Buntut Bentrok Berdarah Polisi dengan TNI, Dandim: Jangan Sok Hebat!

Bentrok berdarah polisi dengan TNI di Kabupaten Mamberamo Raya diharapkan tidak boleh terulang kembali di tempat lainnya, termasuk di Mimika.

Buntut Bentrok Berdarah Polisi dengan TNI
Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab didampingi Kapolda Papua Irjen Pol. Paulus Waterpaiw saat menjenguk satu dari dua anggota Polres Mamberamo Raya yang menjadi korban penembakan saat bentrok di Kasonaweja, Minggu (12/4/2020). Foto: Humas Polda Papua

dawainusa.com Komandan Kodim 1710 Mimika Letkol Inf Pio L Nainggolan mengingatkan para prajurit TNI yang bertugas di wilayah itu agar menanggalkan ego pribadi ketika terjadi gesekan di lapangan dengan personel satuan lainnya.

Letkol Nainggolan mengatakan, setiap personel harus bisa mengalah jika terjadi masalah atau gesekan di lapangan dan menyerahkan ke pimpinan untuk diselesaikan demi meminimalisir konflik yang lebih besar.

Baca juga: Makamkan Jenazah Corona Terlantar, Polisi Ini Dihadiahi Sekolah Perwira

“Jangan hanya karena masalah sepele dan juga karena ego masing-masing sehingga mengakibatkan timbul bencana yang lebih besar. Apabila terjadi masalah atau gesekan di lapangan harus saling mengalah, serahkan ke pimpinan untuk diselesaikan, jangan ambil langkah sendiri-sendiri,” ujar Letkol Nainggolan di Timika, seperti dilansir Antara, Selasa (14/4/2020).

Hal itu disampaikan Dandim Mimika saat memimpin apel prajurit TNI se-garnizun Timika menyikapi insiden yang terjadi di Kabupaten Mamberamo Raya pada Minggu (12/4) antara anggota Polri dengan anggota TNI hingga menyebabkan sejumlah anggota Polri gugur.

Dandim mengaku telah menerima perintah dari Panglima Kodam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab untuk menggelar apel seluruh prajurit Kodim 1710 Mimika serta unsur TNI terkait lainnya di wilayah Mimika guna meredam dampak dari peristiwa yang terjadi di Mamberamo Raya tersebut.

Bentrok Berdarah Polisi dengan TNI  Tak Boleh Terulang Lagi

Kasus pertikaian antara prajurit TNI dengan anggota Polri di Kabupaten Mamberamo Raya tersebut, katanya, diharapkan tidak boleh terulang kembali di tempat lainnya, termasuk di Mimika.

Apalagi beban tanggung jawab prajurit TNI dan anggota Polri di Mimika saat ini jauh lebih berat terutama menghadapi sejumlah aksi kekerasan dan teror penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Baca juga: Pemprov Minta Warga NTT Jangan Bully Pasien Pertama Covid-19

“Mimika sekarang ini menjadi sentral berkumpulnya KKB dari berbagai wilayah. Kita tidak bisa menyelesaikan sendiri-sendiri permasalahan itu. TNI dan Polri harus bersinergis, kita juga memerlukan dukungan penuh dari Pemda dan masyarakat. Jadi, jangan sok hebat. Sinergitas yang sudah terpelihara dengan baik selama ini harus tetap diperlihara dan dipertahankan,” ujar Letkol Nainggolan.

Kapolres Mimika AKBP IGG Era Adhinata juga menyatakan harapan yang sama agar peristiwa di Mamberamo Raya tidak terjadi di wilayah lain, termasuk di Mimika.

Kapolres menyebut ada banyak contoh dimana TNI-Polri saling bahu-membahu membantu di lapangan sehingga berbagai persoalan gangguan kamtibmas dan kerawanan sosial bisa diatasi secara bersama.

“Di Yigi anggota Polri membantu proses evakuasi anggota Yonif 755/Kostrad yang diserang oleh KKB. Begitu juga anggota Brimob di Tembagapura dibantu oleh pasukan TNI pada saat terjadi kontak senjata dengan KKB,” jelas AKBP Era Adhinata.*

Artikulli paraprakMakamkan Jenazah Corona Terlantar, Polisi Ini Dihadiahi Sekolah Perwira
Artikulli tjetërTerindikasi Covid-19, Mahasiswa Asal Lembata Ini Nekad Mudik