Bocah 12 Tahun Tewas Diterkam Buaya di Belakang Rumahnya

Bocah 12 Tahun Tewas Diterkam Buaya di Belakang Rumahnya

SOE, dawainusa.com – Kristin Rame, bocah 12 tahun asal Desa Oni, Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), tewas diterkam seekor buaya di belakang rumahnya.

Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Jamari menuturkan, kejadian tersebut disaksikan langsung oleh ayahnya, Karel Rame.

“Saat melihat anaknya diterkam buaya, Karel sempat berusaha melawan buaya tersebut, namun tak berhasil,” jelas Jamari dilansir Kompas.com, Sabtu (15/12).

Baca jugaSuaminya Hilang Diterkam Buaya, Agustina Kian Gelisah dan Sulit Tidur

Diterkam Buaya di Belakang Rumah

Kejadian tersebut berawal dari hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Kualin pada Sabtu (15/12). Akibatnya, kolam Oematan meluap dan menggenangi rumah yang di sekitarnya dengan ketinggian mencapai 1 meter.

Meluapnya air kolam Oematan membuat Karel Rame, ayah Kristin, pada pukul 15.00 WITA pergi ke kandang babi yang berjarak 6 meter di belakang rumahnya.

Sang ayah berniat untuk memindahkah kambing yang diikat pada kandang babi tersebut, lantaran kambing miliknya hampir tenggelam.

Sang bocah, Kristin Rame, kemudian datang menyusul ayahnya. Tiba-tiba, seekor buaya muncul dan menggigit kaki kiri Kristin.

Baca jugaSoal Putusan MK Terkait Batas Ideal Usia Nikah Perempuan

“Ayah korban lalu menunggangi buaya tersebut pada bagian punggung dan memegang leher buaya, untuk melepaskan korban dari mulut buaya, namun karena ukuran buaya terlalu besar, sehingga ayah korban terjatuh dan buaya tersebut berhasil membawa korban menjauh dan masuk ke dalam kolam,” tutur Jamari.

Para tetangga yang menyaksikan kejadian tersebut lalu melapor ke Polsek Kualin. Sekitar pukul 15.15 Wita, personel Polsek tiba di lokasi kejadian dan bersama warga berusaha menangkap buaya tersebut.

Buaya itu berhasil dijerat pada rahang dan kaki kanan belakangnya, lalu diikat pada pohon. Namun sayang, Kristin Rame sudah tewas ketika diangkat dari kolam.

“Setelah itu Kapolsek Kualin langsung menghubungi pihak BKSDA Kupang. Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan,” jelas Jamari.

BKSDA Amankan Dua Ekor Buaya

Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi NTT mengamankan dua ekor buaya pasca serangan buaya yang menewaskan Kristin Rame.

Selain mengamanankan buaya jantan yang menyerang Kristin, tim BKSDA juga berhasil menangkap buaya betina lainnya dengan panjang 232Cm di dekat kolam Oematan.

Hal tersebut diungkapkan koordinator tim Unit Penanganan Satwa (UPS) BBKSDA Provinsi NTT Dadang, kepada Pos Kupang, Senin (17/12).

Baca jugaTolak Mantel Bulu, Aktivis Barcelona Gelar Aksi Tanpa Busana

Dadang menuturkan, saat tiba di lokasi kejadian insiden serangan buaya yang menewaskan Kristin, timnya langsung melakukan koordinasi dengan masyarakat dan pihak kepolisian.

Dari hasil koordinasi, diduga masih ada buaya lain selain buaya jantan yang sebelumnya telah ditangkap.

Setelah dilakukan penyisiran, timnya berhasil mengamankan seekor buaya lain tidak jauh dari lokasi buaya telah lebih dahulu ditangkap oleh masyarakat.

“Setelah kita tiba, masyarakat informasikan jika mereka curiga bukan hanya ada satu buaya di kolam Oematan itu. Sehingga kita lakukan pengusiran dan berhasil menangkap satu ekor lagi buaya betina,” ungkap Dadang.

Dadang menjelaskan, setelah ditangkap, dua ekor buaya itu langsung dibawa ke kandang penampungan BBKSDA Provinsi NTT di Kupang.

Ia pun menghimbau kepada masyarakat yang tinggal didekat kolam Oematan dan Muara Suara untuk tidak beraktifitas di perairan dalam kondisi gelap.

“Jangan beraktivitas di lokasi yang diketahui terdapat buaya jika kondisi sudah gelap karena akan sangat rawan untuk terjadi serangan buaya. Selain itu, jika beraktivitas di lokasi yang terdapat buaya, tidak boleh sendiri, harus minimal dua tiga orang. Untuk mengantisipasi jika terjadi serangan buaya,” jelasnya.*

COMMENTS