dawainusa.com Sikap dan perilaku tidak terpuji ditunjukkan salah seorang yang berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

OTG tersebut tidak mau dipriksa saat tim medis mendatangi rumahnya. Bahkan, saat tiba di rumah OTG itu terjadi perdebatan antara OTG dengan para petugas medis.

Baca juga: 5 Warga NTT Ditemukan Terlantar di Pelabuhan Padang Bai, Bali

Padahal, kehadiran para petugas medis tersebut untuk membantu agar tidak terjadi penyebaran dan penularan virus corona di kabupaten itu.

“Hari ini kami juga memantau salah seorang yang berstatus OTG di Labuan Bajo yang ketika para medis kita datang untuk memeriksa beliau tidak mau diperiksa. Bahkan berdebat dengan tim medis. Kami harapkan sikap seperti ini tidak boleh ada,” tegas Juru Bicara Gugus Tugas Percepatana Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu kepada wartawan di kantor Gubernur NTT, Selasa (28/04/2020) malam.

Menurut Marius, berdasarkan pengalaman, OTG yang datang dari daerah terpapar virus atau negara terpapar virus dan pernah kontak dengan orang yang tertular virus corona di dalam dirinya ada juga potensi terpapar virus corona.

“Karena itu Bapak Gubernur dan Bapak Wagub mendorong kita semua di seluruh NTT untuk bisa mematuhi protokol-protokol kesehatan,” katanya.

Marius sangat menyayangkan sikap OTG yang bandel untuk dipriksa. Padahal kedatangan tim medis untuk menyelamatkan mereka.

“Kasihan sekali para medis sudah susah payah datang ke rumah anda lalu anda masih berdebat untuk menolak kedatangan mereka. Padahal mereka datang untuk menyelamatkan anda. Menyelamatkan keluarga anda. Menyelamatkan kita semua,” tambahnya.

Masyarakat Jangan Egois

Ia berharap perilaku seperti ini tidak ada lagi di NTT. Masyarakat diminta untuk tidak egois, tetapi berpikir untuk banyak orang di NTT.

“Jangan egois, jangan ingat diri tapi ingatlah 5,4 juta penduduk NTT,” tegasnya.

Semua pihak sebut Marius, harus bisa bekerja sama agar bisa memutus rantai penyebaran virus corona di Provinsi NTT.

Baca juga: Memantau Ketersediaan Beras di NTT di Tengah Wabah Corana

Kerja sama yang tersinergi antara semua infrastruktur pemerintah baik TNI/Polri maupun infrastruktur pemerintahan sipil mulai dari provinsi sampai ke ketua RT dan RW, dan semua elemen masyarakat harus bertanggung jawab penuh untuk menjaga NTT bebas dari penyebaran virus corona

“Tidak hanya pemerintah tetapi seluruh rakyat NTT tanpa kecuali untuk menjaga NTT dari kemungkinan penyebaran virus corona,” harapnya.

Tata kelola percepatana penanganan Covid-19 di Provinsi NTT lanjut dia, menjadi perhatian dunia internasional.

“Sampai hari ini perhatian dari dunia internasional juga nasinoal terhadap NTT begitu tinggi. Mengapa? Karena berbagai kebijakan Pemerintah Provinsi NTT dan kab/kota yang mengontrol secara ketat, mengawasi secara ketat pelabuhan dan bandara sebelum Menteri Perhubungan RI mengeluarkan peraturan untuk membatasi bahkan meniadakan sementara pelayaran penumpang dan juga penerbangan. Kecuali untuk logistik dan juga fasilitas kesehatan dan obat-obatan,” jelas dia.

Ternyata dengan membatasi hilir mudik manusia di suatu wilayah kata Marius, sangat berdampak terhadap melambatnya penularan virus corona.

“Kalau kita perhatikan di televisi ketika PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dijalankan secara baik di Jakarta; ada pengaruh yang sangat signifikan terhadap melambatnya pertumbuhan orang yang tertular virus. Karena dengan pembatasan sosial berskala besar, hilir mudik manusia dibatasi bahkan ditiadakan untuk sementara. Dari situ kita bisa mengambil kesimpulan bahwa hilir mudik manusia; arus manusia yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain sangat potensial untuk menyebar virus corona. Karena itu, kita harapkan seluruh masyarakat NTT untuk tetap mematuhi protokol-protokol kesehatan,” kata Marius.

Data Terbaru

Hingga Senin malam, data OTG 351 orang. Kondisi OTG sebanyak 311 orang. OTG selesai dipantau sebanyak 40 orang.

Jumlah ODP, PDP dan konfirmasi sebanyak 1673. ODP sebanyak 1615 orang. Selesai masa pemantauan 1153 orang. Yang dirawat 10 orang.

Baca juga: Penemuan Tengkorak Manusia Gegerkan Warga di Kabupaten TTS, NTT

Karantina mandiri sebanyak 401 orang. karantina terpusat sebanyak 50 orang. kondisi saat ini 461 orang.

Jumlah PDP sebanyak 7 orang. Yang dipantau di rumah sebanyak 8 orang. Sembuh 33 orang. Meninggal 8 orang. Kondisi saat ini 16 orang.

Sampel yang dikirim 75 sampel. 51 sampel negatif. 1 sampel positif dan 23 sampel belum ada hasil.*