Bom Meledak di Kota Soe, Ini Penjelasan Divisi Humas Polri

Bom Meledak di Kota Soe, Ini Penjelasan Divisi Humas Polri

JAKARTA, dawainusa.com Sebuah ledakan terjadi di belakangan Gereja Tebes Kobelete, Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS), Minggu sekitar Pukul 17.30 Wita kemarin. Satu orang mengalami luka berat akibat ledakan yang terjadi di RT 02 RW 06 di Kobelete, Kecamatan, Kota Soe.

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, seorang anak SD yakni Farel Djaha bersama temannya, Omry Naitboho menemukan sebuah barang seperti mainan berbentuk kotak segi 5 warna merah. Barang tersebut seperti sebuah telepon genggam.

Baca juga: Tanggapan GMKI Soal Sekolah Minggu Masuk RUU Pesantren

Temannya sudah mengingatkan, barang tersebut seperti bom. Tapi tak dihiraukan. Kemudian Farel mengambil barang itu, dibawa ke rumah untuk ditunjukkan kepada sang ayah, Istantho Djaha.

“Kemudian barang tersebut dibawa oleh Farel Djaha lalu ditunjukkan kepada korban (ayahnya), lalu korban mengambil hamar milik korban dan setelah itu barang tersebut dipukul oleh korban untuk mengetahui isi barang-barang tersebut,” kata Dedi dalam penjelasannya, Senin (29/10).

“Pada saat dipukul oleh korban barang tersebut langsung meledak,” tambah Dedi.

Istantho yang merupakan sekretaris Satpol PP Kabupaten TTS pun langsung terkapar pasca ledakan. Dia mengalami luka yang cukup berat. Tangan kanan dan tangan kiri hancur, kaki kanan memar, kepala mengalami luka cukup berat.

Seorang saksi Nino Naitboho yang tengah bekerja tak jauh dari lokasi ledakan mendengar dentuman keras itu. Saat didekati, korban sudah terkapar.

“Saksi melihat Korban sudah dalam posisi terjatuh dan sementara berusaha untuk bangun dalam kondisi tangannya hancur dan saksi melihat tetangga sudah banyak berdatangan di TKP. Setelah itu saksi langsung laporkan kejadian tersebut ke Polres TTS,” jelas Dedi.

Korban saat ini berada di UGD RSUD untuk mendapat penangan Medis. Kasus tersebut sudah ditangani oleh Polres TTS. Lokasi ledakan pun telah disteril untuk mengetahui lebih jauh tentang insiden tersebut.

“Barang bom masih diteliti oleh tim Gegana Brimob untuk diidentifikasi dulu. Untuk mengetahui jenis dan buatan mana bom tersebut,” tutup Dedi.

Kapolda NTT

Kapolda NTT – ist

Polda NTT Turunkan Penjinak BOM

Sementara itu, Kepolisian Daerah (Polda) NTT telah menurunkan tim untuk menyelidiki kejadian ledakan di RT.02/RW.06 Kobelete Kelurahan Kota Soe Kabupaten Timor Tengah Selatan itu.

Melansir Pos Kupang, Kapolda NTT Irjen Pol Drs Raja Erizman pada Minggu (28/10) malam menjelaskan telah menurunkan tim penjinak bom Gegana Polda NTT ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

Baca juga: Reaksi Mengejutkan Sandiaga Ketika Disebut Politisi Kemarin Sore

“Kita sudah turunkan tim, saat ini sedang dipastikan dari unit penjinak bom Gegana Polda NTT. Tim Polda dan Labfor juga sedang ke TKP,” jelas Kapolda.

Kapolda menjelaskan, belum bisa memastikan jenis benda yang meledak dan mengakibatkan korban kehilangan kaki dan tangan itu karena proses penyelidikan yang sedang berlangsung.

“Kita belum bisa pastikan jenis benda yang meledak karena saat ini sedang diperiksa tim dari unit Jibom Gegana,” tambahnya.*