang Diundang ke Malaysia

Cerita Dady, Bocah ‘Komentator MotoGP’ asal NTT yang Diundang ke Malaysia

KUPANG, dawainusa.com Kerinduan Rivaldy Elvans Krisna Sopbaba alias Dady untuk menyaksikan langsung balapan MotoGP akhirnya terwujud.

Pada Minggu (4/11), bocah asal Nusa Tenggara Timur (NTT), yang meniriu gaya komentator MotoGP Nick Harris itu akhirnya diundang lansung oleh Dorna Sport (Penyelenggara Moto GP), untuk menyaksikan balapan MotoGP di Sirkuit Sepang, Malaysia.

Selain menonton aksi balapan MotoGP, bocah 9 tahun itu juga diberikan kesempatan untuk bertemu dan berbicara dengan para pembalap, seperti Valentino Rossi, Marc Marquez dan Scott Redding. Ada hal yang paling berkesan menurut Dady, yakni bertemu dengan pembalap idolanya Valentino Rossi.

Baca juga: Bocah NTT Bertemu Valentino Rossi dan Marc Marquez di Malaysia

Dady pun sempat menangis saat pebalap yang dijuluki The Doctor itu terjatuh ketika balapan berlangsung. “Saya sangat kecewa saat Rossi jatuh. Saya langsung menangis,”ungkap Dady saat diwawancarai sejumlah wartawan di Kupang, Selasa (6/11/2018).

Dady mengaku senang diberikan kesempatan untuk menyaksikan secara langsung balapan bergensi itu. Sementara itu tante Dady, Yuli Masiweni mengatakan, dirinya sempat mendengar curahan hati Dady tentang pebalap Marc Marquez.

“Walau bertemu dan berjabat tangan, serta sempat berkomentar di depan Marc Marquez, namun Dady tidak suka dengan Marquez. Dia (Dady) jengkel karena Marques kalahkan Rossi,”ungkap Yuli.

Yuli pun berharap, Dady bisa diundang kembali dalam race MotoGP berikutnya.

instagram.com/officialmotogpt7

instagram.com/officialmotogpt7

Menyukai MotorGP Sejak Kecil

Andi Sopbaba dan Diana Masiweni, orangtua Dady, mangatakan, anak pertama mereka itu sudah menyukai MotoGP dan legenda MotoGP Valentino Rossi sejak kecil. Daddy sering diajak kakek dan pamnnya untuk menyaksikan tayangan MotoGP di televisi kakeknya di Kelurahan Oebobo, kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

“Pada saat tengah malam, saat sedang ada siaran langsung MotoGP di televisi, kakek dan omnya langsung bangunkan Dady untuk nonto,” ungkap Andi dan Diana seperti dikutip Kompas.com.

Baca juga: Bocah Asal Rote Ini Ikuti Gaya Komentator MotoGP

Menurut Diana, sejak berusuai empat tahun, Dady sudah bisa berkomentar soal MotoGP, namun tidak terdengar jelas. Baru dua tahun terkahir ini kalimat menggunakan bahasa Inggris mulai terdengar jelas.

“Sejak kecil memang Dady sudah senang dengan Rossi. Waktu masih bayi, setiap kali kalau dia menangis kami langsusng sebut nama Rossi dia langsung diam. Karena kebiasaan itu akhirnya dia pu tertarik dan senang dengan Rossi dan MotoGP,” kata Diana.

Untuka diketahui, aksi Dady sat mengomentari balapan MotoGP mulai didokumentasikan pertama kali ke dalam video di depan sebuah gereja di Kabupaten Rote Ndao. Video itu kemudian diunggah ke media sosial dan YouTube pada bulan Juli 2017 lalu, dan menjadi viral.*

COMMENTS