Dawainusa.com — Pemerintah terus menggelontorkan bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat terdampak selama musim pandemi virus corona (Covid-19).

Setelah beberapa jenis bantuan di awal pandemi, kini pemerintah akan menyalurkan BLT senilai Rp500 ribu kepada masyarakat bukan penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

BLT sembako non-PKH ini menyasar 9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), masing-masing menerima Rp500 ribu per keluarga.

Adapun total anggaran untuk BLT Rp500 ribu ini sebesar Rp4,5 triliun.

Selain program BLT Rp500 ribu, Kementrian Sosial juga tetap menjalankan program reguler seperti program keluarga harapan (PKH) dan bantuan pangan non tunai (BPNT).

“Kita memberikan bantuan cash Rp500.000,” kata Menteri Sosial Juliari P Batubara saat launching program BST kartu sembako non-PKH, 31 Agustus lalu.

Baca Juga: Ini 7 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat Selama Pandemi Covid-19

Ini Cara Cek Status Penerimaan BLT Rp500 Ribu

Keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan Rp500 ribu non-PKH dapat mengecek statusnya apakah mendapatkan BLT tersebut atau tidak dengan mengaksesnya di cekbansos.siks.kemsos.go.id.

Setelah masuk ke situs tersebut, pada kolom pertama, KPM bisa menggunakan 3 alternatif antara lain nomor identitas yang terdaftar di sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), nomor kepesertaan BPJS Kesehatan, atau Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Setelah menentukan identitas yang akan digunakan, di kolom kedua tuliskan nama lengkap sesuai dengan yang terdaftar di Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Untuk KPM, jangan lupa untuk memasukan kode captcha sesuai dengan karakter huruf yang muncul di layar di bawah kolom. Lalu klik tombol “Cari”.

Sistem aplikasi ini kemudian akan memproses data dan mengeluarkan informasi apakah identitas yang dimasukkan tersebut terdaftar sebagai penerima BLT Rp500.000 atau tidak.

Jika menemukan nama sebagai KPM BLT Rp500 ribu, maka dana tersebut nantinya segera ditransfer pada Kartu KKS (kartu keluarga sejahtera) dan dapat ditarik tunai di ATM bank-bank himbara dan tidak dikenakan biaya administrasi.

Baca Juga: Begini Syarat Mendapatkan Bantuan Rp 600 Ribu Bagi Karyawan Swasta Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

Selain menyalurkan BLT Rp500 ribu, pemerintah meluncurkan program bansos beras kepada 10 juta KPM program keluarga harapan (PKH) di seluruh Indonesia.

Dalam program ini, keluarga petani yang terkena dampak pandemi Covid-19 juga akan mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Setiap KPM program ini menerima beras kualitas medium sebanyak 15 kilogram per bulannya sepanjang Agustus-Oktober 2020.

Juliari mengatakan, program bansos beras ini bertujuan mengurangi beban pengeluaran setiap KPM karena dampak pandemi Covid-19.

“Agar kebutuhan pangan beras bagi warga terkena dampak Covid-19 bisa terpenuhi dan tetap terjaga kesehatannya,” katanya, Rabu (2/9).

Adapun penyaluran pada bansos pada bulan September 2020 ini sekaligus mencakup penyaluran bulan Agustus 2020. Sehingga setiap KPM menerima 30 kilogram beras.

Sementara dalam penyaluran bansos selanjutnya pada Oktober 2020 setiap KPM masing-masing akan menerima beras sebanyak 15 kilogram.*