Bocah Ini Dilarang ke Sekolah Karena Gaya Rambutnya Berbahaya

Bocah Ini Dilarang ke Sekolah Karena Gaya Rambutnya Berbahaya

MILTON KEYNES, dawainusa.com – Seorang bocah di Inggris dilarang ke sekolah karena gaya rambutnya yang dianggap berbahaya.

Melansir dari Metro.co.uk, Sekolah Dasar Drayton Park di Bletchley, Milton Keynes, telah melarang Charlie Chafer (6) untuk hadir di sekolah sebelum dia mengubah gaya rambutnya.

Charlie diketahui kembali ke sekolah setelah liburan musim panas usai dengan gaya rambut mohawk.

Baca juga: Reaksi Gadis Pekerja Klub Malam Usai Mendengar Dakwah Gus Miftah

Ibu Charlie, Kirstie-Lea Day (26) terkejut saat mengetahui dirinya dipanggil oleh pihak sekolah pada Jumat (7/9), dan diberi tahu jika anaknya tidak diizinkan masuk kelas sebelum mengubah gaya rambutnya.

Pihak sekolah beralasan, gaya rambut mohawk seperti yang dipilih Charlie, dapat mencolok mata anak lain di sekolah.

Charlie Chafer (6), bocah pemilik rambut mohawk bersama ibunya, Kirstie Lea Day.(METRO.co.uk / MICHAEL SCOTT / CATERS NEWS)

Pihak Sekolah Bersikap Tak Adil

Mendengar alasan tersebut, Kirstie-Lea merasa pihak sekolah telah bersikap tidak adil kepada anaknya.

“Ini hanya mohawk kecil dan rapi, tidak mempengaruhi pembelajarannya maupun siswa lainnya. Sungguh tidak adil bagi Charlie jika dia menjadi satu-satunya yang harus mencukur rambutnya,” kata Kirstie-Lea.

Baca juga: Skandal Seksual Pastur di Jerman, Anak di Bawah Umur jadi Korban

Kirstie, ibu dari tiga anak, diberi pilihan oleh sekolah untuk mencukur rambut putranya atau membawanya pulang, serta tidak akan mengizinkannya berada di sekolah selama masih menggunakan gaya rambut itu.

Menurut Kirstie, rambut mohawk anaknya hanya setinggi empat sentimeter dan tidak pantas menyebutnya berbahaya.

Saat dia mengancam akan memindahkan putranya ke sekolah lain, pihak sekolah mengatakan bahwa gaya rambut Charlie tidak pantas dan dapat mengalihkan perhatian anak-anak lainnya.

“Tapi banyak anak-anak lain yang memiliki gaya rambut lebih ekstrem, seperti garis-garis, berbintang bahkan manik-manik.”

“Dan saya diberitahu untuk mencukur rambut anak saya karena alasan keamanan, karena bisa menusuk mata seseorang,” ujar Kirstie-Lea.

Dalam laman situs resmi sekolah Drayton Park disebutkan bahwa sekolah tidak mengizinkan siswa untuk memiliki potongan rambut yang ekstrem karena dianggap bakal mengalihkan perhatian siswa lain dan mengganggu proses pembelajaran.*