Biasa Hidup Mewah, Begini Kondisi Roro Fitria di Balik Jeruji

Biasa Hidup Mewah, Begini Kondisi Roro Fitria di Balik Jeruji

Roro Fitria selama ini terbiasa hidup mewah. Kini ia harus bisa berbagi tempat tidur dengan 5 orang di dalam sel tahanan akibat tersangkut kasus narkoba. (Foto: Roro Fitria - Tribunnews.com)

PROFIL, dawainusa.com Kemewahan yang dimiliki seseorang tidak lagi berguna ketika dirinya harus mendekam di balik jeruji. Itulah yang dialami Pedangdut Roro Fitria. Roro Fitria selama ini terbiasa hidup mewah. Bintang film Bangkitnya Suster Gepeng itu pun kerap memamerkan kemewahan di akun media sosialnya.

Namun kini semua berubah total. Roro harus bisa berbagi tempat tidur dengan 5 orang di dalam sel tahanan akibat tersangkut kasus narkoba. Diungkapkan Nuning Tyas selaku kuasa hukum, Roro Fitria sempat kesulitan beradaptasi di tahanan. Butuh waktu bagi Roro untuk bisa menyesuaikan diri.

“Ya, sehari dua hari enggak bisa adaptasi. Dari yang sebelumnya biasanya hidup mewah, sekarang harus menyesuaikan keadaan gitu. Tapi kalau sekarang sudah mulai tenang karena sudah 5 hari ya,” tutur Nuning Tyas di Polda Metro Jaya, Rabu (21/2).

Baca juga: Ditresnarkoba Polda NTT: Kota Maumere Diindikasikan Darurat Narkoba

Roro Fitria sebelumnya sempat syok diciduk polisi lantaran kedapatan membeli narkoba jenis sabu sebesar Rp 4 juta. Namun kini kondisinya mulai tenang. Ia juga sudah mulai bisa makan seperti biasa. “Kalau makan sudah lumayan mau makan. Sudah bisa menyesuaikan sama teman-teman di kamarnya,” kata Nuning.

Roro Fitria ditangkap polisi di rumahnya di Patio Residence, Jagakarsa, Jakarta Selatan, 14 Februari 2018 lalu. Dia pun terancam kurungan minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. Ia dikenakan Pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 112 ayat 1 Juncto Pasal 132 ayat 1 Undang Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Irsan Gusfiranto, kuasa hukum Roro yang lain, mengungkapkan kliennya berusaha menyesuaikan diri tinggal di dalam tahanan. “Kami kunjungi di tahanan, kondisi sudah membaik. Sedih masih, tapi sudah beradaptasi dengan lingkungan di tahanan,” kata Irsan.

Menurut Irsan, selama beberapa hari, artis yang mengaku keturunan Kerajaan Mataram kuno tak berhenti menangis karena rasa bersalah perilakunya bertolak belakang dengan statusnya sebagai Duta Anti Narkoba dan Duta Bela Negara.

Saat terakhir dikunjungi kuasa hukumnya Selasa kemarin, kondisi Roro sudah tak lagi menangis. Namun, kata Irsan, Roro Fitria masih sedih dan menyesali perbuatannya sebagai pengguna narkoba. “Udah enggak nangis tapi wajahnya kelihatan masih sedih,” ujar Irsan.

Selidiki motif Roro Fitria

Saat ini, Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Nainggolan mengatakan, pihaknya masih menyelidiki tujuan Roro membeli sabu. Hal itu juga karena Roro negatif menggunakan narkotika dari hasil tes urine yang telah dilaluinya.

Dari keterangan yang disampaikan Roro, Suwondo mengatakan, dirinya mengaku tidak tahu tujuan dari pemesanan sabu itu akan digunakan untuk apa.

Baca juga: Eksekusi Terpidana Mati Narkoba Masih Mangkrak, Ini Kata Granat

“Penyidik saat ini adalah apa motifnya, apa latar belakangnya dan apa tujuannya membeli sabu ini, ini yang sedang kami dalami karena berdasarkan hasil urin dia negatif,” tutur Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Nainggolan, di Mapolda Metro Jaya, Senin (19/2).

“Karena ini menjadi hal yang baru, biasanya orang-orang itu beli untuk pakai sendiri, dia beli tapi tidak tahu untuk apa. Ini yang mau kita dalami, pasti ada sesuatu, tidak mungkin dia membeli seharga Rp4 juta tapi enggak ada tujuannya,” jelas Suwondo.

Suwondo juga mempertanyakan siapa artis lain yang disebut menyuruh Roro membeli sabu tersebut.

“Biasanya pakai dulu baru dikompori untuk beli. Ada fase itu yang tidak ada (tidak disebutkan oleh Roro) tapi dia tiba-tiba beli bahkan berusaha untuk beli dengan jumlah cukup banyak, untuk pemula ini cukup banyak,” ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Senin (19/2).

Sebelum menangkap Roro, polisi lebih dulu menangkap WH, yang hendak mengantarkan sabu yang dipesan oleh Roro. Saat itu, WH hanya membawa sebanyak 2,4 gram sabu yang dimasukkan dalam bungkus rokok. Roro juga telah mentransfer uang sebanyak Rp5 juta untuk sabu yang dipesannya.*