Biaya Pernikahan Kurang, Pemuda di Lombok Jual Kekasih ke Tetangga

Biaya Pernikahan Kurang, Pemuda di Lombok Jual Kekasih ke Tetangga

Seorang pemuda di Lombok diamankan polisi lantaran ulahnya menjual sang pacar ke tetangga dan teman dekatnya dengan alasan untuk biaya pernikahan mereka. (Ilustrasi - tribunnews.com)

LOMBOK, dawainusa.com MKH (27), warga Dusun Gunung Timba, Desa Denggen Timur, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, kini harus berurusan dengan polisi.

MKH diamankan polisi lantaran ulahnya menjual sang pacar ke tetangga dan teman dekatnya dengan alasan untuk biaya pernikahan mereka.

Baca juga: Tiga Proposal Belum Ditanggapi, Kepsek SMAN 3 Elar Tak Menyerah

Berita tersebut dikonfirmasi Kanit PPA Polres Lotim, Aipda I Nengah Wardika, di Pores Lombok Timur, Kamis (7/12).

“Ia dijual untuk menambah biaya pernikahan,” ungkap Wardika.

MKH sendiri ditangkap karena pacarnya kemudian melaporkan diri ke polisi. Dalam pemeriksaan, korban mengaku dijual seharga Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu sekali kencan.

Menurut Wardika, sejauh ini korban sudah melayani lima orang laki-laki. Polisi kini tengah memburu lima orang laki-laki yang telah membeli korban.

Jual Kekasih, Bukan Kali Pertama

Menjual pacar bukan baru pertama terjadi. Sebelumnya, pada Agustus lalu, seorang pemuda berinisial NA (23), asal Pare, Kabupaten Kediri, menjual pacarnya sendiri LA (15).

LA yang masih bersatatus pelajar SMP tersebut dipekerjakan untuk pemuas nafsu pria hidung belang. NA tega menjual pacarnya sendiri melalui jejaring media sosial. Tarif sekali kencan dengan anak di bawah umur itu dipatok seharga Rp 600 ribu.

Baca juga: Gusur Paksa Warga, PT. Angkasa Pura Dinilai Kangkangi HAM dan Pancasila

Kepada Kapolresta Kediri AKBP Anthon Heryadi, NA mengaku mempekerjakan pacarnya untuk membantu mendapatkan uang.

“Kami hanya membantu teman saya mendapat uang,” ungkap NA di Mapolresta Kediri, Senin (7/8).

NA juga mengaku baru enam kali menjual pacarnya untuk memberikan layanan plus-plus.Tempat kos milik MH ini memang disiapkan untuk tamu yang menginap guna berkencan dengan tarif hanya Rp 50.000 per jam.

Pada 2015 lalu, peristiwa yang sama pernah terjadi di Surabaya. Berbekal foto syur milik sang pacar, Krisna (22) memaksa sang pacar untuk melayani pria hidung belang. Mau tak mau sang pacar menuruti keinginan Krisna karena tak ingin foto syurnya tersebar.

“Korban ditawarkan oleh pacarnya sendiri melalui facebook,” kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya AKP Immaculata Sherly kepada wartawan, Selasa (27/1/2015).

Jika ada pria hidung belang yang berminat, kata Sherly, Krisna lalu membagi pin nya. Setelah itu transaksi dilanjutkan melalui chating, termasuk berapa biaya dan dimana transaksi akan dilakukan.

“Korban ditawarkan seharga Rp 500 ribu ke pria hidung belang,” ujar Sherly.* (AT)