Dawainusa.com – Jadi anak kesayangan keluarga Onsu, Betrand Peto Putra Onsu mengaku hingga kini masih merindukan kampung halamannya di NTT.

Di tengah kehidupannya yang kian terkenal dan semakin disayang keluarga Onsu, Betrand tak menampik bahwa dirinya merindukan ada bersama kerabatnya di Manggarai.

Hal ini diungkapkan Betrand dalam sebuah acara Okay Boss yang diunggah di Kanal YouTube Trans7 Official, dikutip Kliktrend.com pada Rabu (29/7/2020).

Klik TrendArtis VS Ditangkap Karena Prostitusi Online, Vitalia Shesya Angkat Bicara

Betrand Peto Rindu NTT

Betrand Peto memang kini telah menjadi salah satu penyanyi remaja yang semakin bersinar di panggung hiburan tanah air.

Suaranya yang merdu mengundang rasa kagum dari para pencinta musik tanah air. Tidak mengherankan jika kakak Thalia dan Thania ini memiliki banyak penggemar.

Namun, meskipun dirinya telah menjadi artis terkenal, rupanya Betrand tidak melupakan kampung halamannya di NTT.

Meski nyaman tinggal di Jakarta, penyanyi Betrand Peto masih merindukan kampung halamannya di Nusa Tenggara Timur.

Putra sulung Ruben dan Sarwendah itu mengaku rindu dengan aktivitas bersama teman-temannya saat bermain.

“Nyaman juga di sini (Jakarta), kadang-kadang kangen teman di sana (NTT), kangen main. Kadangkan biasanya kita main bola, main bareng,” ucap Betrand Peto  dikutip Kliktrend.com dari YouTube Trans7 Official pada Rabu (29/7/2020).

Betrand
Foto Instagram/@betrandpetoputraonsu

Klik TrendIpar Jokowi Mundur dari Cabup Gunungkidul, Begini Komentar Pengamat Politik

Tidak hanya ungkapkan rindu pada teman-temannya, Betrand juga merindukan keluarganya yang berada di sana. Dia mengakui komunikasi dengan keluarga masih tetap terjaga.

Bahkan belum lama ini, Betrand sempat memberikan kado kepada sang ayah yang berada di Nusa Tenggara Timur (NTT).

”Masih, telpon-telponan (dengan keluarga di NTT). Rindu juga sama papa, kemarin habis ulang tahun, dikasih kado juga,” kata Betrand.

Sebelumnya, Betrand Peto membahas soal kisah masa lalunya yang sempat berjualan bakpao di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Betrand berjualan bakpao hanya untuk mencari ongkos ke sekolahnya saat itu. Kegiatan berjualan itu rutin dilakukan oleh Betrand Peto.

“Aku punya ongkos duit Rp 2.000 dari ini (bakpao). Buat naik angkot (ke sekolah),” kata Betrand Peto lagi.

“Aku jualannya pulang sekolah terus cari makanan ternak dulu, sorenya baru jualan (bakpao). Kalau jalan kaki ke sekolah itu 5 kilometer, setengah jam,” sambung Betrand.*