Cegah Aliran Sesat, Kajari Ende Perkuat Tim Pakem

Cegah Aliran Sesat, Kajari Ende Perkuat Tim Pakem

Kepala Kejaksaan Negeri Ende, Muji Murtopo menjelaskan, tim Pakem dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Tugas dan Kewenangan Kejaksaan. (Foto: Muji Murtopo - ist)

ENDE, dawainusa.com Dalam rangka mencegah dan mendeteksi aliran-aliran yang menyimpang, Kejaksaan Negeri (Kajari) Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menguatkan tim Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem).

Kepala Kejaksaan Negeri Ende, Muji Murtopo menjelaskan, tim Pakem dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Tugas dan Kewenangan Kejaksaan.

“Di Ende, tim Pakem ini sudah dibentuk beberapa waktu lalu. Hanya tidak berjalan secara maksimal. Tim ini dibentuk sebagai wadah konsultasi sebelum kami mengambil keputusan terkait adanya aliran yang tidak diakui dan berkembang di Kabupaten Ende,” ujar Muji saat menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Ende di Aula Kejaksaan Negeri Ende, Senin (19/02).

Baca juga: Tidak Melaut, Nelayan di Ende Terpaksa Jadi Tukang Ojek

Muji menjelaskan, selain sebagai bentuk antisipasi semua elemen agar tidak bermain hakim sendiri, tim yang terbentuk juga akan menganalisa, meneliti, menilai serta melaporkan hingga ke pusat mengenai aliran keagamaan yang tidak diakui negara dan sedang berkembang di tengah-tengah masyarakat.

“Kita semua berharap agar tim ini dapat berjalan baik. Bahkan, tim ini dijadikan sebagai media untuk komunikasi mencegah menjamurnya aliran-aliran dimaksud,” ungkapnya.

Aliran Sesat Harus Dicegah

Sementara Dandim 1602 Ende, Letkov Kav Suteja menyatakan, tim pakem akan menjadi media untuk saling membagi informasi dan memperkuat konsolidasi dengan berbagai elemen guna mengantisipasi dan mencegah penganut aliran yang tidak diakui dan justru meresahkan masyarakat.

“Terkait dengan ajaran atau aliran yang menyimpang dan meresahkan masyarakat, apa pun bentuknya harus dicegah dan disikapi sejauh bertentangan dengan Undang-Undang dan Pancasila. Meskipun kita hidup di tengah keberagaman (agama/kepercayaan), namun hal itu tidak bertentangan dengan UU yang berlaku dan diakui oleh Negara dan masyarakat,” kata Suteja.

Baca juga: Beredar Isu Harga Sembako Naik, Ini Tanggapan Wakil Bupati Ende

Hal senada juga disampaikan Kapolres Ende, AKBP Achmad Musayin yang mendukung upaya Kajari Ende melalui tim Pakem sehingga dapat mengantisipasi dan mencegah hal-hal negative di tengah masyarakat terutama tindakan masyarakat yang cenderung ‘main hakim’ sendiri tanpa memfilter informasi.

“Ini sebagai upaya pencegahan. Bahwa tindakan pencegahan aliran sesat tidak saja dilakukan oleh pihak keamanan, namun dilakukan secara kolektif dari masing-masing pimpinan serta segenap elemen masyarakat sesuai koridor hukum yang berlaku. Jika mendapat informasi terkait isu aliran yang berkembang, segera disampaikan kepada pihak berwajib untuk ditindaklanjuti. Jangan sampai masyarakat ‘main hakim’ sendiri dan mengabaikan proses hukum yang berlaku,” harap Achmad.

Sementara Bupati Ende, Marselinus Y.W. Petu berharap agar tim Pakem dapat bekerja optimal sesuai dengan tugas dan fungsinya.

“Saat ini, situasi daerah kita masih aman dan kondusif. Namun, berkaitan dengan ajaran atau aliran tertentu, tentu harus dicegah jika terjadi ke depan, baik aliran agama, kepercayaan maupun mistik. Ini perlu ada pengawasan tim ini agar tidak meresahkan masyarakat bahkan tindakan-tindakan yang menyimpang,” ungkap Bupati Marsel.

Ia juga mengingatkan agar aliran-aliran lain tidak dimanfaatkan sebagai media atau cara dalam tahun politik ini. Ia justru berharap agar tim Pakem dapat menjalani tugas dengan baik sesuai dengan amanah Undang-Undang.

“Situasi politik cenderung rentan dengan isu-isu yang meresahkan masyarakat. Diharapkan semua pihak dapat bertindak bijak dengan memfilter semua informasi yang berkembang termasuk aliran yang tidak diakui dan terkesan menyesatkan masyarakat. Mari jaga persatuan, toleransi dan sikap saling menghormati di tengah keberagaman ini,” tandas Marsel.* (GM)