KUPANG, Dawainusa.com – Beras ‘Molas Lembor’ premium resmi diluncurkan oleh pihak Kantor Bank Indonesia Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam peringatan hari jadi ke-61 NTT di Kabupaten Sumba Timur, Jumat (20/12/19).

Dilansir dari ANTARA Jumat (20/12/19), Kepala BI Perwakilan NTT I Nyoman Ariawan Atmaja menjelaskan, peluncuran beras ‘Molas Lembor’ premium ini merupakan bagian dari kontribusi BI dalam menumbuhkan ekonomi masyarakat NTT.

“Beras Molas Lembor ini merupakan beras lokal premium pertama yang berhasil di-launching hari ini,” jelas Nyoman Ariawan Atmaja.

Beras Molas Lembor premium ketika diluncurkan
Beras Molas Lembor premium ketika diluncurkan – Foto: ANTARA

Baca juga: Kondisi Jalan Buruk, Seorang Ibu Hamil di Ende Melahirkan di Jalan

Peluncuran Beras ‘Molas Lembor’ Berkat Kerja Sama dengan Bulog Divre NTT dan BPBD NTT

Selain mengungkapkan hal tersebut, Nyoman Ariawan Atmaja juga menjelaskan bahwa peluncuran beras ‘Molas Lembor’ premium ini tidak luput dari bantuan berbagai pihak.

Berbagai pihak yang membantu terwujudnya hal ini, demikian Nyoman Ariawan Atmaja, ialah Bulog Divre NTT dan Bank Pembangunan Daerah (BPBD) NTT.

Beras ‘Molas Lembor’ ini sendiri merupakan klaster binaan Bank Indonesia perwakilan NTT yang berada di Manggarai.

Lebih lanjut, Nyoman Ariawan Atmaja mengatakan bahwa sejauh ini, potensi produksi beras ‘Molas Lembor’ untuk menjadi beras premium mencapai 2.500 hektare.

“Dari jumlah tersebut, klaster binaan Bank Indonesia baru mencapai 50 hektare. Potensinya masih sangat banyak sekali, ” kata dia.

Setiap kali panen, para petani bisa menghasilkan delapan ton per satu hektare. “Jadi silahkan dihitung saja, berapa ton yang akan dipanen jika 50 hektare itu berhasil dipanen, ” ujar Nyoman Ariawan Atmaja.

Adapun terkait dengan upaya pencegahan adanya tengkulak yang biasa mengambil atau membeli beras petani dengan harga murah, pihak BI melalui kerja sama dengan pihak Bank NTT telah mengambil suatu solusi.

Solusi yang dimaksudkan itu ialah dengan membiayai para petani mulai dari pada saat tanam hingga ketika panen. Dengan hal tersebut, para petani tidak akan terkena dampak ekonomi.

“Nanti hasil panenannya akan diambil oleh Bulog. Mulai dari standar panen dan pengolahan pascapanen menggunakan standar Bulog sehingga menjadi beras premium,” tutup Nyoman Ariawan Atmaja.

Untuk diketahui, beras ‘Molas Lembor’ ini merupakan hasil produksi masyarakat petani di daerah Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Persawahan Lembor, Manggarai Barat, NTT
Persawahan Lembor, Manggarai Barat, NTT – SkyGrapher

Baca juga: Direktur Angkutan Udara Pantau Langsung Program Subsidi Kargo Perintis di Papua

Hasil produksi beras petani dari daerah ini menjadi salah satu gudang beras untuk NTT dan juga menjadi penyumbang terbesar dalam penyerapan beras lokal untuk mendukung persediaan Bulog Divre NTT.*