Berikut 34 Eks Koruptor yang Maju Jadi Caleg di 2019

Berikut 34 Eks Koruptor yang Maju Jadi Caleg di 2019

JAKARTA, dawainusa.com Terdapat 17 mantan narapidana korupsi menjadi bakal calon anggota legslatif (bacaleg) di Pileg 2019  yang diloloskan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Namun, keputusan Bawaslu dianggap bertentangan dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 20 Tahun 2018 yang melarang napi korupsi mencalonkan diri.

Hingga saat ini, perdebatan seputar PKPU tersebut masih terus digulirkan. Selain korupsi, dua kategori lainnya, yakni narkoba dan kejahatan seksual terhadap anak, juga dilarang mencalonkan diri menjadi bacaleg.

Baca juga: Gubernur dari Demokrat Mendukung Jokowi-Ma’ruf, PKB Beri Apresiasi

Aturan itu jelas tertulis dalam Pasal 4 ayat 3 PKPU 20/2018, bahkan dimasukkan ke dalam pakta integritas persyaratan bacaleg.

“Ada 34 caleg yang (mengusung mantan) koruptor, tapi kemudian diloloskan Bawaslu. Saya yakin masih ada yang keputusan lain di lapangan,” ujar Pendiri Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit), Hadar Nafis Gumay, dalam diskusi di Kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Jakarta Selatan, Minggu (9/9).

Catatan Hadar senada dengan data Bawaslu. Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja, menyebut, dari 34 napi korupsi yang menggugat, pihaknya telah meloloskan setengah di antaranya, dari yang sebelumnya meloloskan 12 orang.

Gugatan itu dilayangkan setelah adanya larangan dari KPU bagi para mantan koruptor menjadi bacaleg. Bagja menyebut, putusan Bawaslu yang meloloskan para mantan koruptor itu, berdasarkan pada hak dipilih dan memilih yang diatur dalam Pasal 28 j UUD 1945 dan dituangkan dalam UU Pemilu.

34 bacaleg mantan koruptor

Adapun 34 bacaleg mantan koruptor itu versi Netgrit, yakni:

Gerindra

1. M Taufik (caleg DPRD DKI Jakarta)

2. Ferrizal (caleg DPRD Belitung Timur)

3. Mirhammuddin (caleg DPRD Belitung Timur)

4. Alhazar Sahyan (caleg DPRD Tenggamus, Lampung)

5. Herry Kereh (caleg DPRD Sulawesi Utara)

PAN

1. Masri (caleg DPRD Belitung Timur)

2. Abdul Fattah (caleg DPRD Jambi)

3. Muhammad Afrizal (caleg DPRD Lingga)

4. Bahri Syamsu Arief (caleg DPRD Cilegon)

Golkar

1. Saiful Talib Lami (caleg DPRD Tojo Una-Una)

2. Heri Baelamu (caleg DPRD Pandeglang)

3. Dede Widarso (caleg DPRD Pandeglang)

4. Edy Muklison (caleg DPRD Blitar)

PKPI

1. Joni kornelius Tondok (caleg DPRD Toraja Utara)

2. Raja Zulhindra (caleg DPRD Indragiri Hulu)

3. Yuridis (caleg DPRD Indragiri Hulu)

Hanura

1. Moh Nur Hasan (caleg DPRD Rembang)

2. Warsid (caleg DPRD Blora)

3. Mudatsir (caleg DPRD Jawa Tengah)

Partai Berkarya

1. Andi Muttamar Mattotorang (caleg DPRD Bulukumba)

2. Mieke Nangka (caleg DPRD Sulawesi Utara)

3. Yohanes Marianus Kota (caleg DPRD Ende)

NasDem

1. Edi Iskandar (caleg DPRD Rejang Lebong)

2. Abu Bakar (caleg DPRD Rejang Lebong)

Partai Garuda

1. Julius Dakhi (caleg DPRD Nias Selatan)

2. Ariston Moko (aleg DPRD Nias Selatan)

Perindo

1. Ramadhan Umasangaji (caleg DPRD Parepare)

2. Samuel Buntuang (aleg DPRD Gorontalo)

Demokrat

1. Jhoni Nasibuan (caleg DPRD Cilegon)

2. Darmawati Dareo (Caleg DPRD Manado)

PKS

Maksum DG Mammassa (caleg DPRD Mamuju)

PBB

Nasrullah Hamka (aleg DPRD Jambi)

Caleg DPD

1. Abdullah Puteh (Aceh)

2. Syahrial Kui Damapolii (Sulawesi Utara)