Tinggalkan Sang Istri, Pria Ini Nikahi Putri Kandungnya

Tinggalkan Sang Istri, Pria Ini Nikahi Putri Kandungnya

Stven Pladi, Pria yang berusia 42 tahun menikahi putrinya sendiri, Katie, setelah bercerai dengan istrinya. Akibat perbuatan tersebut keduanya kini menghadap dakwaan kriminal setelah Polisi berhasil mengungkap kasus ini. (Foto: Steven dan Katie - ist)

CHARLOTTE, dawainusa.com  Steven Pladi (42) menikahi putri kandungnya, Katie, setelah bercerai dengan Istrinya yang tak lain adalah ibu kandung Katei Sendiri. Jejak keduanya terlacak saat ditangkap bersama bayi yang diyakini sebagai hasil pernikahan mereka.

Dikutip dari daylimail, bayi tersebut diduga kuat lahir pada September tahun lalu karena saat itu Katie mengunggah foto bayi tersebut ke akun Facebooknya. Fakta lain adalah, pada 18 Januari, Katie mengunggah foto Steven yang sedang menyuapi bayi itu lewat akun instagramnya.

Sementara itu pada Juli tahun lalu, Katie mengunggah foto di mana dirinya berciuman dengan sang Ayah dengan tanda pagar yang menunjukkan bahwa mereka sudah menikah.

Baca juga: Demi Kebahagian Ibunda, Remaja Ini Lelang Keperawanannya

“Tak ada kemewahan, hanya ada cinta,” demikian keterangan foto di instagram tersebut.

Berawal Ketika Katie yang Diadopsi Kembali Menemukan Orang Tuanya

Kisah ini berawal ketika Katie yang diadopsi sebuah keluarga saat dilahirkan pada 1998 memutuskan mencari orang tua saat berusia 18 tahun. Dengan menggunakan media sosial, dirinya menelusuri semua jejak yang ada. Singkat cerita, Katie menemukan kedua orang tua kandungnya.

Mereka kemudian merancang pertemuan di Richmon, Virginia Barat, pada Agustus 2016. Saat itu ayah dan ibu Katie sudah memiliki dua anak. Beberapa setelah pertemuan itu, Steven Pladi dan sang Istri yang tak disebutkan namanya bercerai dan meninggalkan kediamannya.

Baca juga: Dokter Ini Meninggal Setelah Rawat 40 Pasien Sepanjang Malam

Setelah meninggalkan kediamannya, Steven banyak membagikan waktu di kediaman Katie. Lalu pada Mey 2017, dilansir dari salah satu jurnal Katie sudah mengandung dan ayah dari bayi itu adalah Steven.

Masa Kehamilan itu bersamaan waktunya ketika Steven dan Katie pindah rumah ke Kninghtdale, Carolina Utara, sekitar 24 km dari kediaman sebelumnya. Bahkan sejak saat itu, Steven mengatakan kepada anak-anaknya yang lain agar mulai menganggap Katie sebagai “ibu tiri” mereka.

Steven juga menghubungi Istrinya dan memberitahukan bahwa dirinya akan segera menikahi Katie. Mengetahui hal itu, istri Steven kemudian melaporkan ke Kepolisian dan Pada November tahun lalu surat penahanan untuk Katie dan Steven diterbitkan.

Kini Steven Pladi dan Katie, yang adalah Putri sekaligus Istrinya, menghadap dakwaan kriminal setelah Polisi mengungkap skandal ini.

Selain Steven dan Katie, Incest Juga Pernah terjadi di Australia

Sebelumnya, Incest atau pernikahan yang melibatkan anggota keluarga atau kerabat dekat pernah juga terjadi di Australia. Pasangan Ini adalah John dan Jenny Deaves. John tak lain adalah ayah kandung dari Jenny Deaves.

Sejak kecil Jenny telah berpisah dari ayahnya karena kedua orang tuanya bercerai. John kemudia menikah lagi dengan orang lain. Jenny pertama kali bertemu dengan John saat berusia 15 tahun dan tinggal beberapa minggu bersamanya.

Baca juga: Lawatan ke Chile, Ini Aksi Paus Fransiskus Yang Paling Menarik Perhatian

Selama 15 tahun kemudian keduanya berpisah lagi dan baru bertemu kembali ketika Jenny berusia 30 tahun dan John telah bercerai lagi. Di saat itulah keduanya memutuskan untuk menikah. Pada Maret 2010, pasangan ini dihukum tiga tahun setelah dinyatakan bersalah telah melakukan Incest.

Ketiak ditangkap, pasangan ini telah memiliki dua orang anak, di mana anak pertama kemudian meninggal dunia karena kelainan jantung, sementara anak kedua terlahir normal.

Kejadian lain adalah Epstein, seorang Profesor kenamaan di Columbia University. Pada tahun 2010, Epstein yang saat itu berusia 46 tahun ditangkap polisi karena berhubungan dengan anaknya sendiri (24 tahun).

Epstein harus menghadapi sidang dengan tuntutan 4 tahun penjara, sementara anak dinyatakan tidak bersalah yang berlaku di sana, anak dianggap sebagai kelompok yang harus “dilindungi”.

Ketika ditanya kenapa Epstein melakukan hal itu, dia hanya menjawab, “Kalu pernikahan dengan bayi boleh dilakukan, kenapa saya tidak boleh menikahi anak saya?” katanya.* (RAG)